Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Duka


__ADS_3

"Kenapa nama mu Arvin karna mama sangat mencintai papa mu mama ingin kamu sama seperti papa mu dan mama berharap mama mau meninggalkan dunia ini dengan damai di pelukan mu"ujar Dita tersenyum Arvin gemetar memeluk mama nya penuh derai perlahan tangan Dita di wajah Arvin terjatuh Arvin menekan rasa sakit nya mencium kening mama nya memeluk Dita dengan erat


"Jangan tinggalkan aku ma"teriak Arvin merengkuh tubuh mama nya Naila tidak kuat melihat Arvin seperti itu apa lagi yg meninggal itu Dita sahabat nya dan menyelamatkan nya tentu ada duka yg mendalam


"Mama"ucap Arvin menangis dengan memeluk mama nya Rey terdiam dia dapat merasakan kesakitan Arvin karna Rey juga mengalami kehilangan orang tua nya ketika dia belum siap kehilangan


"Arvin"lirih Naila memeluk Arvin


"Mama"ucap Arvin menepuk wajah pucat Dita dua mengeleng


"Huh Dita terlalu banyak penderitaan mu hadir saat kamu masuk di keluarga ini"ujar Naila menyeka air matanya lalu dia menghubungi Kenzo dan tuan Arthur yg tadi keluar bersama karna kata nya mau mengunjugi makan orang tua mereka karna tuan Arthur memimpikan bunda dan ayah nya tadi tuan Arthur sudah mengajak Dita tapi Dita menolak


"Apa yg kak Devan lakukan"ujar Cinta menarik Devan keluar


"Yg aku lakukan wajar bentuk kemarahan mama mu terlalu ikut campur"ucap Devan datar menatap Cinta


"Kak Devan"ucap Cinta frustasi


"Kakak tau apa yg kak Devan lakukan"ujar Cinta


"Aku memang mencintai mu Cinta tapi dendam ku masih membara aku akan tetap membunuh keluarga mu"ujar Devan


"Bisa kah kak Devan menghilangkan dendam itu demi cinta kita"ujar Cinta ingin mengetes Devan


"Tidak bisa Cinta aku terlalu sakit atas apa yg terjadi"ujar Devan


"Kak pulang saja "ujar Cinta lalu masuk ke dalam karna Kenzo dalam perjalanan Devan pulang yg ada dia mati jika semua nya tau


"Dita"teriak tuan Arthur lari melihat istrinya tidak bernyawa


"Sayang bangun"ucap tuan Arthur


"Aku akan membawa mu ke rumah sakit"ujar tuan Arthur mengendong Dita


"Arvin hentikan kamu menyiksa badan Dita yg sudah tanpa jiwa"ujar Kenzo menahan tuan Arthur


"Aghhhn tidak "teriak tuan Arthur lemas menangisi istri nya tidak lama Satra datang dia hanya datar melihat tante mama nya tanpa nyawa


"Siapa yg melakukan nya Rey"tanya Satria datar


"Semau tidak terduga Devan datang menuntut kematian adik nya awal nya dia mau menembak saya tapi karna mama mu terus memarahi nya jadi di emosi ingin menembak mama mu tapi dia menghalangi nya sampai tembakan itu mengenai nya"jelas Rey


Bugh


"Kurang ajar"geram Satria memukul lantai dengan keras


"Apa kamu puas hah"triak Arvin pada Cinta


"Apa kamu puas membunuh mama ku"teriak Arvin murka


"Jika kamu tidak egois akan kebahagiaan mu mama ju tidak akan mati kami pikir Devan itu akan berubah di saat kamu mencintai nya itu tidak akan terjadi kamu terlalu egois sampai berdampak seperti ini yg egois bukan kami tapi kamu mama ku sampai mati aku membenci diri mu"triak Arvin sangat murka menggoyang kan tubuh Cinta


"Apa kamu tau aku kehilangan mama ku apa kamu tau soal rasa sakit apa kamu mengerti arti keluarga"triak Arvin dua terduduk lagi memeluk mama nya menangis


"Kita harus segera urus semua nya"ujar Kenzo pada Naila yg memeluk nya


"Dita meninggal karna menyelamatkan aku"lirih Naila menangis

__ADS_1


"Sayang ini semua sudah terjadi jangan menyesali nya Dita sangat sayang pada mu Dita tidak menyesal melakukan itu"ucap Kenzo memeluk Naila dengan erat


###


Karna semua keluarga sudah berkumpul proses pemakaman Dita akan segera di lakukan tidak ada pihak keluarga yg di tunggu,Arvin sangat terpukul kehilangan mama nya itu dia terus berada di samping jenazah mama nya begitu pun papa nya menemani saat terakhir istri nya ada tetangga yg juga hadir akan hal itu wajar Dita seperti tertidur saja dengan wajah pucat


"Arvin aku turun berduka"ucap Arin duduk di samping Arvin yg hanya diam


"Kamu kuat kan diri"ucap Arin lagi Arvin menoleh sebentar dan memeluk Arin dengan erat


"Terimakasih "lirih Arvin


"Iya"ucap Arin mengelus punggung Arvin


"Kita akan segera memandikan jenazah nya"ucap ustadz


"Harus kuat demi Arvin"ucap Kenzo menepuk bahu tuan Arthur dia merangkul Arvin menguat kan anak nya ,pengurus jenazah mulai memandikan Dita Naila ikut adil untuk membalas jasa sahabat nya itu


"Sayang tenang di alam sana meski kamu tanpa jiwa kamu kelihatan begitu cantik aku iri sama malaikat yg menemui mu nanti jemput aku ya"bisik tuan Arthur mencium kening Dita di saat Dita akan di kafan Arvin tidak sanggup mengatakan apa pun dia memberi isyarat untuk segera mengurus mama nya.Setelah selesai mereka segera menuju pemakaman tempat keluarga Mahendra dan juga Arthur


"Turun kan dengan pelan"ujar ustadz itu orang menurunkan jenazah


"Tidak tidak aku akan ikut mama"ucap Arvin turun masuk ke kuburan memeluk mama nya semua tidak kuat melihat Arvin


"Hei Arvin kamu itu lelaki kendali kan diri mu di dalam hidup kita harus siap apanyg terjadi termasuk kehilangan"ujar tuan Arthur lalu menarik anak nya kembali Arvin terduduk menangis melihat orang mulai menimbun tanah


"Lihat ini kuburan ayah nya mama dia meninggal di saat mama di culik kakek nya Devan karna dia di kirim di hutan kematian dan ini kuburan orang tua papa dan ini kuburan bunda mana mereka meninggal karna di bantai pada saat mama Devan menjebak om Arvin dengan menikahi nya dan di tuntut karna mama Devan masih istri papa Devan karna papa mu ingin membebaskan om Arvin dia meniduri mama nya Devan tapi mama Devan malah mengatakan pada papa Devan jika papa mu menodai nya karna itu dia membunuh semua keluarga kita dan papa mu juga karna emosi dia membunuh mama Devan dan kakek Devan dan sekarang tante Dita meninggal karna Devan membunuh nya tepat nya dia ingin membunuh mama k"jelas Naila pada Cinta


"Sekarang terserah kamu Cinta mama tidak ingin lagi memaksa mu mama terpukul melihat sahabat mama mati mengenaskan dan melihat Arvin seperti itu jadi mama tidak akan menghalangi mu jika kamu ingin cerai sama Rey mama akan kabul kan"ujar Naila lalu berlalu merangkul Arvin mengajak Arvin pulang Cinta hanya diam mematung di tempat memandangi kuburan keluarga


###


Cinta masuk ke kamar nya untuk mengistirahatkan tubuhnya terlalu banyak peristiwa hari ini dan Cinta tidak percaya yg Devan lakukan entah lah Cinta benar tidak tau harus apa sekarang ini karna binggun mau mencurahkan apa yg di alami pada siapa Cinta memutus kan menemui Tania ya meski Tania asisten Cinta tapi dia bisa di andalkan untuk menjadi sahabat Cinta dalan curhatan


"Minun lah nona"ujar Tania memberikan minuman Cinta meneguknya


"Kedatangan nona ke sini ada apa"tanya Tania duduk


"Aku hanya butuh teman "ucap Cinta meletakkan cangkir nya


"Entah lah aku harus mulai dari mana"ucap Cinta menghembuskan nafasnya kasar


"Saya turut berduka cita atas apa yg menimpa keluarga nona"ucap Tania prihatin


"Sebenernya aku tidak tau harus bagaimana aku mencintai kak Devan tapi meski begitu aku sayang dengan keluarga ku"ujar Cinta lirih Tania menunduk dia tidak berani berkomentar jika menyangkut soal Devan kara terakhir Tania bicara soal Devan Cinta memarahinya


"Katakan yg jujur aku harus apa"ucap Cinta menutup wajahnya bahu nya gemetar menangis Tania mengusap bahu Cinta dengan lembut


"Nona maaf jika saya lancang"ucap Tania membuat Cinta menatap nya


"Rasa cinta itu susah untuk di jelas kan tapi nona saya binggun anda mencintai pak Devan itu cinta tulus apa cinta buta anda menutup semua keburukan pak Devan"ucap Tania


"Bagi saya mencintai itu harus menerima semua tentang orang yg kita cinta baik itu buruk atau tidak tapi dalam mencintai juga kita harus menerima keluarga nya tapi dengan terjadi nya ini pak Devan tidak menerima keluarga nona"jelas Tania membuat Cinta terdiam dia mengingat soal pertanyaan saat iru demi diri nya Devan pun engan melupakan dendam itu


###


Arvin hanya termenung menatap foto mama nya sungguh rasa itu menghancurkan hati Arvin berkali-kali dia menekan rasa sakit nya tapi tetap kebenaran sama rasa sakit itu semakin menyakiti diri nya selama ini mama nya la penyemangat hidup nya menjadi dokter juga kebanyakan mama nya yg menyemangati nya dan mendukung Arvin tapi sekarang penyemangat nya hilang Arvin hancur

__ADS_1


"Kak kak Arvin,Arvin tidak ada di kamar"ujar Naila panik turun menemui keluarga


"Tidak ada"ucap tuan Arthur kaget


"Biar saya yg cari "ucap Rey berdiri


"Emang tau dia di mana"tanya Naila menatap Rey


"Soal rasa sak kehilangan orang tua saya mengalami saya yakin Arvin ada di kuburan mama nya"ujar Rey lalu berlalu karna dia yakin sekali itu dan benar Rey melihat Arvin duduk memegang foto mama nya memeluk lisan mama nya dengan pandangan kosong hujan mulai turun Rey mendekat dan berdiri di samping Arvin


"Saya mengerti apa yg kamu rasa"ujar Rey datar


"Sikap mu ini tidak seharusnya seperti ini"ujar Rey lagi tapi Arvin diam saja


"Pegi saja"ucap Arvin lirih


"Ayo ikut dengan ku"ucap Rey menyeret Arvin secara paksa karna Arvin engan pergi


"lepaskan aku mama aku mau masih sama mama"triak Arvin meraung Rey mengikat tangan Arvin lalu memasukkan nya ke mobil


"Sialan lepaskan aku"triak Arvin menendang mobil saat sampai Rey membawa Arvin lagi dengan paksa meski Arvin memberontak Rey membuka pintu dan mendorong Arvin


"Cih memalukan"ucap Rey sinis dan mengambil sebuah album Rey duduk di depan Arvin dan membukanya


"Di saat umur ku 5 tahun keluarga ku di bantai"ujar Rey membuka foto satu persatu terlihat sangat bahagia lalu ada foto saat tubuh berlumur darah dan gosong


"Ini orang tua ku saat mereka di bunuh "ujar Rey


"Soal rasa sakit aku mengalami nya sama seperti mu belum siap kehilangan merasa tidak adil menuntut hak ku aku benci bernafas aku benci semua tapi paman ku berkata pilihan saat kehilangan itu balas dendam atau melanjutkan hidup aku tidak mungkin melupakan apa yg aku rasa jadi aku memutuskan balas dendam"jelas Rey


"Ketahui lah Arvin aku pernah ada di posisi mu seperti ini tapi dengan menangis sehari setahun atau sepuluh tahun tidak mengembalikan semua nya yg harus kita lakukan menghadapi nya"ucap Rey menepuk bahu Arvin mereka saling memandang Arvin bisa melihat mata Rey yg memerah ada kepiluan itu mereka berpelukan karna sama merasakan rasa sakit


"Ya ampun Arvin kamu baik baik saja"ujar Naila cemas memeluk Arvin yg sudah di ajak Rey pulang


"Iya"jawab Arvin memeluk Naila


"Maaf aku bersikap kekanak-kanakan"ucap Arvin


"Tidak apa tante mama paham apa yg kamu rasa"ucap Naila tersenyum


"Hei kamu terlihat akrab sekali dengan pria cuek itu apa kamu melupakan aku"ujar Satria memukul bahu Arvin


"Aku melihat nya menangis tadi tapi sudah lah nanti aku di pukul oleh nya"ujar Arvin lalu memeluk Satria


"Seperti itu dong"ucap Satria tersenyum mengacak rambut Arvin


"Ganti baju dulu setelah itu kita sarapan"ujar Naila laku Rey dan Arvin menuju lantai atas


"Rey emm boleh aku ikut dengan mu untuk bekerja"ucap Cinta saat melihat Rey masuk ke kamar


"Buat apa"ucap Rey singkat melepaskan baju nya yg basa


"Hanya ingin melihat saja"ujar Cinta


"Membuang waktu saja"ucap Rey masuk ke kamar mandi


"Dia memang menjengkelkan sudah bicara baik baik"kesal Cinta lalu dia turun untuk sarapan

__ADS_1


__ADS_2