Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Gagal nikah


__ADS_3

Karna ruangan Satria lagi di bersih kan karna berantakan ulah Arvin jadi Tania mengobati Satria di ruangan nya Tania enggan mengobati nya tapi ini jam kerja selama jam kerja tanggung jawab bos nya itu milik nya jika Satria kenapa kenapa Tania bisa kena pelanggaran nanti nya.Tania kesal saat Satria terus menatap nya yg mengobati luka di wajahnya


"Sebenci itu kamu pada ku bukan nya kamu memaafkan aku"ujar Satria menatap mata Tania


"Memang benar saya memaafkan mu tapi tidak untuk melupakan apa yg kamu perbuat"ucap Tania tajam


"Meski begitu cinta ku akan melunak kan hati mu itu"ucap Satria memegang tangan Tania yg menekan luka nya


"Aku mencintaimu"ucap Satria menatap mata Tania begitu dalam Tania hanya diam membalas tatapan Satria perlahan Satria mendekat kan wajah nya berniat ingin mencium Tania semakin dekat dekat


Plak


"Bapak jaga batasan"ucap Tania menampar Satria sampai Satria terjatuh


"Tania Tania emang kenapa meski kamu memukul ku asal itu menyentuh tubuh ku terasa kekuatan ku bertambah"ujar Satria cekikikan dia berdiri menarik pinggang Tania


"Aku pantang menyerah aku yakin dengan cinta ku ini kamu nanti akan sangat mencintai ku hati hati setelah menikah takut nya nanti kamu jatuh hati pada ku jadi susah kan Tania "ujar Satria tersenyum


"Lepaskan pak atau saya akan memberi mu sengatan listrik ini"ancam Tania


"Coba saja"ujar Satria tersenyum mencium pipi Tania membuat Tania melotot mengangkat tangannya Satria menghindar


"Bapak sangat kurang ajar sini "geram Tania mengejar mereka terus berkeliling di meja itu


"Hei kenapa kamu marah aku sengaja ehh maksud ku tidak sengaja melakukan itu"ujar Satria cekikikan


"Dasar breksek preman sekolah berandalan sialan"maki Tania terus mengejar Satria lalu Satria berbalik karna lari Tania langsung tidak bisa berhenti alhasil menabrak Satria mereka terjatuh di lantai


"Kamu begitu cantik Tania aku suka semua julukan cinta mu itu"ujar Satria tersenyum membelai wajah Tania


"Atasan sialan"geram Tania berdiri


"Saya akan segera memberi undangan pernikahan saya"geram Tania berlalu Satria terdiam


"Kebersamaan singkat ini sangat membuat ku bahagia Tania tenang saja itu kecupan terakhir untuk ku semoga bahagia selalu "ucap Satria tersenyum


###


Arvin termenung mengingat kejadian semalam Arvin bahagia mendapat kan kesucian Arin ,Arvin senang memiliki Arin bahkan mereka melewati malam yg sangat panjang tapi meski begitu Arvin tidak bisa memiliki hati Arin yg Arvin mau hanya miliki hati Arin tapi itu semua hanya lah angan nya Arvin


"Vin kanu bengong lagi"ujar Arin menepuk pundak Arvin karna tadi di panggil Arvin bengong


"Ehh kamu"ujar Arvin kaget


"Mikirin apa"tanya Arin duduk di samping Arvin


"Tidak"ucap Arvin menatap Arin begitu aneh


"Maaf semalam aku lembur jadi nginap"ucap Arin gugup melihat tatapan Arin


"Bahkan kamu bohong Rin tidak tau kah kamu jika semalam itu aku bukan Satria''batin Arvin


"Iya ngak papa kamu nampak lelah ngak mau istirahat saja di rumah"ujar Arvin membenarkan duduknya


"Tidak aku mau jenguk kamu saja mau makan siang"ucap Arin tersenyum


"Aku ada banyak pasean"ujar Arvin santai


"Istirahat saja kok ngak papa lagian aku masih sibuk''ujar Arvin lagi


"Kamu kenapa sih dari tatapan perilaku dingin banget pada ku kenapa"ucap Arin merasa aneh


"Tidak apa aku lelah banyak pekerjaan menuntut ku"ucap Arvin


"Ya sudah aku pulang"ucap Arin berdiri lalu pergi Arvin menghembuskan nafas kasar

__ADS_1


Tok tok


"Masuk"ucap Arin saat ada yg mengetuk pintu nya


"Permisi dok"ucap nya duduk di depan Arvin


"Kalian orang tua nya Tania kan"ujar Arvin mengingat


"Iya dok"ucap mereka


"Ada keperluan apa"ujar Arvin tersenyum


"Ini dok saya mau konsultasi saya sering pusing dan tidak nafsu makan badan saya juga lemah saya takut nanti punya penyakit serius"ujar ibu Tania


"Saya periksa ya bu mari"ujar Arvin berdiri lalu ibu Tania berbaring di brandar Arvin mulai memeriksa


"Tekanan darah ibu sangat rendah seperti nya darah ibu rendah ini juga stres ibu punya penyakit mag kronis"ucap Arvin


"Iya benar dok"ucap nya


"Ini sangat berbahaya ibu jangan stres lagian kan pendapatan Tania cukup besar lalu apa yg ibu stress kan"ucap Arvin kembali duduk menulis resep nya


"Banyak hal dok saya ini orang tua"ucap nya


"Saya kasih obat ya bu nafsu makan sama obat mag di minum secara rutin keadaan ibu tidak perlu di khawatir kan cuman tekanan darah ibu yg rendah jangan stres"jelas Arvin


"Aghh ibu stres karna Tania mau nikah ya makan nya pusing ngurusin pernikahan Tania jangan lupa mengundang saya bu"ujar Arvin tersenyum


"Itu penyebab saya stres dok anak saya itu gagal lagi nikah nya"ujar ibu nya membuat Arvin menatap nya


"Kenapa"ujar Arvin cepat


"Itu dok karna masa lalu nya yg kelam tidak ada pria yg mau menerima nya secara tulus saya kasihan pada anak saya itu tidak bahagia"jelas nya


"Satria udah tau belum ya jika Tania gagal nikah "batin Arvin


"Terimakasih dok kami permisi"ucap nya lalu pergi


"Kasihan Tania karna masalah itu dia tidak bisa bahagia"gumam Arvin merasa kasihan dengan Tania


###


Menjelang makan malam Satria pulang biasanya Naila menunggu nya karna Naila dan Kenzo lagi mengunjugi tuan Arthur jadi keadaan rumah sepi tidak ada yg rame .Saat Satria membuka kamar Arvin menunggu nya dengan secangkir kopi nya


"Wih enak nih"ujar Satria menyeduh nya


"Ahhh seger"ucap Satria


"Kenapa nih galau lagi belun puas mukulin aku"ejek Satria duduk


"Tidak"ucap Arvin santai


"Benar apa kata mu aku harus ikutin alur nya"ucap Arvin


"Aku mau mengatakan sesuatu itu bukan untuk hubungan ku sama Arin tapi ini adalah kebahagiaan mu makan nya aku lakukan"ujar Arvin


"Apa"ujar Satria sibuk menyeduh kopi nya


"Ternyata Tania gagal lagi nikah nya"ucap Arvin


"Ehh kamu jangan mengejek ku mentang aku tidak bisa bersatu tidak mungkin lah karna Tania sendiri yg bilang akan menikah "ucap Satria jadi kesal


"Ternyata kamu bodoh Satria tadi siang orang tua nya konsultan padaku mereka stress karna mikirin anak tunggal mereka itu yg tidak mendapatkan kebahagiaan mereka juga cerita jika Tania gagal nikah mungkin saja Tania bohong biar kamu tidak mengejar nya dia kan benci pada mu"jelas Arvin


"Benar juga "ucap Satria senyum senyum

__ADS_1


"Terimakasih bro"ucap Satria memeluk Arvin dan bergegas ke kamar mandi


"Semangat amat mau ke mana"triak Arvin biar Satria mendengar


"Berjuang cinta"triak Satria tertawa terbahak-bahak sangking senang nya Arvin hanya menggeleng pelan


Alasan kenapa Satria ke rumah Tania malam malam Arvin sudah katakan dia sengaja meninggalkan resep obat ibu Tania jadi Satria akan berikan itu Satria akan buktikan betapa besar nya cinta nya pada Tania dia akan mengejar Tania sampai Tania tidak bisa menolak,saat ibu Tania membuka pintu Satria langsung mencium tangannya


"Selamat malam tante"ucap Satria tersenyum


"Malam"ucap nya keheranan


"Pak Satria mau ketemu Tania"tanya nya


"Iya tan"ucap Satria semangat


"Siapa bu"ucap Tania membuka pintu lebar sampai membuat Satria hampir terjatuh melihat Tania dengan baju tidur itu di mata Satria dia nampak sangat cantik dan anggun


"Pak Satria mau apa"tanya Tania


"Ahh ini obat tante tadi Arvin lupa mengatakan obat ini tante jaga kesehatan dengan baik"ujar Satria tersenyum menyerah kan obat itu


"Terimakasih pak maaf merepotkan"ucap nya tidak enak


"Tidak bu jangan memangil calon mantu seperti itu panggil Satria sebagai calon mantu yg baik itu sudah kewajiban ku oke"ujar Satria mengedip kan mata nya pada Tania membuat Tania jijik


"Bapak mau ngapain ke sini bukan kah tadi sudah selesai"ujar Tania


"Tania aku ke sini bukan untuk pekerjaan tapi aku ingin ngajak kamu makan malam yg sangat romantis minimal jalan deh"ucap Satria


"Ini pasti ibu bicara sama dokter Arvin"batin Tania


"Emm bapak bawa apa ke sini maaf saya ini tipe wanita matre minimal mobil deh masak iya motor butut itu"ucap Tania melipat tangannya di dada melihat motor terparkir iya Satria membawa motor butut nya tapi itu sangat Satria sayangi


"Jika begitu aku akan berikan semua yg kamu mau asal kamu menikah dulu pada ku"ujar Satria santai


"Di mana mana harus kasih dulu saya perhiasan yg banyak aku mau ambil semua harta mu dan berikan pada saya "ujar Tania sengaja seperti itu biar Satria kabur


"Oke aku setuju saham ku 70 persen dan 40 persen jadi milik mu aku akan telpon pengacara keluarga ku "ujar Satria mengeluarkan ponsel Tania mati kutu panik saat Satria mengeluarkan ponsel nya


"Ighh menjengkelkan"kesal Tania


"Masuk dulu pak"ujar ibu nya Satria masuk lalu duduk melihat sekeliling


"Bapak mu ada"tanya Satria


"Mau apa sih pak buruan pulang saya muak lama lama menatap bapak"kesal Tania


"Kenapa pak Satria"ucap ayah Tania mendekat lalu Satria mengeluarkan kan kotak merah menyerah kan pada ayah Tania


"Aku berniat mau melamar anak bapak ini sebagai keseriusan ku mau menikahi nya nanti syarat selanjutnya akan di penuhi oleh orang tua ku"ucap Satria menatap Tania serius


"Pak Satria kehidupan Tania itu di tangan nya jadi kami tidak bisa memaksa nya"ucap nya


"Lagian maaf ya pak Satria luka yg pak Satria berbuat di masa lalu sangat dalam membuat Tania terluka"ucap nya lagi


"Udah yah usir saja malas lihat nya"ujar Tania berlalu ibu nya meletakkan minuman dan menyusul Tania yg sudah yakin Tania menangis mengingat nya lagi


"Iya pak aku sangat menyesal dan minta maaf sebenarnya aku lakukan terpaksa tidak ada jalan lain menyelamatkan kan mama ku setelah itu aku berusaha mencari Tania untuk bertanggung jawab tapi kalian sudah pergi bahkan aku selalu mencari kalian di rumah lama"jelas Satria


"Aku mencintai Tania bukan karna kesalahan ku tapi aku benar mencintai nya setulus hati ku"ucap Satria serius


"Pak Satria dulu Tania mengalami trauma karna kejadian itu selain dia mendapat kan pelecehan dia juga di bully di sekolah jadi dia trauma yg mendalam kami pindah karna trauma trauma Tania dia 2 tahun bisa normal seperti sekarang dia akan belajar di rumah karna malu dan takut keluar rumah jadi kemarahan Tania sekarang itu menurut saya wajar"ucap nya


"Pak aku mohon aku izin kan aku menikahi Tania aku anji akan menjaga nya sepenuh raga ku membahagiakan nya"ucap Satria serius

__ADS_1


"Saya tidak bisa memaksa kan tapi agar menarik hati Tania saya persilakan asal jangan melewati batas dia terlalu terluka karna itu"ucap nya


"Terimakasih pak aku akan membuktikan nya jika aku serius aku janji akan menjaga Tania"ucap Satria tersenyum senang setidaknya dia mendapat restu dari ayah Tania mereka banyak mengobrol banyak hal


__ADS_2