Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
119


__ADS_3

Rey membiarkan Cinta istirahat di kamar nya setelah dari toilet mereka lanjut di kamar lagi dan Cinta akhirnya merasa lelah dan tertidur Rey tidak langsung tidur dia membersihkan tubuhnya dan bergabung dengan Satria dan Arvin mereka lagi latihan tinju di ring itu badan mereka sudah penuh dari keringat mungkin sudah lama ada di sana


"Udah lama"tanya Rey ikut masuk


"Terlihat segar nih"ucap Satria santai


"Kamu itu udah punya istri masih kepo"ujar Rey santai


"Bagaimana kita latihan tinju bebas biar gimana pun kami mau lampiaskan sesuatu yg akan segera meledak"ucap Arvin tertawa


"Siapa takut kita satu lawan dua"ucap Rey


"Wah meremehkan kita dia"ujar Satria


"Siapa takut"ujar Arvin ambil posisi Rey melepaskan baju dan langsung menyerang mereka bertiga cukup berbakat sesekali mereka terkena pukulan satu sama lain


"Kemampuan kalian oke juga"ujar Rey menyudahi nya


"Ya iya lah kamu tidak tau kisah kami gimana ya ngak Vin"ujar Satria


"Ya benar "ujar Arvin turun dari pertandingan meneguk air putih lalu mengosok badan nya setelah rasa kering dia memakai baju nya sama hal nya dengan Satria dan Rey


"Aduh kita ngapain bosan nih"ucap Satria


"Ayo aku ajak ke suatu tempat"ujar Rey mengajak keduanya


"Wah boleh nih"ujar Satria saat Rey mengajak mereka main bilyard


"Bagaimana yg kalah harus minum alkohol"ujar Rey memberi tantangan


"Oke"ujar ketiganya mereka segera bermain sekali becanda Rey bisa rileks dengan semua ini bergaul dengan Satria dan Arvin yg pecicilan membuat nya tidak tegang


"Kali ini kamu yg kalah Satria"ujar Arvin tersenyum saat Satria kalah


"Baik aku akan minum aku ambil minuman nya"ucap Satria lalu mengambil beberapa minuman


"Ini minum"ucap Satria memberi mereka minuman dan Arvin dan yg lain segera meneguk nya


"Hei kamu menipu bukan kah yg kalah harus minun alkohol kenapa ini rasanya sama seperti kita mabuk dulu"ujar Arvin merasakan itu


"Ya ketahuan dia kena tipu"ujar Satria tertawa meminum minumannya


"Ada ada saja "ujar Rey tersenyum kecil


"Sialan aku akan melenyapkan mu"geram Arvin


"Udah sebagai pria sejati kita minun aja lah"ujar Rey menuang kan alkohol ke cangkir mereka minum tapi Satria tetap meminum minuman dingin nya


"Lihat Arvin mulai mabuk"ujar Rey melihat mata Arvin merah dan terus meneguk minuman keras itu


"Biarin aja kejadian ini akan kembali terulang kita lihat saja"ujar Satria lalu merangkul Arvin yg sempoyongan Rey hanya mengikuti


"Sialan kamu mau bawa aku ke mana"ujar Arvin sempoyongan


"Tidur sana"ujar Satria mendorong Arvin ke kamar sampai Arvin terjatuh


"Hei kamu mau apa hah "ujar Arvin berdiri menggedor pintu nya


"Haha mau menjebak aku ya di sini tidak ada Arin dasar bodoh atau mau aku tidur bersama istri mu itu ya ampun aku bisa mati kamu bunuh iya kan"cerocos Arvin tertawa


"Satria buka pintu nya"ujar Arvin mengedor pintu nya


"Arvin kamu mabuk "ucap Arin mendekat Satria dan Rey dari luar mulai menempelkan telinga mereka


"Wah kamu mau apa di sini"ujar Arvin sempoyongan


"Iss sudah di bilang jangan mabuk kamu nanti nyakitin aku dan anak kita"ucap Arin sedikit takut

__ADS_1


"Haha itu tidak akan aku lakukan sayang karna aku aku apa ha hah aku cinta sama kalian"ujar Arvin tertawa


"Opss aku bilang apa tadi sayang cinta aghh kamu tidak akan peduli itu karna bagi mu semua hanya Satria"ujar Arvin mulai bergumam sendiri


"Aku buat kan minuman dulu"ujar Arin melangkah Arvin menarik tangan Arin memeluk pinggang Arin


"Mau kemana mau ketemu sama Satria dia itu udah nikah udah cukup kamu menyakiti ku jangan menghancurkan kebahagiaan nya"ujar Arin


"Arvin kamu ini ngomong apa sih aku ini wanita terhormat tidak mungkin mencintai suami orang kamu jangan omong kosong"kesal Arin


"Buktinya kamu tidak mencintai ku"ujar Arvin pelan Arin terdiam


"Itu tidak penting yg penting kamu bersama ku sayang"ujar Arvin memeluk Arin


"Sstt ada yg hidup lagi"bisik Arvin


"Apa yg hidup"ujar Arin mengernyit binggun


"Ini ya karna Rey sama Cinta juga"ucap Arvin memegang tangan Arin ke arah celananya


"Ighh jorok"ucap Arin menarik tangannya


"Ssstt aku jadi menginginkan kamu"ujar Arvin mengendong Arin


"Arvin hentikan"ucap Arin menjerit takut berpegang di leher Arvin


"Maaf aku sedikit memaksa mu sayang"ucap Arvin meletakkan Arin dengan pelan


"Tidak ini tidak adil"ujar Arin menahan dada Arvin


"Apa nya tidak adik"ujar Arvin mencium tangan Arin


"Ini tidak adil masak iya hormon setiap pagi ku ingin dia harus aku tahan tapi dia seenaknya menginginkan aku dalam keadaan tidak sadar lagi "batin Arin


"Katakan aku tidak sabar sudah lah kamu lama"ujar Arvin mencium dada Arin membuat Arin mengepal kan tangan menahan nafasnya Arvin menatap Arin


"Sayang ayah janji tidak akan menyakiti kalian oke"ucap Arvin mencium perut Arin lalu melepaskan bajunya


"Ya ampun aku harus bagaimana "ujar Arin duduk tapi Arvin mencium bibirnya Arin terdiam saat merasakan bibir Arvin mulai menjelajahi bibirnya tangan nya mulai kemana mana Arvin sedikit memberontak tapi Arvin memegang kedua tangan nya dan menindih nya mencium bibir itu dengan lembut lama lama Arin tidak menolak membiarkan Arvin melakukan sesuka hati nya tangan Arin mencakar cakar punggung Arvin selain dadanya berdebar Arin merasakan sakit lagi area pribadi nya


"Berhasil lagi kan"ucap Satria tersenyum mendengar suara Arin yg membuat nya panas


"Sudah lah ayo kita istirahat juga"ucap Rey mengajak Satria kembali ke kamar mereka segera pergi


"Tania lagi apa"tanya Satria duduk di samping Tanua yg bersender di kasur


"Main bosan ngak ada kerjaan"ujar Tania lagi main game


"Kasur nya sempit"ujar Satria tersenyum


"Muat untuk dua orang kakak jika mau tidur di lantai boleh"ujar Tania santai masih lokus ke hp nya Satria cemberut


"Tidak boleh ya aku baring di dekat mu sekalian peluk"ujar Satria


"Asal jangan yg macam macam "ucap Tania menatap Satria


"Tidak"ucap Satria lalu berbaring meletakkan kepalanya di pangkuan Tania


"Aku bahagia bisa hidup bersama mu"ujar Satria tersenyum


"Lagi seru jangan ganggu"ucap Tania tidak ingin kalah


"Cium dulu jika tidak aku akan ganggu kamu terus"ujar Satria tersenyum


"Kebiasaan masak iya aku kalah udah 2 jam main"ujar Tania mendarat kan ciuman di kening Satria kembali pokus ke ponsel


"Terimakasih"ujar Satria tersenyum lalu menghadap perut Tania mulai memejamkan matanya Tania pokus saja ke ponselnya karna memang lagi asik main game

__ADS_1


"Eghh pegel juga ternyata"ujar Tania merenggang kan otot nya melirik ke bawah


"Kak Satria emang tampan"gumam Tania menyentuh wajah Satria lalu membenar kan kepala Satria di bantal Tania turun dan ke kamar mandi setelah selesai Tania ikut berbaring memejamkan matanya


####


☀️☀️☀️


Melihat wajah Arin saat bangun tidur itu sudah biasa bagi Arvin dia memegang kepala nya yg terasa pusing Arvin menatap wajah Arin memang dia sering menatap Arin dalam keadaan tidur lama menatap hari ini tidak biasanya Arin menutup tubuhnya sampai ke leher tapi mungkin cuaca nya dingin pikir Arvin dia melihat sesuatu merah di leher Arin menyentuh nya dengan telunjuk nya membuat Arin terbangun


"Maaf menganggu mu tidur tapi ini tanda apa"tanya Arvin serius Arin terdiam mengingat hal semalam kenapa tiba-tiba dia merasa pipi nya panas


"Kamu lupa kejadian semalam"tanya Arin serius


"Ya ampun iya aku terjebak lagi oleh Satria membuat aku mabuk"ujar Arvin duduk seketika dia menyadari jika dia dalam keadaan polos lalu melirik Arin yg bersender menutupi tubuhnya


"Maafkan aku....aku tidak bermaksud menyakiti mu"ujar Arvin menyesal


"Arvin "ujar Arin serius mengigit bibirnya


"Apa ada yg sakit"tanya Arvin


"Aku merasa tidak adil"ucap Arin menatap Arvin


"Tidak adil kenapa"ucap Arvin mulai cemas


"Kamu menginginkan aku dalam keadaan tidak sadar memaksa ku lalu kamu tidak mengizinkan aku menginginkan mu di saat setiap pagi hormon ku menginginkan mu"ujar Arin menatap Arvin sendu


"Apa ,kamu tidak mengatakan itu bagaimana aku bisa menolak"ujar Arvin kaget


"Itu tidak penting lagi "ujar Arin


"Oke"ucap Arvin ingin beranjak


"Arvin"kesal Arin menatap Arvin jengkel


"Kenapa"ucap Arvin binggun


"Kamu itu emang jahat "geram Arin


"Apa salah ku"ujar Arvin binggun


"Kamu nanya apa salah mu"ujar Arin kesal


"Arin katakan jangan seperti ini"ujar Arvin menghadap Arin


"Kamu ngerti ngak sih apa mau ku kamu perhatikan ngak sih sama aku"kesal Arin


"Ngomong itu yg jelas"ujar Arvin binggun


"Arvib aku....."ujar Arin mengigit bibirnya


"Bibir mu kenapa gatal aku lihat tiap pagi kamu mengigit bibir mu"ujar Arvin rasanya Arin langsung menjitak kepala Arvin


"Aku ingin kamu"ujar Arin mendorong dada Arvin


"Sudah cukup aku menahan keinginan anak kita aku tidak kuat menahan nya lagi "ujar Arin menatap bibir Arvin


"Arin katakan saja apa keinginan anak kita aku akan penuhi semua nya"ujar Arvin


"Arin katakan apa mau anak kita"ucap Arvin jadi tidak sabaran sedetik itu mata nya melotot saat Arin mencium bibir nya perlahan Arin mengubah posisi jadi naik di atas tubuh nya


"Kamu tidak mengerti apa maksud aku"ujar Arin memegang tangan Arvin lalu mencium bibir Arvin lagi yg kembali melotot kan mata nya tangan Arvin mengengam erat tangan Arin mata nya terpejam lalu memeluk Arin membalas ciuaman itu menangkup wajah Arin mata mereka bertemu


"l love you Arin"ucap Arvin serius masih memegang wajah Arin


"Pagi ini aku mau meminta hak ku apa kamu mengizinkan nya kita melakukan secara sadar"ujar Arvin lagi dan Arin mengangguk seperti anak kecil Arvin mencium lagi bibir Arin perlahan n membalik kan tubuh nya kembali mencumbu Arin dengan penuh kelembutan Arin kegirangan seperti anak kecil saja senang dan bahagia yg Arvin lakukan pada nya kamar itu kembali terdengar lagi suara mereka bersatu padu adegan panas nya yg mereka buat di pagi hari dengan sadar

__ADS_1


__ADS_2