
Naila memeluk lengan Kenzo karna Kenzo yg minta mereka masuk ke gedung itu penampilan Naila banyak di sorot semua mata tertuju pada nya yg sangat cantik bahkan ada yg melongo dan tanpa sadar saling menabrak karna melihat penampilan Naila membuat Naila salah tingkah tapi karna deheman Kenzo membuat Naila hanya mampu mengerat kan pelukannya jujur dia jadi gugup jika banyak yg melihat nya seperti itu nampak jelas di wajah Kenzo jika dia puas
"Tuan apa emang aku sangat cantik ya mereka menatap kita terus"bisik Naila menatap Kenzo
"Kamu biasa aja semua mata itu tertuju pada ku jadi jangan besar kepala"ucap Kenzo santai
"Kepala ku ngak besar tuan"ujar Naila
"Diam deh jadi kesal jika seperti ini"ucap Kenzo lalu mereka duduk
"Lihat itu bukan kah itu istri tuan Kenzo sih item kok dia malah cantik banget"bisik nya
"Serius awal nya istri tuan Kenzo jelek wah jika begitu ini hal yg sangat luar biasa dia jadi secantik itu"bisik yg lain
"Aduh cantik nya gue jadi meleleh melihat nya"ucap seorang pria
"Lihat siapa yg membawa nya bro nyawa lho mau habis sama tuan Kenzo"ujar yg lain lalu ada gelak tawa
"Tuan Kenzo terimakasih sudah mau datang di acara saya yg kecil"ujar nya menyapa
"Nikmati pesta nya tuan"ujar nya lagi lalu berlalu
"Tuan Kenzo ini sombong sekali orang bicara pada nya tapi dia hanya diam aja"ucap Naila mencibir Kenzo hanya diam meneguk minumannya yg di tuangkan John
"Tuan kenapa yg datang hanya Clara dan nyonya Nandira "ucap Naila melihat kedua nya masuk tidak melihat kehadiran Arvin kemarin juga begitu Naila segera mengambil ponsel nya lalu ingin mengirim pesan pada Arvin
"He he tuan bisa pinjam ponselnya kebetulan internet ku habis dan ngak ada pulsa"ujar Naila menyengir Kenzo sampai menoleh
"Ponsel jadul seperti itu buang aja buat ganjalan mobil"ucap Kenzo merogoh saku jas nya
"Ye ini sangat berarti tuan bukan masa keluar nya tapi sejarah nya"ucap Naila memasukkan ponselnya dan mengambil ponsel Kenzo mengetik nomor Arvin dan mengirim pesan Naila sibuk dengan ponsel sedang kan Kenzo menatap tamu yg ada, dia akan memperkenalkan Naila sebagai istri nya biar semua orang tau Kenzo juga melihat wanita yg pernah merendahkan Naila saat itu Kenzo merangkul Naila
"Sial kenapa dia jadi sangat cantik"ujar nya tidak percaya melihat Naila dan Kenzo menunjuk kan senyum puas nya
"Ohh kak Arvin ada kerjaan di luar kota syukur deh aku kira dia sakit"gumam Naila lega
"Tuan ponselnya terimakasih tuan kejam"ucap Naila menyengir
"Mulut nya ini berani sekali mengejek ku"ujar Kenzo ingin menyentil bibir Naila tapi dengan cepat Naila memegang jari Kenzo
"Tuan ngak enak di lihat lagian tuan ngak pernah rasain nya sakit tau"ujar Naila
"Oke semua "ujar Nandira naik panggung ada juga Clara
"Saya mau kenal kan anak saya yg hilang sudah di temukan dia ada Clara"ujar Nandira menepuk bahu Clara
"Dan juga saya mau mengumumkan jika Clara akan segera menikah dengan Kenzo Mahendra"ujar Nandira lagi tersenyum semua mulai berbisik ada sebagian yg tau jika Kenzo sudah nikah karna Kenzo sering mengajak Naila ke pesta
"Kami telah menyusun pertunangan mereka Kenzo juga telah setuju mohon kehadiran nya semua"ujar Nandira tersenyum Kenzo berdiri
"Ayo ikut dengan ku"ujar Kenzo pada Naila dengan cepat Naila memeluk lengan Kenzo yg ternyata Kenzo menuju panggung
"Perhatian"ucap Kenzo
"Di sebelah saya adalah seorang wanita nama nya Naila Salsabila dia ada istri dari Kenzo Mahendra sekarang maupun nanti hanya dia istri nya Kenzo dan mengenai pertunangan itu bukan saya yg mau tapi mama saya mungkin nanti Clara akan di nikahi tuan Mahendra karna saya tidak ingin menikah lagi"ujar Kenzo santai membuat ada yg tertawa dengan ucapan Kenzo
"Kenzo kamu apaan"ucap Nandira marah
"Tante yg apaan sudah saya bilang saya tidak suka pada anak tante ini resiko tante sendiri "ujar Kenzo datar
"Istri saya cantik bukan dan dia pantas di samping saya terimakasih "ucap Kenzo dan turun dari panggung karna dia merasa puas malam ini
__ADS_1
"Tuan kita mau pulang "ujar Naila melihat mereka keluar dari gedung
"Iya"ucap Kenzo
"Tuan tunggu di mobil dulu saya mau ada perlu di tokoh sebelah sana hanya sebentar kok"ujar Naila
"Yg cepat"ujar Kenzo ,Naila segera pergi
"Dia ngapain "gumam Kenzo penasaran lalu menyusul Naila karna Kenzo sudah memasang alat pelacak di ponsel Naila saat Naila keluar dari apotik kecil itu membuat Kenzo marah besar dia segera menghampiri Naila
"Kamu ngapain di sini"ucap Kenzo dingin membuat Naila kaget
"A...aku aku hanya beli"ucap Naila gugup
"Sudah aku bilang kamu berhenti mengkonsumsi pil pencegah kehamilan ini kamu ngeyel ya mau aku hajar kakak mu hah "teriak Kenzo merampas kresek itu lalu menghempaskan nya
"Bukan begitu tuan"ujar Naila cepat
"Kamu dengar ya Naila jika aku mengatakan kamu harus hamil berarti harus hamil jika kamu masuk saja melakukan ini aku benar akan membunuh mu kamu tidak tau terimakasih sama sekali"ucap Kenzo marah lalu berlalu
"Hah padahal aku tidak membeli pil itu"gumam Naila mengambil pil yg berserakan
"Aghh sial"geram Kenzo meninju mobil nya kesal Kenzo bersender di mobil mengusap wajah nya kasar sambil menunggu Naila karna rasa marka Kenzo meninggal kan Naila
"Maaf tuan nona Naila lagi ngapain kenapa lama sekali balik nya"ujar John melirik jam nya
"Iya juga"ucap Kenzo baru menyadari nya Kenzo kembali lagi ketempat itu tapi dia tidak menemukan keberadaan Naila hanya menemukan pil itu berserakan
"Kemana dia"ujar Kenzo lalu mengambil ponsel nya melihat lokasi Naila tapi tempat itu menjauh ke arah nya Kenzo berlari kecil kembali ke mobil
"John ikuti lokasi Naila"ujar Kenzo memberi kan ponselnya John segera masuk mobil bersama Kenzo mengikuti arah Naila setelah menuju lokasi Naila mereka sampai Kenzo keluar dari mobil ada dua sisi jalan
"Sial ini pasti ada yg ingin menculik nya"ucap Kenzo kesal
"John kamu kearah sana dan saya ke arah sana"ucap Kenzo berpencar, keduanya segera berpencar
"Ini sepatu Naila"gumam Kenzo memungut sepatu itu dan Kenzo menatap ke depan ada papan bertulisan area terlarang hutan kematian Kenzo mengepal kan tangan dia tau cerita dari ayah nya soal hutan ini karna dulu tuan Arthur terjebak di hutan ini sampai di temukan tewas karna masuk ke hutan itu yg kata nya penculik nya meletakkan putri nya di sana
"Naila"ucap Kenzo melepas kan jas nya tanpa berkata Kenzo segera masuk ke hutan itu berlari dengan memanggil Naila
Sedangkan Naila pingsan tergeletak di tengah hutan tadi pada saat dia ingin memungut pil itu ada yg memukul kepala nya sampai pingsan.Perlahan Naila bangun merasakan kepalanya berdenyut Naila mendesis merasakan sakit di kaki nya karna sepatu hell nya saja sudah hilang entah kemana
"Dimana aku"gumam Naila melihat keadaan hutan itu sangat lebat oleh pepohonan Naila binggun memulai arah mana Naila berjalan saja lama berjalan Naila melihat sesuatu di pohon Naila mendekati nya ada sebuah dompet Naila penasaran lalu mengambil nya dan membuka nya dompet itu sudah usang tapi ada foto anak kecil yg sangat mirip dengan nya dan identitas nya bernama Arthur ternyata dompet itu milik ayah nya
"Ini milik ayah"ucap Naila meneteskan air mata nya mengecup dompet itu Naila mendengar suara langkah Naila segera menoleh dan orang itu memegang tangan nya orang itu berpenampilan kacau banyak rambut yg tumbuh
"Ada teman baru"ujar nya tertawa
"Lepaskan aku"ucap Naila memberontak
"Tolong "ucap Naila panik
"Sstt jangan berteriak atau raja hutan akan menerkam mu"ujar nya menyeret Naila
"Tolong lepaskan aku"ujar Naila panik terus berteriak lalu tiba-tiba pria itu terpental dan Naila terjatuh
"Aghhh jangan aghh"triak nya kesakitan Naila berdiri ternyata harimau memakan pria itu mencabik tubuh pria itu harimau itu sangat besar Naila meneguk ludah Naila lari tapi ternyata harimau itu tidak sendiri ada yg lain dan mengejar Naila
"Tolong"triak Naila sekuat tenaga tapi dia kalah cepat harimau itu malah menjatuhkan Naila membuat Naila terjatuh
"Hewan yg paling kuat tolong jangan makan aku cukup tuan Kenzo saja menyeram kan"ucap Naila ketakutan harimau itu melompat ingin menerkam Naila
__ADS_1
"Aghhh"triak Naila memejamkan mata nya
Bugh
"Kok ngak sakit"ujar Naila membuka mata nya ada Kenzo yg berdiri di depan nya sedang kan harimau itu terjatuh Naila berdiri bersembunyi di belakang Kenzo
"Tidak tau aja kamu hewan bodoh jika dia istri nya Kenzo selama ada Kenzo kamu pun tak bisa menyakiti nya"ujar Kenzo menatap harimau itu tajam karna dia tau hewan di depan nya tidak bisa di anggap remeh tapi dia akan melawan nya untuk menyelematkan Naila
"Bersembunyi"ucap Kenzo pada Naila segera Naila menepi ke pohon harimau itu berlari menerkam Kenzo tapi Kenzo mengelak harimau itu pun tidak menyerah ingin menerkam Kenzo lagi tapi Kenzo mengelak harimau itu pun menerkam Kenzo sampai Kenzo terjatuh di cengkram harimau itu Kenzo memukul nya tapi cakaran harimau itu jauh lebih kuat Kenzo terdesak
Bugh
"Tuan ayo"ucap Naila memukul harimau itu Kenzo segera berdiri lalu mengengam tangan Naila mereka lari merasakan harimau itu mengejar Kenzo melihat sekeliling melihat tempat persembunyian
"Ayo naik"ucap Kenzo berjongkok di depan pohon biar Naila bisa Naila
"Tapi tuan"ujar Naila ragu
"Cepat"bentak Kenzo Naila menginjak bahu Kenzo lalu naik lumayan tinggi lalu Kenzo ikut naik mereka bersembunyi di atas pohon saat ada harimau Naila sangat takut Kenzo melihat pergerakan harimau itu yg mengaum di sekitar pohon
"Sstt"desis Kenzo menoleh ternyata Naila menyentuh bahu Kenzo yg di cakar harimau
"Tuan kita harus cepat keluar tuan terluka ini sangat bahaya"ucap Naila
"Tidak apa"ujar Kenzo karna tadi harimau itu mencakar bahu dan punggung Kenzo bisa Kenzo rasa kan rasa nyeri nya
"Jika nanti tuan ikut berubah jadi manusia harimau bagaimana aku ngak mau punya suami manusia jadi jadian"ujar Naila cemas
"Manusia harimau"ulang Kenzo menatap Naila
"Iya kayak di film film"ujar Naila menjelaskan
"Kebanyakan nonton film"ujar Kenzo kembali pokus ke harimau nya
"Tuan pegel berjongkok di atas pohon ini harimau itu malah enakan duduk nungguin kita"ucap Naila merasa tidak kuat
"Apa pun yg terjadi kamu diam di sini jangan turun"ucap Kenzo lalu melompat turun harimau itu berdiri Kenzo menatap harimau itu sama tajam nya dan Kenzo lari melawan harimau itu kedua nya sempat berguling Kenzo memukul rahang harimau itu dan memukul nya lagi tepat di jantung nya dan seketika harimau itu terkapar tidak bergerak bersamaan Kenzo terjatuh karna harimau itu juga mencakar leher nya melihat itu Naila turun
"Tuan Kenzo"ucap Naila panik mendekati Kenzo memampa Kenzo yg lemah dengan nafas memburu
"Tuan makin terluka"ujar Naila panik
"Kita harus segera pergi ayo"ucap Kenzo berjalan dengan lemah karna dia tau nanti nya akan ada harimau lain nya sebelum mereka mati begitu saja mending mereka kabur
"Aku capek istirahat sebentar"ujar Kenzo bersender di pohon Naila ikut duduk
"Tuan tempat apa ini"tanya Naila
"Ini nama nya hutan kematian ayah pernah cerita soal hutan ini sangat berbahaya belum ada yg bisa keluar hidup hdup dulu juga tuan Arthur pernah terjebak di sini karena saat putri nya hilang karna diri nya ada yg memberi tau nya jika putrinya ada di sini makan nya dia masuk tapi setelah satu minggu hilang tuan Arthur di temukan tewas di tempat yg sangat jauh jadi jalan keluar nya mungkin jauh"jelas Kenzo membuat Naila terdiam berarti ayah nya meninggal di dalam hutan ini hanya ingin bertemu dengan nya berarti dia di culik,ada yg mendesis membuat Naila dan Kenzo menoleh ternyata ada ular yg berbisa merayap di lengan Naila membuat Naila ketakutan
"Tuan aku takut"ujar Naila menangis dia sampai gemetaran ketakutan Kenzo melihat nya mengerakkan jari nya tapi marah ular itu makin mendesis Kenzo menutup leher Naila pada saat ular itu mematok nya
"Aghhh"Kenzo berteriak kesakitan memegang tangannya
"Tuan Kenzo"ucap Naila panik melihat luka di tangan Kenzo,Naila menarik dasi Kenzo lalu mengikat tangan Kenzo dan mengeluarkan racun itu tapi Kenzo sudah lemas hampir pingsan
"Tuan tuan"ucap Naila menepuk wajah Kenzo
"Aku aku merasa kedinginan"lirih Kenzo pelan
"Tuan tunggu di sini aku cari obat dulu"ujar Naila lalu lari siapa tau nanti ada daun yg bisa di jadikan obat untuk mengurangi racun ular itu dan mengobati luka bekas cakaran harimau itu
__ADS_1