
Cinta menggeliat pelan membuka mata dengan sayu menatap Rey yg tertidur Cinta membuka mata nya sempurna saat mereka masih polos Cinta berdiri memungut pakaian nya segera memakai nya saat Cinta berbalik melihat Rey yg ternyata sudah bangun Rey beranjak mengambil pakaian nya Cinta mengambil tisu di tas nya menuju sofa membersihkan sofa yg masih ada bekas mereka tadi Cinta membersihkan dengan cepat membuang nya di sampah lalu menekan alat otomatis untuk mengharumkan ruangan Cinta mendekati Rey membantu Rey mengenakan kancing kemejanya
"Rey aku lapar banget kita makan dulu ya"ujar Cinta bergelut di leher Rey
"Tidak saya mau balik ke rumah sakit"ucap Cinta
"Ayo lah Rey ngak kasihan apa pada ku yg kelaparan kamu gitu sih sudah aku izinkan tidur dengan ku tapi tidak ingin mengabulkan permintaan ku"ujar Cinta memaksa
"Cih menjengkelkan kamu menyita waktu saya"ujar Rey melangkah
"Ihh Rey ayo makan di kantin aja lagian ini udah makan siang kamu juga belum makan ayo"ujar Cinta menarik tangan Rey menuju kantin kantor
"Nah itu ada juga Satria ayo"ucap Cinta lalu bergabung pada Satria yg duduk
"Ngapain sih kalian di ruangan menunda semua pekerjaan ku"geram Satria saat kedua nya duduk
"Idih yg jomblo mau tau aja"cibir Cinta memangil pelayan
"Aku bertanya serius apa Rey menyakiti mu"ujar Satria menatap Rey datar
Bugh
"Pertanyaan nya itu terasa aneh aku yakin saat pintu ngak bisa di buka kamu sudah memakai alat sadap "ujar Cinta memukul kepala Satria
"Iya tapi kenapa kak Cinta bersuara seperti itu"ujar Satria penasaran
"Ya ampun Satria kamu ini oon banget sih sudah pernah kan tidur dengan gadis pujaan mu tau suara nya seperti apa cih kamu membuat ku malu saja"ucap Cinta kesal menatap Satria
"Hehe iya ya kenapa aku jadi bodoh"ujar Satria menyengir
"Mau pesan apa Rey"tanya Cinta lalu menulis di menu dan memberi kan pada pelayan
"Rey kita jalan sebentar ya"ujar Cinta menatap Rey
"Tidak saya sibuk"ujar Rey cepat
"Sebentar saja Rey"ucap Cinta memelas ini bahkan makan pertama mereka di luar Rey tidak pernah jalan sama Cinta
"Saya sibuk kamu mengerti ngak sih''ujar Rey geram
"Kak udah janji lho mau bantu aku"ujar Satria mengunyah makanannya
"Iya iya"ucap Cinta mulai makan karna makanannya sudah sampai
###
Rey sudah berada di rumah sakit nya membaca laporan pasean nya tiba-tiba Rey termenung mengingat semua perkataan Cinta,Rey berdiri lalu menuju jendela karna memang ruangan Rey di lantai atas
"Apa cinta benar serius dengan perkataan nya"gumam Rey memasukkan tangannya di saku celananya
"Hah mungkin ini saat nya aku kembali"gumam Rey lalu membereskan semua laporan nya Rey mengambalil tas nya
"Arvin"panggil Rey
"Iya ada apa Rey ini belum waktu nya pulang"heran Arvin menatap Rey membawa tas kerja nya
"Ini semua laporan pasean saya sepertinya saya akan berhenti bekerja di sini saya mau mencari hal baru"bohong Rey
"Ohh seperti itu sayang banget jika seperti itu padahal aku membutuhkan orang seperti mu Rey tadi ya aku tidak bisa memaksa karna kamu di sini juga bukan kontrak kerja"ujar Arvin
__ADS_1
"Saya pergi "ucap Rey meletakkan berkas itu lalu pergi
"Rey mau kemana mendadak seperti itu"gumam Arvin mengankat bahu nya lalu kembali kerja
Rey mengemas barang nya di kamar mengambil semua baju dan barang yg dia tinggal kan di sana setelah itu Rey menelepon seseorang setelah yakin dapat tiket pesawat Rey keluar membawa koper nya
"Lho Rey mau kemana"tanya Naila heran
"Saya harus pergi "ucap Rey serius
"pergi "ujar Kenzo berdiri karna dia ada di ruang tamu
"Ya saya rasa apa yg saya lakukan sudah cukup jadi anggota keluarga ini saya punya kehidupan tersendiri jadi saya mau mengakhiri ini semua tuan Kenzo sudah mengizinkan saya bisa pergi kapan saja"ujar Rey serius
"Ya benar itu tapi apa kamu sudah memberi tau Cinta biar gimanapun Cinta istri kamu"ujar Kenzo serius
"Tidak perlu memberi tau Cinta yg dia butuh kan bukan saya tapi pria lain jadi pergi ngak nya saya itu sama saja"ujar Rey datar
"Tapi jika Cinta mencintai mu bagaimana Rey"ujar Naila cemas dengan anak nya
"Tidak mungkin secepat itu apa lagi hubungan mereka baru beberapa bulan berjalan baik aku yakin cinta masih cinta sama Devan secara hubungan mereka terjalin sangat lama"ucap Kenzo
"Iya benar itu"ucap Rey
"Saya pamit"ujar Rey lalu melangkah pergi
"Ck kenapa hati ku tidak tenang"gumam Naila gelisah lalu dia mengirim pesan pada Cinta bahwa Rey akan pergi menuju bandara
Cinta yg masih di ruangan kerja pokus pada laptopnya karna lagi membaca salah satu proposal perusahaan, ponselnya berdering Cinta mengalihkan pandangannya dari mama nya takut penting Cinta mengambil ponselnya dan dia membaca pesan itu tiba-tiba seakan jiwa Cinta hilang kemana Cinta berdiri bertanya arah Rey mau kemana Naila bilang Rey belum lama pergi langsung saja Cinta lari mengambil kunci mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi
"Rey kamu mau kemana"gumam Cinta gelisah saat persimpangan Cinta melihat mobil yg sering di pakai Rey langsung saja Cinta menyalip mobil itu dan segera keluar
"Apa kamu sudah gila hah"sentak Rey kesal saat melihat Cinta
"Istri heh"ujar Rey sinis
"Saya tidak pernah menganggap kamu sebagai istri saya"ujar Rey santai
"Breksek"geram Cinta mengcengkram baju Rey
"Pagi tadi kamu menikmati tubuh ku Rey"geram Cinta
"Udah lah Cinta kita sama sama menikmati itu semua bukan kan sudah saya katakan jika kamu tidak suka kamu bisa menolak"ujar Rey menepis tangan Cinta
"Rey ku mohon jangan tinggalkan aku"lirih Cinta
"Saya tidak ingin terikat pada siapa siapa lagian pernikahan ini ada karna balas dendam sisa nya nanti saya bisa sendiri menangani itu semua"ujar Rey
"Rey jangan tinggalkan aku"ujar Cinta memeluk Rey
"Aku Cinta sama kamu Rey aku.....aku tidak bisa hidup tanpa mu"ucap Cinta meneteskan air mata nya
"Please jangan tinggalkan aku"lirih Cinta
"Kamu mau minta apa akan ku berikan semua nya"ucap Cinta memegang wajah Rey
"Kamu tidak lebih dari jala** saya kamu mengerti cinta mu itu pembawa sial untuk saya kamu jangan pernah dekat sama saya"ujar Rey mendorong Cinta
"Rey"triak Cinta memeluk Rey lagi
__ADS_1
"Please apa kamu tidak percaya dengan cinta ku aku sangat mencintai mu jangan tinggalkan aku Rey bagaimana aku bisa menjalani hidup tanpa mu kamu menyita semua nya dari ku membuat aku ketergantungan"ucap Cinta menangis
"lepas "bentak Rey mendorong Cinta lalu berjongkok
"Sudah saya katakan kapan saja saya bisa mencampakkan mu dan sekarang saya tidak sudih hidup bersama wanita seperti mu suka menggoda pria sama saja seperti jala** tidak lain sampah"ucap Rey mengcengkram dagu Cinta
"Jangan pernah mengusik hidup saya karna kamu sama seperti duri bagi saya"ucap Rey sinis dan berdiri
"Rey"lirih Cinta memeluk kaki Rey
"Jangan tinggal kan aku....aku aku bisa mati"lirih Cinta tidak henti menangis
"Jika begitu mati saja itu lebih bagus"ujar Rey menarik kaki nya dan masuk mobil melaju kan mobil nya
"Rey"triak Cinta tapi mobil itu melaju Cinta masuk mobil lagi melaju mengejar Rey
"Rey tunggu aku mau ikut"teriak Cinta lari masuk ke bandara tapi di tahan satpam
"Nona tidak boleh masuk"ujar nya menahan Cinta
"Lepaskan pak saya mau masuk"teriak Cinta
"Tidak bisa nona jika anda ingin masuk harus menyerahkan tiket"ucap nya
"Tiket"ucap Cinta dia meninggalkan tas nya tadi karna terburu tapi sayang pesawat Rey sudah terbang hancur sudah perasaan Cinta dia melangkah dengan kehancuran masuk mobil menangis tersedu di sana
"Rey kenapa kamu meninggalkan aku apa salah ku"lirih Cinta menyeka air mata dia kembali mengendarai mobil nya
###
Cinta termenung duduk di kasur hampa rasanya tanpa Rey sepi rasanya kehidupan Cinta tidak ada perdebatan mereka lagi tidak ada suara Rey yg dingin Cinta kembali menangis hati nya benar sakit tanpa Rey.Cinta membasuh wajah nya turun ke bawah bermaksud bicara pada papa nya
"Kak kemarin kemana pergi tanpa izin"ucap Satria mereka lagi sarapan melihat Cinta yg duduk
"Pa kapan Rey akan kembali"tanya Cinta berusaha tenang mengambil sarapannya
"Sepertinya tidak akan kembali karna dia kayak nya akan tinggal lama di kota nya semalam juga paman nya menelpon kata nya Rey mau mengajukan gugatan cerai"jelas Kenzo santai,tanpa sadar Cinta mengcengkram sendok itu
"Meski kamu nanti sudah pisah sama Rey kamu jangan berani kembali pada Devan karna papa tidak pernah akan setuju akan hal itu"ucap Kenzo memperingati tanpa kata Cinta berlalu Cinta bersender di pintu kamar nya memukul dada nya yg terasa sesak menangis tersedu
"R. ..Rey a..apa kamu benar membenci ku tidak ingin hidup bersama ku kenapa kamu pergi aku merindukan mu"ucap Cinta sesegukan membentur kan kepala nya ke lantai rasa putus asa terlihat jelas di wajah Cinta dia berjalan pelan menuju meja rias duduk di sana menatap wajah nya biasa nya Rey sudah sewot pada nya jika Cinta duduk di meja rias tapi ini hanya ada kesunyian
"Tidak tidak aku tidak sanggup tanpa Rey tidak aku tidak bisa"triak Cinta menendang meja rias itu
"Aghhh Rey"triak Cinta menangis dengan frutasi Cinta meraih pisau kecil itu lalu menuju kasur Cinta berbaring memiringkan tubuhnya ke arah Rey sering berbaring
Sret
Tanpa ragu Cinta menyayat pergelangan tangannya dia meletakkan tangan nya di arah bantal Rey perlahan memejam kan mata nya berharap penderitaan nya menghilang tanpa ada nya Rey
Karna takut Cinta sakit karna tidak sarapan Naila menuju kamar Cinta mengetuk beberapa kali tidak ada jawaban sama sekali Naila membuka pintu nya tidak di kunci Naila melihat Cinta berbaring di kasur mendekati Cinta
"Cinta jangan di pikir kan apa yg papa mu katakan papa mu hanya ingin yg terbaik untuk mu"ujar Naila mengelus bahu Cinta dia menghadap Cinta mengelus kepala Cinta mengecup nya pelan Naila memicingkan matanya melihat bercak darah di selimut Naila mengibaskan selimut nya sampai dia terjatuh karna kaget melihat kasur itu penuh darah
"Cinta"pekik Naila dengan insting dokter nya Naila mengambil kain membalut pergelangan tangan Cinta memeriksa denyut jantung Cinta
"Bertahan nak"ucap Naila panik lari ke bawah
"Pa papa"teriak Naila lari
__ADS_1
"Cinta Cinta dia mengakhiri hidupnya"ucap Naila panik
"Apa"ucap semua segera mereka menuju ke lantai atas melihat keadaan Cinta untuk menyelematkan Cinta