Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Menyiapkan pernikahan


__ADS_3

Kenzo menunggu Naila pulang dia sudah menyiapkan cincin nya di saku celananya menyiapkan kata kata nya karna ini kali pertama Kenzo memberi wanita hadia paling wanita itu belanja bersama nya tapi kali ini beda Kenzo memberi kan nya sendiri, Kenzo berdiri di depan cermin mengeluarkan kotak cincin nya berbicara sendiri


"Ehmm ini untuk mu"ucap Kenzo bicara sendiri


"Apaan sih kayak aneh"ujar Kenzo berfikir kata kata apa yg harus dia kata kan nanti


"Emm Naila ambil lah ini aku beli kan cincin untuk mu"ucap Kenzo


"Nanti dia besar kepala lagi"ujar Kenzo lagi


"Nai aku punya hadia aku rasa cincin ini sangat cocok untuk mu"ujar Kenzo dia senang menemukan kata kata yg pas


Cklek


"Tuan Kenzo ngapain di depan cermin"ujar Naila masuk seketika kata kata yg di rangkai Kenzo menghilang begitu saja


"Bodoh kenapa bisa lupa"gumam Kenzo


"Ini cermin ku terserah ku mau memakainya apa tidak"ujar Kenzo melipat tangannya di belakang menyembunyikan kotak cincin nya


"Iya sih"ujar Naila berdiri di depan cermin


"Minggir tuan aku merasa capek "ujar Naila lalu duduk membersihkan wajahnya


"Emm aku punya sesuatu untuk mu"ujar Kenzo meletakkan kotak cincin itu di depan Naila


"Apa ini tuan"ujar Naila penasaran lalu membuka nya


"Wah bagus banget ,untuk ku"ujar Naila antusias dia langsung jatuh hati pada cincin itu


"Iya kamu suka"ujar Kenzo senang melihat keantusiasan Naila


"Iya tuan ehh tapi ada mau apa ini memberi ku hadia"ujar Naila curiga


"Tidak ada aku hanya ingin memberi mu cincin ganti cincin yg dulu ini mahal lho "ujar Kenzo


"Iya aku tau karna tuan membeli sesuatu melihat dari harganya "ucap Naila


"Ehh tuan dari yg aku lihat di drakor ya jika pasangan nya memberi hadia itu di pakai kan dong "ujar Naila tersenyum setidaknya Kenzo mewujudkan rasa Naila saat punya pasangan


"Mari"ujar Kenzo mengambil cincin nya lalu memakai kan nya Naila dengan semangat mengambil juga cincin nya dan memakai kan pada Kenzo


"Bentar dulu tuan"ujar Naila mengambil ponsel lalu mengengam tangan Kenzo mengambil foto kedua cincin itu


"Wah cantik banget "ujar Naila takjub Kenzo senang melihat nya Kenzo memegang dagu Naila


"Aku akan melakukan apa saja agar bisa melihat wajah ini"ujar Kenzo tersenyum kecil


"Apa tuan"ucap Naila memastikan


"Tidak aku mengatakan jaga cincin nya dengan baik karna ini mahal"ujar Kenzo cepat


"Pasti tuan"ujar Naila tersenyum Kenzo memegang dagu Naila lalu mencium bibir Naila sudah lama Kenzo tidak melakukan nya Naila hanya diam saja jujur saat Kenzo mencium nya Naila tidak tau harus melakukan apa


"Ehmm tuan geli"lirih Naila saat Kenzo memberikan kecupan di leher Naila sampai berpegang di kursi


"Satu kali lagi peluk leherku atau aku tidak akan melepaskan mu"ujar Kenzo datar

__ADS_1


"I...iya tuan"ujar Naila patuh tangannya melingkar di leher Kenzo seketika Kenzo memberi kan kecupan lagi dengan mesra


"Aku ke kamar mandi dulu tuan"ujar Naila lalu berlalu


"Aku selalu berdebar "gumam Kenzo menyentuh dada nya jantung nya yg berdebar lalu tersenyum kecil


🌙🌙🌙


Mereka lagi makan malam bersama Naila hanya diam karna mereka membahas masalah pernikahan Kenzo dan Clara ya Naila mau bicara apa membantah juga jujur dia ingin segera lepas dengan Kenzo setuju dan ikut merencanakan pasti di curigai hal yg tidak tidak jadi buat apa Naila berpendapat soal pernikahan ini mending dia diam saja


"Naila saya harap kamu tidak menggagalkan rencana ini"ujar Sakira menyakinkan Naila mengangguk dan tersenyum dia teringat perkataan Ririn jika Naila hanya menunggu kematian keadaan Naila juga semakin memburuk sepanjang hari apa Naila masih bisa hidup ke depannya melihat Kenzo menikah dia terlalu memaksa kan tubuh nya


"Ya benar jika kamu menggagalkan rencana ini saya tidak segan akan membunuh mu"ujar Nandira menatap Naila


"Tidak usah repot-repot nyonya karna umur manusia itu sudah di tentukan "ujar Naila tersenyum Kenzo menoleh ke arah Naila


"Apa maksud perkataan mu"ujar Kenzo datar dan Naila hanya mengeleng pelan


Setelah makan malam tuan Mahendra menemui Naila untuk bicara,Naila duduk di belakang rumah bersama tuan Mahendra mereka berbicara santai


"Naila kamu tau kan beberapa hari lagi Kenzo akan menikah"ujar tuan Mahendra serius


"Iya ayah aku ngerti kok aku juga tidak akan menuntut apa apa sebenarnya aku juga mau lepas dari tuan Kenzo tapi dia ngak mau melepaskan aku soal hutang itu juga bukan kakak ku yg buat dia hanya di jebak"ujar Naila serius


"Soal hubungan mu dengan Kenzo ayah ngak ikut campur karna Kenzo jika menyukai sesuatu jika tidak bisa dia dapat maka semua keadaan akan memburuk dia akan melakukan segala cara lagian ayah lihat Kenzo tidak terlalu menyakitimu jadi ayah minta kamu tetap di sisi Kenzo"ujar tuan Mahendra


"Kenzo emang pria dingin dan datar karna semasa dia kecil ayah dan mama selalu bilang pada nya jika nanti Kenzo lah yg mewarisi harta semua ini dan dia harus merasa pantas akan hal itu makan nya dia selalu belajar tidak memikirkan apa apa soal jatuh cinta aja dia belum merasakan nya"jelas tuan Mahendra


"Lalu wanita bernama Dela itu "tanya Naila penasaran


"Aku merasa kan jika Dela itu punya niat buruk terhadap keduanya tapi apa ya"batin Naila


"Jadi ayah harap kamu bisa menerima Clara nanti nya"ujar tuan Mahendra


"Iya ayah aku tidak akan memaksa tuan Kenzo dan menuntut nya"ujar Naila tersenyum


"Ya sudah kamu istirahat sana sudah malam"ujar tuan Mahendra,Naila berdiri lalu pergi menuju kamar nya


"Emm tuan Kenzo"ucap Naila saat masuk kamar melihat Kenzo hanya memain kan tablet nya


"Tuan Kenzo kan mau nikah lagi nih"ujar Naila mendekati Kenzo


"Lalu"ujar Kenzo santai


"Apa tuan Kenzo ngak ada niat gitu melepaskan aku maksud ku kan nanti Clara yg gantikan aku dia juga segalanya di atas ku"ujar Naila hati hati Kenzo menatap Naila dengan dingin


"Apa kamu siap kehilangan kakak mu"ucap Kenzo datar


"Maksud tuan Kenzo"ujar Naila binggun


"Kamu berani mengatakan itu lagi aku benar akan membunuh kakak mu , terserah aku mau melepaskan kamu atau tidak"ucap Kenzo datar lalu berlalu ke ruang kerja nya


"Dasar tuan gila dia itu suka sekali mengancam suka sekali marah bicara baik baik apa salah nya"gerutu Naila lalu berbaring di lantai karna dia akan tidur


☀️☀️☀️


Naila bersiap akan berangkat ke rumah sakit Kenzo juga sudah berangkat kerja setelah sarapan tadi saat Naila turun dari tangga tiba tiba tas yg di pegang Naila terjatuh karna penyakit nya kambuh lagi penglihatan Naila kabur kepalanya berdenyut Naila memejamkan matanya di saat itu Nandira memegang lengannya tapi Naila tidak tau siapa itu

__ADS_1


"Lepas kan tangan ku"lirih Naila menahan sakit di kepalanya


"Dasar pencuri "teriak Nandira menggelegar masih saja dia menganggu Naila


"Nyonya lepaskan tanganku"lirih Naila


"Wanita miskin kamu itu pencuri aku tidak akan melepaskan mu aku akan melaporkan kamu ke polisi"ujar Nandira geram


"Nandira ada apa lagi masalah mu tidak habis dengan Naila"ujar Sakira malas


"Lihat dia maling dari mana dia dapat cincin semahal ini atau dia maling punya ku atau punya kamu"ujar Nandira menunjuk jari Naila


"Aku tidak melakukan itu cincin ini punya ku"ujar Naila cepat


"Kamu kira aku bodoh hah cincin ini nilai nya ratusan juta kamu mana bisa membelinya "ujar Nandira,Naila tidak kaget itu karna Kenzo memberi kan nya sudah tentu harga nya mencapai ratusan juta


"Naila kata kan dari mana kamu dapat cincin mahal ini"ujar Sakira serius


"Nyonya aku tidak mencuri dari siapa pun kemarin saat aku pulang kerja tuan Kenzo memberi ku cincin ini jika tidak percaya tanya saja sama tuan Kenzo"jelas Naila cepat


"Ma jika dari Kenzo ngak usah di ragukan karna wajar bagi ayah jika Kenzo memberi kan Naila cincin semahal itu Naila kan istri nya "ujar tuan Mahendra


"Benar Nandira lepaskan saja Naila dia mau kerja"ujar Sakira


"Jika cincin itu pemberian Kenzo oke"ujar Nandira serius lalu memegang leher Naila tadi dia sempat melihat kalung Naila


"Aku yakin kalung ini bukan milik nya"ujar Nandira serius Naila menyadari itu dia memegang tangan Nandira yg ingin menarik kalung nya


"Nyonya ini milik saya tolong jangan ambil"mohon Naila sudah berlinang air mata


"Bun ada apa dengan kalung itu lepaskan saja"ujar Clara dia jadi panik karna dia tau kalung itu ada foto kedua orang tua Naila


"Tidak Clara kalung ini milik ayah mu bunda tau dan mengenal nya"ujar Nandira serius


"Lepaskan ini kalung saya"ucap Naila menangis melirik tuan Mahendra


"Tuan tolong ini semangat saya jangan merengut nya"ujar Naila memelas


"Nandira siapa tau itu hanya mirip kita tau kan kalung Arthur di berikan pada Cantika saat di culik siapa tau kalung itu hilang"ujar tuan Mahendra


"Iya benar Nandira lepaskan"bujuk Sakira menarik tangan Nandira


"Aghh kepala ku"lirih Naila memegang nya


"Nai kamu baik"tanya tuan Mahendra melihat Naila kesakitan Naila merangkak mencari tas nya lalu mengeluarkan isi nya dia mengambil botol obat nya meneguknya Naila menyentuh kepala nya yg mulai berkurang rasa sakit nya


"Nai kamu sakit"ujar tuan Mahendra cemas


"Tidak tuan aku kecapekan jadi sering sakit kepala ini udah mendingan "ujar Naila bernafas lega karna rasanya berkurang


"Naila dari mana kamu dapat dompet ini"tanya Sakira mengambil dompet usang itu


"Itu saat aku terjebak di hutan kematian aku menemukan dompet milik tuan Arthur jadi aku menyimpan nya"jelas Naila mengemas barang nya Nandira berlinang mengambil dompet itu dia kenal banget dompet itu


"Ya sudah kamu berangkat sana"ujar Sakira di angguki Naila dia segera berangkat kerja


"Gawat semakin lama Naila tinggal bersama bunda nya bisa ketahuan aku jika seperti ini jika aku bukan anak nya banyak nanti nya bukti mengarahkan jika Naila anak nya aku harus segera bertindak "batin Clara merasa terancam dia harus membuat rencana yg matang

__ADS_1


__ADS_2