
Kenzo memutuskan pulang karna banyak pekerjaan jadi Kenzo dan Naila yg hanya pulang orang tua mereka masih ingin liburan di sana .Selama perjalanan Naila hanya tidur entah apa bawaan dia hamil mau nya tidur terus dan bermanja pada Kenzo apa anak nya akan mirip Kenzo Naila tidak tau.Setelah sampai mereka segera menuju pulang Toni yg menjemput mereka
"Nai aku mau ke kantor apa kamu mau ikut"tanya Kenzo melirik ke arah Naila yg melihat ponselnya
"Engak deh mau pulang aja jika tuan Kenzo mau kerja ngak papa"ujar Naila menatap Kenzo mobil berhenti di depan museum
"Ya sudah kamu di rumah aja jika butuh apa apa telpon aku"ujar Kenzo turun dari mobil
"Iya"ujar Naila keluar dari mobil
"Toni kamu jaga istri saya dengan baik jika istri dan anak saya kenapa kenapa kamu saya bunuh"ucap Kenzo datar
"Siap tuan"ucap Toni patuh
"Tuan Kenzo kok gitu sama Toni kasihan"ujar Naila dia merasa kasihan sama Toni jika Kenzo seperti itu
"Apa kamu bilang"ucap Kenzo datar menghimpit Naila ke mobil
"Kamu istri ku jangan memikirkan pria lain"bisik Kenzo menyeramkan
"I...iya"ujar Naila meneguk ludahnya
"Toni kan sudah sangat baik menjaga ku dengan baik"ujar Naila pelan
"Itu atas perintah ku"ujar Kenzo
"Sudah sana"ujar Kenzo datar
"Menyebalkan"ujar Naila lalu melangkah masuk ke museum Kenzo juga segera ke kantor tapi saat masuk Naila jadi menginginkan sesuatu
"Duh jadi pengen sesuatu"gumam Naila tapi pakaiannya terlalu membuat dia risih Naila menganti baju nya tampil sederhana baru dia pergi
"Toni ayo temani saya "ujar Naila tersenyum
"Beruntung banget tuan Kenzo menemukan nona Naila ini selain diri nya baik tapi dia sangat cantik mata nya ini mudah menghipnotis orang"batin Toni menatap Naila
"Toni ,Toni"ucap Naila menepuk bahu Toni
"Silahkan nona"ujar Toni membukakan pintu mobil dia segera mengendalikan diri nya
"Kak Arvin"teriak Naila lari langsung saja memeluk Arvin yg masih bicara pada dokter lain
"Aduh Nai pelan kamu ini"ujar Arvin mengelus kepala Naila
"Dok kami permisi"uja nya lalu pergi
"Kapan sampai nya"tanya Arvin tersenyum
"Baru saja kak tapi bunda ngak ikut"ucap Naila
"Kak tuan Kenzo kan sibuk aku mau jalan demi keponakan lho temani aku ya"ujar Naila memelas
"Apa sih yg ngak buat keponakan ku"ujar Arvin tersenyum mengusap perut Naila sayang
"Ye makasih kak"ujar Naila memeluk pinggang Arvin senang
"Ayo"ucap Arvin mengecup kepala Naila dan mereka segera pergi
"Toni kamu pulang saja biar saya yg nanti ngajak Naila pulang "ujar Arvin pada Toni
__ADS_1
"Iya tuan"ujar Toni lalu masuk mobil tapi dia tetap memantau Naila
Naila ingin makan di restoran yg makanannya tadi dia lihat di medsos saat di pesawat tadi Arvin menuruti semua makanan yg di minta Naila sampai meja nya penuh oleh makanan yg di pesan Naila
"Netes nih iler "ujar Naila meneguk ludahnya melihat makanannya
"Tunggu apa ayo makan "ucap Arvin tersenyum menatap Naila dia senang melihat Naila senang
"Iya kak makasih"ujar Naila mengambil makan pembuka nya.
"Hhmmm enak kak"ujar Naila langsung makan dengan lahap Arvin tersenyum melihat nya
"Semua makanan nya enak enak kak"ujar Naila semangat
"Habisin aja Nai jika kurang kita pesan lagi"ucap Arvin tersenyum
"Iya kak"ucap Naila
"Kak kenapa ngak cari cewek aku lihat kakak ngak pernah jalan sama cewek apa lagi cerita sama kami"ucap Naila di sela makan nya
"Tidak juga"ujar Arvin tersenyum
"Alah alasan aja kakak pilih deh mau Ririn apa Dita"ujar Naila cengengesan
"Makan aja yg bener Nai"ujar Arvin berusaha tersenyum
"Ririn baik lho kak dia juga cantik keluarga nya juga baik sama kayak Dita dia baik manis tapi dia mandiri kan jadi tulang punggung keluarga pokoknya kedua sahabat ku itu baik deh"ujar Naila semangat
"Nai makan yg bener nanti keselek lho"ujar Arvin menyeduh jus nya
"Kak ...Ar....huuk huuk"ujar Naila terbatuk
"Tuh kan kamu bandel"ujar Arvin memberi minum Naila hanya menyengir dia tetap menikmati makan nya tidak ingin keselek lagi
###
"Nai kamu belum tidur"tanya Arvin menyeduh kopi nya
"Tunggu tuan Kenzo kak katanya nya masih di jalan"ucap Naila tersenyum pokus ke tv nya Arvin melamun menatap Naila dia teringat lagi sama Dita entah apa yg wanita itu alami sekarang ini
"Ehh ngapain kamu menatap istri ku seperti itu"ujar Kenzo membuat Arvin tersadar
"Adik ku cantik "ujar Arvin tersenyum simpul
"Awas kamu macam macam"ucap Kenzo
"Tuan Kenzo"ujar Naila berdiri di atas sofa memeluk leher Kenzo mencium sesekali bibir Kenzo
"Tau ngak hari ini kak Arvin udah baik nemani kami makan"ucap Naila mengusap perut nya
"Kenapa ngak kasih tau aku"kesal Kenzo
"Tuan Kenzo kan cari uang"ujar Naila mengusap kepala Kenzo memeluk erat
"Kenapa manja "ujar Kenzo tersenyum mengusap punggung Naila
"Kangen "ujar Naila mengecup pipi Kenzo
"Ohh kangen"ujar Kenzo langsung menjatuhkan Naila di atas tubuh nya yg berbaring di sofa
__ADS_1
"Ihh mikir nya aneh"ujar Naila tersenyum
"Tuan kenapa ngak kecupin wajah ku"tanya Naila
"Ingin ya"ujar Kenzo mencium Naila bertubi tubi Naila malu malu memukul dada Kenzo
"Gemes nya"ujar Kenzo mencium bibir Naila seketika saja Naila memeluk leher Kenzo lalu Kenzo melepaskan ciumannya saling pandang Naila hanya tertawa kecil
"Sialan kedua nya membuat aku panas"umpat Arvin kesal Kenzo hanya tersenyum
"Ke kamar yuk sayang"ujar Kenzo mengedong Naila mereka saling pandang sesekali Kenzo mencium bibir Naila
"Huh Dita sampai kapan pun aku tetap mencintaimu"gumam Arvin menyeduh kopi nya memainkan ponselnya
"Tuan Kenzo besok temani aku jalan ya"ujar Naila memeluk Kenzo di atas kasur
"Ngak bisa besok itu ada meeting penting"ujar Kenzo membelai wajah Naila
"Tuan Kenzo kok gitu"ujar Naila cemberut
"Aku sibuk besok kamu sendiri apa ngak kembali tugas"ujar Kenzo mengusap kepala Naila
"Aku mau jalan besok jika tuan Kenzo ngak mau temani aku pergi sendiri aja"ujar Naila lalu berbalik Naila sangat kesal Kenzo tidak ingin menemaninya
"Kamu jangan kayak gitu aku kerja dan sangat sibuk besok"ucap Kenzo memeluk perut Naila
"Terserah"kesal Naila memejam mata dia sangat kesal dengan Kenzo yg malah mementingkan pekerjaan nya ya karna Kenzo besok itu sangat sibuk
###
Karna Kenzo engan menemani Naila jalan jadi Naila jalan sendiri bersama Toni yg mengantar nya entahlah Naila ingin saja jalan jalan keliling kota
"Toni kamu tunggu sebentar ya saya mau jajan di sana"tunjuk Naila di sebrang jalan
"Nona tunggu di sini saja biar saya yg beli"ucap Toni menoleh
"Tidak usah kamu tidak akan mengerti apa yg saya mau"ujar Naila turun mobil lalu menuju kesana dengan kegirangan
"Wah enak bener makanannya"ujar Naila ngiler dia segera membeli
"Neng makan nya lahap bener padahal keluar dari mobil mewah itu"ujar pedagang itu
"Hehe mungkin bawaan bayi pak saya lagi hamil"cenggir Naila memesan 3 porsi lagi
"Pak udah lama jualan di sini"ucap Naila menatap bapak itu membakar bakso nya
"Baru sih neng di sini tempatnya rame"ujar nya ramah tangannya cekatan membuat kan pesanan Naila
"Ohh"ucap Naila tersenyum
"Ini neng"ucap nya menyerahkan bingkisan
"Makasih pak"ujar Naila tersenyum lalu berlalu masuk ke mobil
"Toni ini saya beli minuman kamu mau apa kopi apa jus buah"tanya Naila menyerahkan minuman
"Makasih nona"ujar Toni mengambil kopi nya meneguk lalu meletakkannya segera melaju
"Nona kita mau kemana"tanya Toni pokus ke jalanan
__ADS_1
"Mall aja Ton saya mau jalan di sana hari ini saya mau menghabiskan waktu untuk belanja makanan"ucap Naila mengunyah bakso bakar nya
"Nona Naila sejak hamil porsi makan nya bertambah makin gemes aja dia ya ampun apa yg aku pikirkan bisa mati aku jika tuan Kenzo mengetahuinya ya mau gimana sih susah jika menolak makhluk satu ini"batin Toni menggeleng pelan dia bisa mati jika ketahuan Kenzo jika Toni diam diam memperhatikan istri bos nya ini