Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Mulai bahagia


__ADS_3

"Sangat mencintai dokter Arvin"ujar Dita dengan derai air mata


"Buktikan jika begitu serahkan diri mu untuk ku"ujar Arvin serius Dita terdiam menatap mata Arvin apa yg harus dia lakukan tapi Dita begitu sangat mencintai Arvin apa pun akan dia berikan untuk Arvin


"Apa dokter meragukan cinta ku"tanya Dita menatap mata Arvin


"Apa kamu tidak yakin"ujar Arvin serius


"Aku cinta sama dokter Arvin lakukan saja apa yg bisa dokter lakukan"ujar Dita pasrah Arvin menatap mata Dita dia tau Dita masih mencintai nya tapi apa Arvin bisa melakukan itu


"Maafkan aku "ujar Arvin memegang wajah Dita


"Rasa takut ku kehilangan mu meragukan cinta mu aku tidak bermaksud seperti itu jika aku melakukan itu apa yg di katakan bunda benar ada nya maafkan aku Dita"ujar Arvin memeluk Dita dengan erat Dita pun membalas nya


"Menikah lah dengan ku"ujar Arvin menangkup wajah Dita


"Tapi bagaimana dengan bunda dokter "ujar Dita cemas


"Aku ngak bisa menikah tanpa ada restu dari bunda dokter "ujar Dita menatap Arvin


"Dita ku mohon kita bisa menikah siri biar kan hanya kita yg menikmati hidup "pinta Arvin


"Baik lah aku ikut dokter saja"ujar Dita memeluk Arvin sepasangan Insan itu tersenyum bahagia


###


Arvin tidak main dengan perkataannya dia benar mengajak Dita menikah bahkan hari ini mereka menikah di rumah Dita yg di bilang sederhana di wali oleh ayah Dita hanya saksi tetangga bahkan Arvin tidak mengundang keluarga nya sama sekali Dita pun setuju saja sama Arvin karna dulu dia pernah di hina habis habisan oleh Nandira karna hubungan nya Dengan Arvin . Setelah rasa siap Arvin mengucapakan ijab kabul nya dengan menjabat tangan ayah nya Dita dan kata sah terucap membuat Arvin lega doa mulai di panjat kan untuk keduanya Arvin memasang kan cincin untuk Dita dan mencium kening Dita begitu pun sebaliknya setelah memasang kan cincin di jari Arvin Dita mencium punggung tangan Arvin para tamu memberi selamat pada kedua nya dan bubar karna pernikahan sederhana karna mereka tau keadaan Dita seperti apa yg berfikir juga suami Dita hanya pria miskin yg tidak mampu mengadakan pesta pernikahan


"Nak Arvin titip Dita ya jaga dia karna ayah sudah tidak mampu menjaga nya"ujar nya menepuk bahu Arvin


"Ayah aku akan tetap tinggal di sini "ujar Dita mengengam tangan ayah nya karna dia juga sudah cerita sama ayah nya keadaan nya ayah Dita nerima saja asal putri nya bahagia


"Dokter Arvin mau kemana setelah ini"tanya Dita pelan


"Di sini aja nemani kamu dan ayah"ujar Arvin tersenyum membuat Dita tersipu malu


Sedangkan di lain tempat Naila bersiap pulang Kenzo mengendong putri kesayangannya dan Naila menyiapkan barang mereka selama di rumah sakit


"Tuan Kenzo aku tidak melihat kak Arvin pagi ini menjenguk kita sampai aku di perbolehkan pulang juga dia ngak ada"tanya Naila membereskan selimut brandar nya


"Ngak tau mungkin Arvin pun lagi tugas"ujar Kenzo mendekati Naila dan meletakkan Cinta


"Sayang baring deh"ujar Kenzo pelan


"Mau ngapain"ujar Naila curiga


"Satu ronde aja"ujar Kenzo memelas


"Gila ya tuan Kenzo selama paska melahirkan harus lewat 40 hari atau habis nifas baru boleh melakukan itu dasar tuan Kenzo gila"ujar Naila mengedong Cinta lalu pergi


"Hei Naila tunggu"ucap Kenzo mencangking tas nya lalu mengikuti Naila


"Lalu bagaimana jika aku ingin sekarang"ujar Kenzo merangkul Naila


"Tuan Kenzo jangan aneh aneh deh"ujar Naila pelan


"Ngak ,aku serius Naila Salsabila"ujar Kenzo memelas

__ADS_1


"Sini aku cium"ujar Naila tersenyum Kenzo mendekatkan wajahnya lalu Naila mencium dagu Kenzo dengan mesra


"Ahh mana tahan"celetuk Kenzo genit


"Apaan sih ayo cepat"ujar Naila tersenyum mereka segera pergi menuju pulang


####


Pihak keluarga lagi membicarakan soal akikah untuk Cinta mereka semua sudah berkumpul Naila dan Kenzo juga sudah sampai dan mereka akan menyiapkan dan mengundang semua orang tidak lama Arvin datang


"Maafkan om ya cinta om telat"ujar Arvin tersenyum mencium Cinta


"Dari mana Arvin "tanya Nandira yg lagi mengendong Cinta


"Ada pertemuan tadi bun makan nya ngak sempat menjemput cinta"ujar Arvin dengan tersenyum


"Kak kami mau merencanakan akikah Cinta apa ada yg mau kakak undang kami juga tengah menyiapkan para tamu"ujar Naila tersenyum


"Kalian aja yg buat aku ngak ada yg mau di undang"ujar Arvin tersenyum


"Ohh ya udeh deh nanti kami menyiapkan para tamu aja"ujar Naila


"Aku mau telpon John dulu untuk menyiapkan semua nya"ujar Kenzo berdiri di angguki Naila


"Nai ajak Cinta ke kamar dia mulai ngantuk"ujar Nandira


"Iya bun"ujar Naila lalu mengedong Cinta menuju lantai atas


"Bun aku pamit juga mau balik kerja kayak nya juga nanti malam aku ngak pulang karna sedikit lembur aku nanti tidur di rumah sakit aja"ujar Arvin berdiri memang jika Arvin lembur tidak pulang dia menginap di ruangannya yg serba guna itu


Setelah menelpon John untuk menyiapkan semua nya Arvin menemui Naila yg menemani Cinta tidur Cinta emang tidur tapi Naila tidak tidur dia memainkan ponselnya mengundang teman nya nanti Kenzo datang duduk di kasur melingkar kan tangannya di perut Naila


"Kamu ngundang teman mu"tanya Kenzo melihat ponsel Naila


"Iya ngak papa kan"ujar Naila menoleh


"Iya"ujar Kenzo mencium leher Naila


"Sayang "bisik Kenzo dengan mengelus perut Naila


"Apa tuan ku yg tampan"ujar Naila tersenyum berbalik mengalungkan tangannya di leher kenzo


"Rindu"ujar Kenzo manja menciumi wajah Naila


"Sabar dong kan baru lahiran"ujar Naila merapikan rambut Kenzo


"Cie benar cinta ya sama aku"goda Kenzo menoel hidung Naila


"Emang tuan Kenzo ngak mau di cinta sama aku"ujar Naila mencubit pipi Kenzo gemes


"Mau banget lah"ujar Kenzo cepat


"Tapi jika kamu benar sudah cinta aku ganti dong sayang manggilnya masak tuan Kenzo terus"ujar Kenzo menatap Naila


"Kenapa aku senang memanggil mu tuan Kenzo itu panggilan spesial ku dan panggilan sayang"ujar Naila lalu tertawa kecil melihat wajah Kenzo yg menahan senyumnya


"Ahh masak"ujar Kenzo tersenyum

__ADS_1


"Iya tuan kesayangan"ujar Naila tersenyum Kenzo tersenyum simpul menatap wajah Naila begitu pun Naila yg tersenyum wajah mereka saling mendekat sampai menyatu Naila menjatuhkan tubuhnya ke kasur mereka masih berciuman dengan lembut


"Hei kan ngak boleh"ujar Naila mengigat kan Kenzo yg menyatukan tangan mereka


"Tidak akan kebablasan"ujar Kenzo mencium leher Naila mencumbu Naila yg hanya pasrah memeluk kepala Kenzo merasakan cumbuan suami tercinta


"Aghh sial"umpat Kenzo saat melihat tubuh Naila yg sudah polos dia mengatur nafasnya Naila tersenyum


"Mau kemana"ujar Naila mengalungkan tangannya saat Kenzo mau pergi


"Ke kamar mandi mau tenang kan diri"celetuk Kenzo


"Aku ngantuk mau temanin aku"ujar Naila mengusap wajah Kenzo


"Dengan senang hati"ujar Kenzo tersenyum membantu Naila memakai baju nya lalu Naila memeluk Kenzo memejamkan matanya


"Aku mencintaimu tuan Kenzo sangat mau kan selalu mencintai ku"bisik Naila yg begitu lembut Kenzo menoleh


"Aku lebih mencintai mu"ujar Kenzo mencium lagi Naila mereka tersenyum dan saling memeluk


####


Sebenernya Arvin tidak terlalu sibuk dia hanya tugas itu alasannya saja lembur supaya bisa menjenguk Dita ke rumahnya, setelah selesai bekerja Arvin segera menuju rumah Dita yg ternyata Dita sudah menunggu karna Arvin memberi tau nya tadi


"Kenapa menunggu di luar"tanya Arvin mencium pipi Dita


"Ngak papa"ujar Dita


"Ayo masuk"ajak Dita lagi mengajak Arvin masuk


"Dokter mau makan"tanya Dita lagi


"Iya lapar"ujar Arvin karna memang dia belum makan malam


"Aku siapin dulu ya"ujar Dita mengambil makan malam nya


"Ayah udah tidur"tanya Arvin


"Iya memang biasanya ayah tidur awal dia juga udah kok makan"ujar Dita menghidangkan makanannya Arvin segera makan karna dia lapar


"Dokter Arvin langsung aja jika mau istirahat ke kamar ku aku mau bereskan ini dulu"ujar Dita membereskan tempat makan


"Iya udah aku duluan"ujar Arvin lalu menuju kamar Dita karna dia tau letak kamar Dita


Setelah selesai membereskan di dapur Dita mencuci tangannya dan kembali ke kamar dia mengunci pintu dulu mematikan lampu rumah nya lalu menuju kamarnya ternyata Arvin baru selesai mandi mengosok rambutnya


"Maaf ya dok rumah ku sederhana kayak gini"ujar Dita ngak enak


"Ngak papa aku nyaman tinggal nya asal sama kamu"ujar Arvin tersenyum mendekati Dita


"Apa Naila mengudang mu di akikah Cinta"tanya Arvin membenarkan rambut Dita


"Iya tadi dia ngirim pesan pada ku"ujar Dita tersenyum dia gugup dengan tatapan Arvin yg begitu dalam tiba-tiba Arvin mencium nya tapi Dita hanya diam melihat Dita tidak nolak Arvin mendalam ciumannya membuat Dita nyaman dia mengalungkan tangannya di leher Arvin memejamkan matanya merasakan ciuman hangat Arvin


"Dita apa aku boleh memiliki mu"tanya Arvin serius


"Dokter Arvin hidup ku selalu bersama mu karna aku tulus mencintai dokter Arvin aku sangat bahagia menikah sama dokter Arvin"ucap Dita tersenyum Arvin sangat bahagia mendengar perkataan Dita dia kembali mencium Dita kali ini Dita merespon mencium Arvin saling memberi cinta Arvin meletakkan Dita ke kasur sederhana milik Dita dan melepaskan kaos nya dan kembali mencium Dita mereka berdua saling menyalurkan rasa cinta dan kerinduan yg mendalam Dita hanya mengigit bibirnya biar suaranya tidak terdengar oleh ayah nya malu Dita jika nanti ayah nya bertanya tapi tetap yg pertama untuk Duta yg tidak tau apa apa dia tidak merasakan jika kasur nya berbunyi membangun kan ayah nya suaranya juga meski tertahan terdengar oleh ayah nya dan ayah nya yg di samping hanya tersenyum berdoa semoga anak nya bahagia selalu

__ADS_1


__ADS_2