
Nandira sudah membicarakan rencananya pada pihak keluarga termasuk sama Naila dan Kenzo jika Kenzo tidak mengatakan apa apa dia hanya diam tapi Naila menentang tapi Nandira menyakinkan semua jika Dela wanita baik baik jadi Naila terpaksa setuju karna bunda nya sudah mengambil keputusan masih menunggu dari Arvin awal nya Arvin menolak tapi bunda nya seperti memaksa Arvin untuk segera menikah
"Tuan bagaimana menurut tuan Dela itu"tanya Naila mengusap kepala Cinta yg tertidur lelap
"Aku ngak tau"jawab Kenzo karna Kenzo juga binggun untuk berpendapat
"Ya meski dia sedikit mempunyai pribadi suka menggoda tapi sepertinya dia ngak cocok untuk Arvin"ujar Kenzo mengengam tangan Naila
"Aku cemas secara dari dulu aku kurang suka sama Dela itu"ujar Naila serius
"Ya mau gimana lagi buktinya saat kamu menolak bunda tetap keras setuju dengan pernikahan itu"ujar Kenzo mencium tangan Naila
"Bunda itu ibu nya Arvin mana mungkin dia menjodohkan seseorang tapi tidak dia pastikan dahulu"ujar Kenzo
"Iya juga sih"ujar Naila menghembuskan nafasnya kasar
"Mungkin aku terlalu takut kak Arvin tidak bahagia"ujar Naila memeluk Kenzo
"Kita doa kan saja yg terbaik untuk Arvin"ujar Kenzo mengusap bahu Naila
###
Arvin menatap Dita yg lagi jalan sama ayah nya keadaan ayah Dita sepertinya ada kemajuan Dita mengajak ayah nya keliling perumahan mereka terlihat kedua nya berkeringat karna cuaca panas
"Ada Arvin udah lama"ujar nya menyapa lalu duduk
"Dokter udah lama nunggu nya"ujar Dita tersenyum
"Baru aja"ujar Arvin
"Kamu merasa lelah"tanya Arvin
"Tidak aku senang "ujar Dita tersenyum
"Dit ayah mau masuk ya capek rasanya setelah minum ayah mau mandi dan istirahat "ujar nya berdiri
"Aku bantu yah"ujar Dita cepat
"Ngak usah"ujar ayah nya tersenyum lalu berlalu
"Ayo masuk dok"ujar Dita masuk mereka menuju kamar
"Dokter aku mandi sebentar ya"uja Dita lalu masuk ke kamar mandi nya
"Aku mana bisa menyakiti hati Dita"gumam Arvin mengajak rambut nya frutasi tidak lama Dita keluar mengambil baju nya dan memakai nya
"Udah cantik sayang ayo duduk sini"ujar Arvin menepuk sisi kasur nya
"Mau sisiran dulu dok"ujar Dita duduk Arvin merapikan rambut Dita mengecup kening itu dengan lembut
"Dok ada apa"tanya Dita serius Arvin mengeleng
"Tidak sayang aku sangat mencintaimu"ujar Arvin menatap mata Dita semakin dia menatap ketulusan itu hati nya semakin tersiksa
"Dokter bohong mata dokter berbohong"ujar Dita serius lalu mengengam tangan Arvin
"Dokter bisa cerita sama aku ada apa jangan di pendam sendiri nanti menjadi luka mending di bagi biar kita rasakan bersama"ujar Dita
"Apa kamu percaya jika aku sangat mencintaimu"ujar Arvin serius
"Dokter kok ngomong kayak gitu aku selalu percaya sama dokter Arvin "ujar Dita
__ADS_1
"Bunda menyuruh ku menikah"ujar Arvin serius Dita melepaskan tangannya yg di genggam Arvin
"Dela adalah wanita masa lalu ku dulu dia pernah membuat aku bertengkar sama Kenzo dan waktu itu dia menyelamatkan bunda dan bunda mau aku menikahinya "ujar Arvin menceritakan semua nya Dita menahan tangisnya
"Aku sayang sama bunda tapi aku lebih cinta sama kamu aku ngak mau kamu terluka"ujar Arvin gemetar
"Dok"ujar Dita memegang wajah Arvin
"Aku rela jika dokter menikah lagi agar itu tidak membebani dokter sendiri "ujar Dita
"Jangan membohongi diri sendiri "ujar Arvin serius Dita mendongak menatap mata Arvin air mata nya jatuh langsung memeluk Arvin dengan begitu erat
"Aku merasakan sakit tapi"ujar Dita sesegukan
"Apa aku se egois itu jika kita memang tidak di restui hanya bisa mempunyai hubungan seperti ini apa daya ku dok"ujar Dita menangis Arvin memeluk Dita mencium kepala Dita
"Aku akan mengatakan pada bunda jika aku sudah menikahi mu"ujar Arvin menyak air mata Dita
"Tidak "ucap Dita cepat
"Aku tidak mau itu terjadi aku ngak mau bertengkar bersama bunda lalu memecahkan sebuah hubungan yg terjadi kita di pisah dan hubungan aku sama Naila hancur aku ngak mau "ujar Dita memeluk Arvin erat
"Kamu rela melihat aku menderita hidup bersama nya"ujar Arvin pelan
"Dokter kira aku tidak menderita melihat dokter bersama wanita lain tapi ini demi kebaikan kita dok demi kebahagiaan kita"ujar Dita
"Aku ngerti posisi ku dan aku paham atas apa yg bunda mau"ujar Dita menangis Arvin terdiam mengecup kening Dita memeluk istrinya itu apa dia bisa nanti nya
###
Arvin menemani Dita semalaman dia terus mengengam tangan Dita dulu Nandira pernah merendahkan Dita dia tidak bisa mengalami itu lagi melihat Dita di rendah kan bunda nya lagi sebelum pulang Arvin mencium kening Dita begitu lembut setelah itu dia pulang
Arvin melihat ada mobil tuan Mahendra dan ada beberapa mobil membuat Arvin heran dia masuk ternyata ada beberapa orang seperti dari penyediaan jasa acara pernikahan
"Iya bunda kelamaan nunggu kamu jadi 3 hari lagi kamu akan menikah sama Dela bunda juga udah kirim lamaran untuk mempersingkat waktu emang kamu ngak mau kayak Kenzo yg sudah punya anak"ujar Nandira tersenyum Arvin diam saja memperhatikan semua nya
"Kak emang mau nikah sama Dela"tanya Naila serius
"Bunda yg pilih kan pasti yg terbaik"ujar Arvin tersenyum menepuk bahu Naila lalu berlalu mendekati Kenzo yg mengedong Cinta
"Tumben ngak kerja"ujar Arvin mencubit pipi Cinta dengan lembut
"Gila ya kamu hari ini libur ya ampun kayak nya kamu mulai tidak waras"ujar Kenzo mengeleng Arvin terdiam dia lupa jika hari ini libur
"Aduh kangen om sama kamu Cinta"ujar Arvin mencium pipi Cinta
"Mau gendong dong "ujar Arvin antusias
"Sini aku ajari"ujar Kenzo lalu memberikan Cinta pada Arvin sesungguhnya Arvin tengah mengalihkan pikirannya
"Entah kenapa aku merasa kak Arvin berusaha terlihat tenang dan bahagia"gumam Naila dia juga tidak mengerti kenapa Nandira begitu ngotot ingin menikah kan Arvin dan Dela
####
Selama 3 hari ini Arvin tidak menemui Dita sama sekali dia hanya mengirim pesan Dita tidak membalas pesan Arvin sama sekali bagaimana mau membalas jika Dita tidak mampu menahan tangisnya, persiapan pernikahan juga sudah selesai Arvin sebentar lagi akan menikah
"Kak Arvin kenapa belum siap"tanya Naila masuk ke kamar Arvin
"Memang nya akan segera di mulai"tanya Arvin pelan
"Kak Arvin ini gimana sih iya lah akan segera di mulai"ujar Naila tersenyum
__ADS_1
"Maaf aku tidak terlalu paham"jawab Arvin singkat
"Iya kak ayo aku bantu siap"ujar Naila tersenyum mengambil baju yg sudah di siapkan
"Nai menurut mu bagaimana soal istri yg suaminya nikah lagi"tanya Arvin serius
"Kak Arvin ini baru mau nikah udah mau nambah istri ngak baik lho kak menghancurkan perasaan istri nya"ujar Naila tersenyum Arvin terdiam
"Nai kamu di mana anak mu rewel"ujar Kenzo masuk mengedong Cinta
"Ya ampun suami ku yg tampan mengurus satu anak saja tidak bisa kan udah aku bilang di bantu sama Ririn"kesal Naila melihat Cinta berantakan
"Dia nangis terus Nai"ujar Kenzo menyerah kan Cinta
"Ya udah tuan bantuin kak Arvin"ujar Naila keluar
"Ehh Rin bantuin kak Arvin juga dong nanti takut nya tuan Kenzo asal lagi bantuin kak Arvin pakai baju nya"ujar Naila ketemu sama Ririn
"Aduh Nai ngak ada orang lain apa aku sibuk nih lagi patah hati"ujar Ririn cemberut
"Nah itu ada Dita baru sampai"ujar Ririn cepat
"Dita"ujar Ririn langsung menarik Dita
"Ehh Rin nanti aku jatuh nih pelan-pelan"ujar Dita
"Dasar pemalas Dit tolong bantuan tuan Kenzo dandanin kak Arvin takut nanti tuan Kenzo membantu kak Arvin asal lagi Ririn di suruh bantu malah ngurusin dia yg patah hati"sindir Naila sedangkan Cinta terus menangis
"Ayo lah Dita mikir apa sih ayo deh aku temanin"ujar Ririn menarik Dita masuk ke kamar Arvin
"Nah untung ada Ririn sama Dita"ujar Kenzo dia sudah pusing dengan setelan Arvin
"Tuan Kenzo mah payah ini aja ngak bisa"ujar Ririn
"Ehh berani kamu ya"kesal Kenzo Ririn hanya menyengir Dita dan Arvin hanya diam
"Wah Dit lihat lah kamar pak Arvin kasur nya ya ampun empuk banget paling enak malam pertama nya"celetuk Ririn
"Jangan banyak bicara bantuin"ujar Kenzo memberikan baju Arvin
"Biar aku tuan"ujar Dita berusaha tersenyum lalu memakaikan Arvin kemeja nya
"Aku pergi kayak nya Cinta ku kangen"ujar Kenzo lalu pergi
"Wah hilang patah hati aku jika melihat ketampanan dokter Arvin"ujar Ririn cekikikan
"Ehh Dit kenapa gemetar takut baper ya"ejek Ririn melihat Dita seperti gemetaran mengenakan kancing baju Arvin
"Biasa aja Rin"ujar Dita tersenyum air mata nya jatuh Arvin menghapus nya berusaha menguat kan Dita
"Dita benar kesal nih sama cowok ku yg ngak mau ikut ke sini"ujar Ririn melirik ponselnya
"Kebanyakan drama Rin"ujar Dita mengenakan jas Arvin
"Dit aku tunggu di luar nih aku mau nelpon pacar"ujar Ririn lalu keluar
"Sebentar lagi dokter akan menikah"ujar Dita merapikan penampilan Arvin
"Maafkan aku"lirih Arvin memeluk Dita dengan erat
"Aku tidak apa kok"ujar Dita menyeka air matanya lalu keluar Arvin hanya menghembuskan nafas nya kasar
__ADS_1
"Maafkan aku sayang membuat mu menderita "ujar Arvin pelan dia juga merasa sakit hati menyakiti Dita yg amat dia sayang