Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
114


__ADS_3

Tania meletakkan segelas air putih di samping dia tidur lalu menarik selimut memejamkan matanya tapi sekeras apa Tania memejamkan matanya tidak bisa tertidur Tania mengusap wajah nya kasar lalu duduk Tania melirik jam di dinding biasa jam segini Satria sudah ada di rumah nya mengajak nya bertengkar membuat Tania jengkel tapi kali ini Satria tidak akan datang karna sekarang Satria terbaring di rumah sakit Tania menghembuskan nafasnya kasar dan turun lagi Tania duduk di sofa menatap di depannya dengan kosong biasanya Satria suka sekali menganggu nya tapi sekarang hanya ada kesunyian


"Kenapa aku sangat merindu kan nya"lirih Tania tanpa Tania sadar air mata nya menetes Tania menangis diam diam entah kenapa hati nya sakit


"Tania"ucap nya Tania mendongak menatap Satria yg berjalan pelan


"Kamu kenapa menangis aku tidak tega melihat mu menangis seperti ini jangan nangis ya"ucap Satria tersenyum menyeka air mata Tania


"Aku"ucap Tania lirih


"Kenapa hah pokoknya jangan nangis ya"ujar Satria mengusap puncak kepala Tania lembut


"Terimakasih"ujar Tania memeluk Satria dengan erat


"Aku tidak akan meninggalkan nya jangan menangis"ujar Satria mencium kening Tania lembut Tania tersenyum kecil


"Tania Tania"ucap ibu nya menepuk bahu Tania


"Tania kamu kenapa bengong di sini"ujar nya lagi membuat Tania sadar dengan lamunan nya Tania melihat sekitar hanya sepi ternyata itu hanya khayalan saja


"Tidak apa bu"ujar Tania pelan


"Kata nya besok ada meeting penting kenapa belum tidur nanti bangun telat"ujar ibu nya


"Iya bu"ucap Tania berdiri kembali ke kamar nya Tania duduk di meja riasnya memeriksa yg akan dia bawa Tania melihat kotak merah dia ingat itu cincin pemberian Satria,Tania membuka nya lalu memakainya di jari manisnya Tania memasukan beberapa barang nya setelah selesai Tania membuka laci mengambil pil tidur dan meminum nya mendorong dengan air setelah itu Tania berbaring di kasur menarik selimut dan memejamkan matanya


###


Arin menatap Arvin yg beberapa hari ini sangat sibuk karna mengurus Satria meski begitu Arin butuh di perhatikan karna lagi hamil apa Arvin benar mengacuhkan nya Arin tidak tau itu bahkan Arvin sudah tidak pernah menghabiskan waktu nya bersama apa Arvin tidak menyukai nya lagi entah lah Arin tidak tau itu


"Kenapa kamu hanya mengaduk makanan makan lah aku mau periksa Satria lagi apa masa kritisnya sudah lewat"ujar Arvin


"Aku tidak nafsu makan"ujar Arin datar mendorong mangkuknya


"Ya sudah jika tidak mau aku simpan saja buat makan siang nanti"ujar Arvin mengemas bekal itu Arin tidak percaya dengan perkataan Arvin


"Jika kamu mau istirahat di ruangan ku saja dan jangan lupa bereskan ini"ucap Arvin meneguk air putih lalu berlalu


"Kenapa sih emang sejak aku hamil tidak menarik lagi apa kenapa cuek banget"ujar Arin kesal berdiri membereskan bekas mereka makan Arin melihat sebuah album foto Arin mengambil nya dan membukanya melihat foto dia dari kecil berusia 1 tahun 2 tahun sampai sekarang itu perkembangan Arin dan di belakang album tertulis my love


"Dia sangat mencintai ku lalu kenapa tidak perhatian pada ku apa lagi aku sedang hamil"gumam Arin tersenyum melihat nya lalu menyimpan nya lagi karna sejak kehamilan Arin sering tertidur jadi Arin menuju ruangan pribadi Arvin dia segera berbaring dan tertidur


Naila perjalanan menuju rumah sakit gantian karna Kenzo yg menunggu Satria dan sekarang Naila akan menunggu Satria dan Kenzo istirahat,Naila menatap ke luar jendela menerawang kehidupan nya dan kenapa anak nya jadi seperti ini dulu Cinta sekarang Satria


"Nyonya ada mobil menghentikan kita"ucap sopir itu Naila menatap ke depan ternyata ada Devan serta kelima anak buah nya Naila tidak takut dia turun dari mobil


"Mau apa kamu Devan tidak puas kah membuat Satria kritis"ucap Naila


"Ya ampun kenapa dia tidak mati kenapa harus kritis"ucap Devan tersenyum


"Tidak apa sih jija begitu dengan keadaan Satria lebih menyiksa kalian bukan"ujar Devan


"Sekarang mau apa kamu"ujar Naila serius


"Tentu menjadikan mu target selanjutnya"ujar Devan tersenyum jahat


"Tapi biar aku yg membunuh mu"ujar Devan maju tapi tiba-tiba Rey keluar dari bagasi menendang Devan


"Cih sangat menjijikkan kamu Devan selain kamu mengeroyok Satria tapi kamu mau lawan perempuan"ujar Rey sinis

__ADS_1


"Tidak usah ikut campur"ujar Devan datar


"Kenapa kamu takut melawan ku"ujar Rey sinis


"Kurang ajar kamu"ujar Devan lalu menghajar Rey tapi Rey mengelak sesekali memukul Devan begitu pun Devan berusaha mengalah kan Devan


"Aku akan membunuhmu juga hari ini"ujar Devan mengambil semurai nya Rey hanya tersenyum sinis


"Mama pergi saja ini urusan pria"ujar Rey menuntun Naila ke mobil lalu Rey mengambil besi di bagasi dia tau Devan akan tetap mengincar keluarga ini jadi dia sengaja bersembunyi di bagasi


Tingg


Saat samurai Devan dan besi di pegang Rey berbenturan memekakkan telinga mereka terus saling memukul karna merasa kekuatan seimbang Devan memerintah kan anak buah nya mengeroyok Rey juga


"Habisi dia"ujar Devan datar


"Wah kamu sangat pengecut Devan"ujar Rey sinis lalu lari mengibaskan ke tubuh anak buah Devan mengelak dengan cekatan ,Rey memukul kepala pria itu dengan kuat membuat pria itu tumbang Rey menuduk lalu memukul kaki pria lain dengan beberapa gerakan Rey bisa menumbangkan anak buah Devan


"Ayo lawan aku Devan"ujar Rey datar mendekati Devan,Devan memberi pukulan membuat lengan Rey berdarah tapi dengan cepat Rey memukul pelipis Devan dengan besi membuat hidung Devan mengeluarkan darah


"Kamu itu kalah dari segi apa pun dari aku Devan merebut kan Cinta pun kamu kalah dari aku"ejek Rey


"Cinta tidak akan mencintaimu sialan dia hanya mencintai ku"ujar Devan menyeka darah nya


"Haha kamu lupa sewaktu Cinta gila karna aku tinggalkan itu berarti dia sangat mencintai ku dan kamu hanya mantan terburuk nya ahh emang ada mantan terburuk"ucap Rey tertawa


"Sialan kamu Rey"teriak Devan marah ingin memukul Rey tapi Rey menendang dada Devan membuat Devan terpental


"Tunggu pembalasan ku"ujar Devan di bantu anak buah nya masuk ke mobil lalu lari Rey hanya datar menatap itu lalu kembali ke mobil


"Rey apa kamu ada niatan balas dendam lagi"ujar Naila saat Rey ikut masuk mobil


"Balas dendam ini pribadi ku sendiri atas apa yg Devan lakukan pada orang tua ku "ucap Rey datar


####


Setelah selesai pekerjaan nya Cinta minta di antar oleh Tania ke rumah sakit untuk gantian menjaga Satria karna Naila lagi istirahat keadaan Satria juga tetap tidak ada perubahan nya tetap harus di pantau terus.Cinta turun dari mobil bersama Tania yg membawa kan tas nya mereka menuju ruang inap Satria


"Tania mau mampir menjenguk Satria"tanya Cinta


"Tidak nona saya mau istirahat capek seharian kerja"ucap Tania


"Baik lah"ujar Cinta mengeluarkan ponselnya


"Nona ini tas nya saya mau pamit pulang"ujar Tania saat mereka sampai di depan kamar Satria


"Terimakasih Tania"ucap Cinta tersenyum dan Tania melangkah


"Tania Tania"ucap Cinta melotot menatap ponselnya


"Kenapa nona"ucap Tania menoleh


"Kamu jagain Satria bentar lihat Rey terluka aku harus pulang jaga bentar ya"ucap Cinta panik merampas kunci mobil Tania dan lari


"Nona"panggil Tania tapi Cinta sudah tidak terlihat karna takut tidak ada yg menjaga jadi Tania masuk kesana


Cinta langsung masuk ke apartemen nya karna tadi Naila memberi tau Cinta jika Rey terluka dan Cinta baru melihat ponselnya, Cinta melihay Rey nerieri di depan cermin


"Rey kamu tidak apa apa kan"ucap Cinta panik

__ADS_1


"Tidak hanya lengan ku saja luka kecil"ujar Rey


"Kamu kok tidak memberi tau ku jika terluka"ujar Cinta


"Kamu sibuk aku kesal kamu terlalu mencuekan aku"ucap Rey datar


"Maafkan aku karna aku harus gantiin Satria sementara waktu"ujar Cinta


"Sekarang kamu harus selalu di dekat ku sudah pulang kan"ujar Rey


"Aku tadi mau jagain Satria"ujar Cinta


"Tidak "ujar Rey memegang wajah Cinta


"Tidak tau apa aku butuh di perhatikan"geram Rey


"Idih manjanya"ujar Cinta tersenyum memeluk pinggang Rey


"Karna masalah ini kita jadi berjauhan"bisik Rey membalik tubuh Cinta membelakangi nya menciumi tengkuk Cinta


"Rey kamu lagi menatap foto Devan dan adik nya"tanya Cinta melihat cermin itu


"Iya benar tinggal mereka berdua"ujar Rey lalu Cinta berbalik


"Rey tidak usah lagi ya lanjutin dendam ini"ujar Cinta


"Kenapa apa kamu masih mencintai Devan"ujar Rey datar


"Bukan begitu aku tidak mau kamu bernasib sama seperti Satria"ucap Cinta


"Tidak usah bohong kamu jika benar kamu masih mencintai nya silahkan"ucap Rey datar


"Rey aku cinta sama kamu tapi aku mohon berhenti meneruskan dendam ini aku sangat memohon pada mu"ucap Cinta memegang tangan Rey


"Please demi aku"ucap Cinta memelas Rey terdiam


"Rey aku mohon"ucap Cinta lagi memegang wajah Rey


"Baik lah aku tidak akan melanjutkan dendam ini lagi"ujar Rey


"Terimakasih Rey"ujar Cinta tersenyum mencium pipi Rey


"Aku senang dengar nya aku hanya ingin hidup bahagia bersama mu"ujar Cinta memeluk Rey


"Iya iya "ujar Rey mengusap kepala Cinta lalu mengedong nya melempar Cinta ke kasur


"Aku belum mengizinkan"ujar Cinta terkikik


"Emang perlu"ujar Rey santai


"Ya perlu lah"ujar Cinta


"Tidak kamu milik ku"ujar Rey merangkak ke tubuh Cinta mencium bibir Cinta


"Katakan dulu kenapa kamu mau menghentikan dendam itu"ujat Cinta menahan dada Rey


"Aku lakukan karna kamu "ujar Rey santai


"Benar itu Rey"ujar Cinta tersenyum malu

__ADS_1


"Iya benar aku akan lakukan apa saja yg membuat mu bahagia"ujar Rey santai


"Terimakasih Rey aku mencintaimu"ucap Cinta memeluk Rey lalu mencium bibir Rey dengan lembut Rey membalas nya perlahan melepaskan pakaian Cinta mencumbu istri nya itu mereka melewati malam yg panjang tanpa henti Cinta melupakan Tania yg berada di rumah sakit asik bermain dengan Rey berbagi kasih dan sayang


__ADS_2