Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
57


__ADS_3

Setelah pulang sekolah Arvin dan Satria kembali ngojek seperti biasa mencari uang untuk kebutuhan mereka, setelah hari mulai gelap kedua nya baru pulang karna juga harus belajar karna akan ujian


Naila menata makanan untuk Arvin dan Satria awal nya Naila tidak mengizinkan mereka ngojek tapi kedua nya memaksa Arvin juga kerja karna ingin mengumpulkan biaya untuk mama nya operasi jadi Naila tidak bisa melarang keduanya kerja apa lagi dia semakin tua kerja pun Naila butuh istirahat yg banyak


"Mama"ujar Satria memeluk Naila dari belakang mencium pipi Naila


"Emm asem nya"ujar Naila berbalik dan senyum nya luntur lagi


"Satria ngak bisa apa kamu tidak terluka hah"ujar Naila malas


"Ini"ujar Satria menyentuh bibirnya


"Aku tidak berkelahi ma"ujar Satria kesal mengingat nya


"Ngak usah ngeles kamu"ujar Naila


"Mama ingat kemarin nah jadi papa wanita itu ngak terima anak nya terluka yg menyalahkan aku sampai aku di pukul "kesal Satria


"Siapa dia berani sekali memukul anak tampan mama ini"ujar Naila sebal


"Iya ma dia juga memukul bibir dan perut ku rasanya sakit"ujar Satria mengaduh


"Siapa dia akan mama hajar dia"ujar Naila sebal


"Siapa ya nama nya tadi aku lupa siapa Arvin"tanya Satria lupa nama itu


"Kenzo Mahendra "ujar Arvin


"Ya dia ma mukul aku karna anak nya bernama Cinta Salsabila Mahendra terluka dan malah memukul aku"ujar Satria


"Apa Cinta sudah besar"batin Naila sedih


"Ma mama kenapa"ujar Satria


"Tidak apa nak kamu jangan berurusan sama dia nanti kamu terluka"ujar Naila mengusap pipi Satria


"Iya ma"ujar Satria memeluk mama nya


"Aku mandi dulu "ujar Satria lalu berlalu bersama Arvin


"Kenapa "ujar Dita meski dia tidak melihat reaksi Naila tapi Dita yakin masih ada rasa di hati Naila


"Tidak aku hanya merindu kan anak ku satu itu apa dia tumbuh dengan baik apa tumbuh dengan gadis sombong dan angkuh"ujar Naila tersenyum kecil air mata nya jatuh


###


Arvin dan Satra tidak di izinkan ngojek karna mereka akan ujian jadi mereka pokus menghadapi ujian


Setelah seminggu menghadapi ujian akhirnya mereka selesai ujian ada kunjungan sekolah lain ke sekolah Arvin dan Satria mereka juga harus membawa wali untuk melihat pertandingan olahraga jadi Naila datang bersama Dita untuk melihat pertandingan karna Arvin dan Satria ikut tim basket


"Satria"panggil nya Satria menoleh seragam nya bukan seragam sekolahnya Satria mengingat dia Cinta kenapa bisa mengenal nya


"Ternyata kamu sekolah di sini sekolah ku lho yg berkunjung"ujar Cinta tersenyum


"Aku tidak bertanya "ketus Satria dia masih kesal mengingat papa Cinta


"Maafkan atas sikap papa ku yg memukul mu"ujar Cinta tidak enak dia tau dari Toni tapi Cinta tidak di izinkan ketemu sama siapa siapa


"Aku akan membalas kelakuan papa mu itu"sebal Satria


"Maaf papa ku ngak sengaja maafkan dia"ujar Cinta memohon


"Cih tidak usah urusin aku"ketus Satria lalu pergi Cinta hanya menghembuskan nafasnya kasar lalu dia duduk di bangku penonton menyaksikan pertandingan itu.Kadang Cinta memberi dukungan dan menyemangati lalu Cinta menoleh karna ada temannya memberi Cinta air minum saat menerima nya Cinta kembali menatap ke depan tapi dia terdiam dan menoleh ke samping dari kejauhan Cinta terus menatap wanita itu lalu Cinta berdiri duduk di depan wanita itu Cinta menoleh menatap nya saat mata mereka berdua bertemu mereka sama sama terdiam


"M.....ujar Cinta terpotong

__ADS_1


"Cinta kamu ngapain di sana mau pindah sekolah kamu"ujar teman nya menarik Cinta


"Anak itu anak ku"gumam Naila menuduk dia menjatuhkan air mata nya


"Apa tadi ada Cinta"ujar Dita pelan


"Iya dia sangat mirip dengan ku"ujar Naila menyeka air matanya dia tidak menyangka Cinta bisa mengenali nya


"Semua belum terlambat Nai"ujar Dita mengengam tangan Naila


"Apa kamu mau kembali pada kak Arvin"tanya Naila balik


"Aku tidak ingin menganggu kebahagiaan nya"ujar Dita tersenyum


"Hati ku tidak bisa memaafkan tuan Kenzo hati ku terlalu sakit"lirih Naila mereka pokus melihat anak nya bertanding


Selama pertandingan Cinta tidak melepaskan pandangannya dari Naila dan Dita tentu dia bisa mengenali kedua nya karna rumah mereka hampir penuh dari foto Naila dan Dita sekarang Cinta bisa melihat mereka secara langsung tapi Cinta ragu akan hal itu.Setelah pertandingan selesai Cinta tidak menunggu dia mendekati Naila


"Tunggu"ujar Cinta menghadang


"Aku ingin bertanya sesuatu apa kalian mengenal ku"ujar Cinta serius


"Tidak maksudku"ujar Cinta binggun mau mengatakan apa


"Hei jangan dekat mama ku nanti kamu terluka dan papa mu yg angkuh itu akan mencelakai mama ku"kesal Satria menarik mama nya


"Aku hanya ingin bertanya"ujar Cinta


"Aku akan memukul mu jika kamu ngeyel"ujar Satria kesal mengangkat tangan nya


"Satria kamu ini apaan ingin memukul nya"ujar Naila menarik telinga Satria


"Aw ma aku hanya melindungi mama dari papa nya"ujar Satria kesakitan


"Maaf kan atas kelakuan papa ku "ujar Cinta


"Tidak boleh"ujar Satria kesal


"Satria kenapa kamu mempermasalahkan nya"ujar Arvin heran


"Aku kesal Arvin papa nya memukul ku"kesal Satria


"Izinkan aku ikut kalian"ujar Cinta memohon Naila hanya diam dia ingin sekali memeluk Cinta anak nya dulu yg masih bayi sekarang tumbuh menjadi gadis cantik


"Nona Cinta"ujar bodyguard itu


"Anda jangan kabur lagi nona apa lagi dia pria ini "ujar nya


"Aku ingin main sama mereka "ujar Cinta


"Nona kami mohon pulang lah sebelum jadi masalah"ujar nya memelas Cinta masih ingin bicara tapi dia tau papa nya itu jika sudah marah membuat Cinta pusing demi tidak menimbulkan masalah Cinta pulang


"Ayo ma kita juga pulang"ujar Satria mengajak mama nya pulang


🚘🚘🚘


"Apa benar itu mama dan tante Dita"batin Cinta berfikir di dalam mobil Toni melirik Cinta


"Pak Toni dulu mama dan tante meninggal bagaimana papa ngak pernah ajak aku ke kuburan nya kita selalu ke tempat nenek"ujar Cinta bertanya


"Dulu mama dan tante Dita meninggal karna hanyut ke sungai itu kenapa tidak ada kuburan nya"jelas Toni


"Jika seandainya mereka selamat bagaimana "ujar Cinta bertanya


"Nona nyonya sangat mencintai papa nona jadi jika dia selamat tidak mungkin dia tidak menemui papa nona"ujar Toni

__ADS_1


"Benar juga"ujar Cinta terus berfikir dia jadi penasaran akan masalah itu


####


Karna uang mereka sudah cukup untuk operasi mata Dita jadi Arvin mengajak mama nya periksa ke dokter untuk mencari pendonor nya ,awal nya Dita menolak tapi Arvin memaksa karna dia ingin Dita melihat wajah nya yg sangat tampan itu karna bujukan Arvin akhirnya Dita menyetujui Arvin dan Satria memang tidak pernah mengungkit papa mereka karna itu seperti menyakiti mama mereka jadi mereka diam saja tidak pernah bertanya


"Ayo ma"ujar Arvin merangkul Dita masuk ke lift


"Arvin mama takut"ujar Dita gugup


"Ada aku ma"ujar Arvin tersenyum ada pria di samping nya memperhatikan Dita dan mengikuti Dita dan Arvin


"Tuh kan ada pendonor nya aku senang "ujar Arvin memeluk mama nya karna donor nya ada dan mereka akan menyiapkan operasi untuk Dita


"Iya nak"ujar Dita tersenyum


"Dita"ujar nya Dita mempertajam pendengaran nya


"Ini kamu kan aku tau itu"ujar nya


"Maaf anda siapa ya"ujar Arvin serius


"Aku Dit, Revan"ujar Revan senang


"Revan"ujar Dita lalu mengukur kan tangannya Revan senang menjabat tangan Dita


"Senang bertemu dengan mu"ujar Dita tersenyum


"Ma aku mau ke toilet sebentar mama tunggu aku di sini bicara aja sama teman mama"ujar Arvin


"Kamu jangan lama"ujar Dita tersenyum Arvin segera pergi


"Kamu buta maaf jika aku lancang"ujar Revan


"Iya Rev aku mengalami kebutaan karna kejadian itu"ujar Dita tersenyum


"Aku boleh bertanya anak itu apakah anak nya tuan Arvin"tanya Revan penasaran


"Itu hanya masa lalu "ujar Dita tersenyum


"Aku telpon Ririn sebentar"ujar Revan sedikit menjauh Dita hanya diam dengan tongkat nya ada langkah pelan Dita mempertajam pendengaran nya langkah itu mendekat


"D...d... Dokter Arvin"gumam Dita dia bisa tau langkah Arvin sampai Dita terjatuh karna lemas


"Revan Revan"panggil Dita ,Revan menoleh dia melihat Dita terjatuh dan benar di depan nya ada Arvin


"Dita aku di sini"ujar Revan mengengam tangan Dita


"Aku bantu aku"ujar Dita meraba wajah Revan


"Apa kah kamu melupakan aku"lirih Arvin dengan lirih Dita memeluk Revan mengeleng pelan


"Pergi saja aku tidak mau melihat mu"ujar Dita menangis hati Arvin hancur dia melangkah pergi


"Arvin"teriak Dita takut Arvin yg baru keluar dari toilet dia melihat mama nya


"Arvin"teriak Dita lagi


"Mama aku di sini ma"ujar Arvin mengengam tangan mama nya


"Mama mau pulang Arvin mau pulang"ujar Dita menangis


"Iya ma kita akan segera pulang"ujar Arvin lalu merangkul Dita


"Om kami pamit"ujar Arvin lalu mengajak mama nya pulang

__ADS_1


"Aku jadi pusing mencari Arvin dan menyuruh Arvin pergi Arvin yg mana "ujar Revan frutasi memahami nya


__ADS_2