
Setelah mendapat perintah dari tuan Prabu, Pak Rudi segera memerintahkan para pelayan membersihkan kamar untuk dijadikan perawatan Luna. Peralatan untuk menyambung ke tubuh Luna juga sudah ada karena Gilang meminta dokter dan suster untuk mempersiapkannya.
Edar tidak ingin ada kekurangan dalam perawatan istrinya sehingga membuat dokter dan pelayan merasa takut jika tuan dingin tersebut menjadi marah.
Sejam kemudian mereka sudah sampai di kediaman keluarga perkasa, mobil ambulans memasuki pekarangan supir membukakan pintu keluarlah Edar.
Sikembar juga sudah keluar bersama opa dan omanya disusul oleh sahabat Luna.Gion membantu mengeluarkan brankar Luna. dan membawanya ke kamar dilantai satu.
Edar yang dibantu Dion memindahkan Luna keatas kasur, Gilang dan dokter memasang alat pernapasan ke tubuh Luna.
" Bibi siapkan minuman untuk lainnya" kata Mommy farah. Bibi segera mempersiapkannya.
" Aidyen, Alfatih ayo ikut aunty kalian ingin melihat kamar adik Anindira" kata Cinta , menggendongnya.
" Mau aunty nanti Al akan menjaga adik ketika tidur" kata Alfatih. " Kalau Aidyen gimana?" Ayu.
" Ai juga aunty akan menjaganya daddy pasti merawat mommy. Bibi pindahkan barang kami ke kamar adik" kata Aidyen pada pelayan yang lewat.
__ADS_1
" Baik tuan muda" kata pelayan. Ayu dan Cinta meletakan Anindira di Boksnya juga merapikan pakaiannya.
Setelah memindahkan Luna mereka duduk diruang tengah dokter yang merawat luna sudah meminta izin untuk kembali ke Rumah sakit, Luna ditemani oleh suster dalam kamarnya.
" Bibi bukankah itu barang sikembar masy dibawa kemana?" Mommy farah. Mereka melihat bibi membawa koper dengan penuh tanda tanya.
" mmm itu nyonya tuan muda ingin memindahkan barangnya ke kamar nona kecil" kata Pelayan. " Itu permintaan mereka tante katanya ingin menjaga Anindira" kata Ayu, keluar dari kamar Anindira sebelah kamar Luna disusul oleh Cinta.
" Hahaha sepertinya mereka ingin menguasai adiknya sendiri" kata Gilang. Edar hanya tersenyum sudah beberapa hari ini sikembar menemani putrinya ketika dia disibukan dengan pekerjaan dan Luna.
" Mas Cinta ngantuk" keluhnya, bersandar pada Dion. Dion menatap Cinta yang sudah memejamkan matanya.
Gilang dan Dion menanggukan kepalanya setelah melihat tatapan Edar.Mommy farah memerintahkan pelayan untuk mempersiapkan kamar untuk mereka.
Setelah bibi beritahu bahwa kamar sudah siap Dion dan menggendong istri mereka ke kamar karena sudah tertidur dalam pelukan mereka.
Orangtua Edar juga masuk kedalam kamar karena rasa lelah yang mereka rasakan. Edar memasyki ke kamar putrinya untuk melihat keadaannya.
__ADS_1
Edar tersenyum melihat putrinya melihatnya sedangkan sikembar sudah terbaring di atas karpet.
" Kalian memang dapat daddy andalkan maafkan daddy nak" kata Edar, mencium kening putra kembarnya.
" Aduh putri cantik daddy terbangun, jangan menangis sayang lihat kakak mereka sudah tertidur menjagamu" kata Edar, mencium pipi Anindira.
Anindira tersenyum menepuk pipi Edar dengan tangan mungilnya.
" Pak Rudi segera ke kamar Putriku" kata Edar, menghubungi pak Rudi melalui sambungan telepon. " Baik tuan Edar" kata pak Rudi, memutuskan sambungan teleponnya.
tok, tok, tok.
" Masuk" kata Edar. Pak Rudi masuk dan memberi salam pada Edar. " Tuan ada yang bisa saya bantu" kata pak Rudi.
" Pak bawakan kasur kesini untuk mereka, pasti tidak nyaman jika mereka tidur di karpet" kata Edar. Pak Rudi segera mengambil kasur untuk sikembar dengan bantuan penjaga.
Edar meletakan putrinya ke boksnya setelah dia menidurkannya. Kemudian memindahkan secara perlahan putra kembarnya ke atas kasur yang telah dibawa oleh pak Rudi tak lupa mencium anak-anaknya dan menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
.