
Saat ini mereka sedang berkumpul di Villa Edar karena mereka menemani Luna dan Ayu juga ingin bertemu sikembar.
" Aidyen coba kamu elus perut Aunty dedeknya ingin kakak Aidyen membelainya" kata Ayu. Dengan hati- hati Aidyen mengelus perut Ayu.
" Waw mommy dedek bayi bergerak" kata Alfatih dengan hebohnya tanpa memberikan yang lain mendekati Luna.
" Sayang, Dad juga ingin merasakannya" kata Edar. " Kalau daddy boleh tapi yang lainnya tidakboleh, nanti dedeknya Al sakit" kata Alfatih, memeluk leher Luna.
Mereka tertawa mendengar ucapan si kecil Alfatih, Bibi membawakan buah mangga yang telah di petik Gilang .
"Wah ini sangat enak" kata Ayu, mencicipi mangga muda di depannya. Gilang menggigit geli pasti itu sangat asam.
" Bibi apa kuah kacang ada?" Edar. " Ada tuan bibi juga membuatnya siapa tahu nona Ayu menginginkannya" kata Bibi
" bawakan kesini jika ada buah mangga bawakan kesini juga" kata Edar. Bibi menanggukan kepalanya.
Mereka terkejut melihat Ayu dan Edar seperi sedang berlomba memakan buah mangga muda yang asam itu ditambah dengan kuah asam.
__ADS_1
" Edar, Daddy dan Mommy ingin kembali ke kediaman kita" kata Daddy Prabu, tiba- tiba. Membuat Edar berhenti makan.
" Mommy, mengapa kalian harus pulang" kata Luna tertunduk sedih. " Sayang mommy tidak mungkin meninggalkan kediaman kita terlalu lana , dan harus ada yang mengawasi apalagi keadaannya sekarang sudah membaik" kata Mommy farah.
" Opa, Oma mau pulang" kata Aidyen. " Iya sayang kasihan rumah kita tidak ada yang mengawadinya" kata Mommy farah, memeluk cucunya.
" Kami pasti merindukan opa dan oma" kata Aidyen juga memeluk daddy prabu. " Kami pasti juga merindukan kalian, kalian harus menjaga mommy dan calon adik" kata Daddy prabu. Sikembar menanggukan kepalanya.
" Kapan kalian berangkat biar Dion mengurusnya" kata Edar. " Kami berangkat tiga hari lagi" ucap Daddy Prabu.
" Dion, kamu urus keberangkatan mereka" kata Edar. " Baik tuan" ucap Dion. Menghubungi pihak bandara untuk memesan dua tiket.
Apartemen Shinta.
Shinta dan Yuni sedang bersiap untuk pergi ke luar negeri ada pemotretan di eropa, ketika bersiap ada panggilan masuk.
" Halo cepat katakan, bagaimana keadaannya? " Shinta. " Nona saya membawa kabar baik, saya baru saja mendapat kabar bahwa orangtua tuan Edar dalam tiga hari lagi akan kembali ke kedianan mereka" kata orang suruhan Shinta.
__ADS_1
Shinta tertawa nendapat kabar. " Kalian membawakan kabar yang menggembirakan, sekarang mereka pasti sedikit tenang.tapi ingat kalian terus mengawasi mereka" kata Shinta tersenyum smirk.
" Baik nona kami terus mengawasi mereka" kata anak buah Shinta. Shinta memberitahu ke asistennya mengenai kepulangan orangtua Edar.
" Sepertinya aku tidak sabar untuk membalas kematian saudaraku, Bella" bisik Yuni. Tersenyum licik.
Orangtua Edar meminta agar cucu kembarnya tidur bersama mereka. Mereka pasti akan merindukan cucu kesayangan mereka.
Luna dan Edar sudah masuk kedalam kamar.
" Sayang, mengapa wajahmu sedih?" Edar. Luna membalikan badannya dan memeluk Edar.
" Mas, kenapa mommy dan daddy harus kembali secpat ini" kata luna. Edar membalaskan pelukan Luna dan mencium keningnya
" Yang dikatakan daddy benar sayang harus ada yang mengawasi rumah dan perusahaan kita" seru Edar." Ini pasti karena Luna hingga mas tidak bisa mengurus perusahaan beberapa bulan ini" kata Luna, sedih.
Edar mengangkat wajah luna dan menciumnya dengan lembut. " Sayang ini bukan karena mu mas masih mengurusnya walau harus dari sini, sebaiknya kita tidur kasihan dedeknya pasti sedih melihat mommynya sedih." kata Edar. Membawa Luna dalam pelukannya.
__ADS_1
Edar menatap langit dia dan Dion sudah mencari orang dibalik semua ini. Bahkan dia sudah mengetahui bahwa ada mata-mata dalam Villanya tapi dia belum bertindak.