Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 69


__ADS_3

" mas apa mereka mengikuti kita?" ayu, duduk di belakang sambil memeluk sikembar. gilang menoleh ke belakang. " ya sayang mereka mengikuti kita, kamu jangan khawatir" kata gilang.


" aunty, om ada apa mengapa aunty ketakutan" kata Aidyen. " tidak ada sayang, aunty hanya takut nanti kita terlambat pulangnya" kata ayu, mencoba mengalihkan perhatian.


Aidyen mengetahui bahwa ayu dan gilang mencemaskan sesuatu tapi dia hanya diam.


di rumah sakit.


" cinta coba kamu hubungi ayu apa mereka sydah tiba di rumah atau belum?" luna, mengkgawatirkan si kembar.


cinta mencoba menghubungi ayu.


" halo ayu apa kamu sudah sampai di rumah, bagaimana anak- anak?" cinta.


" kami sudah di rumah cinta dan si kembar sedang makan siang, cinta jangan katakan ke luna bahwa kami ada yang mengikuti. mas gilang mencoba menghubungi tuan edar" kata ayu.


" baiklah nanti cinta sampaikan ke luna" sahut cinta.kemudian menutup panggilannya.


" kamu tenang luna mereka susah sampai di rumah ayu dan sekarang sedang makan siang" kata cinta. " luna menghela nafasnya dan mengelus dadanya.


Di negeri lain.


Edar dan dion sedang mengikuti rapat penting menengai bisnisnya dengan rekan kerjanya.tak lama HP Dion berbunyi.

__ADS_1


tret, tret. " permisi saya angkat telepon dulu" kata dion, sopannya meminta izin. edar dan rekan kerjanya menanggukan kepalanya.


" Halo tuan gilang apa ada masalah?" dion.


" dion dimana kak edar aku ingin bicara sesuatu dengannya" kata gilang.


" tuan sampaikan saja padaku tuan edar masih rapat dengan kliennya. apa ini menengai nina luna dan si kembar" tebak dion.


" baiklah akan ku ceritakan jika urusannya sudah selesai segeralah kembali". Gilang menceritakan bahwa ada yang mengawasi luna dan anak- anak dan sekarang sikembar tinggal bersamanya dan ayu.


" tuan sudah mengetahui siapa yang mengikuti nona luna" kata dion, tatapan tajam. " belum sempat dion sekarang ini mereka masih berada di depan rumahku, mereka mengikuti kami ketika menjemput anak- anak" kata gilang, melihat sekitar rumahnya dari balik pintu.


" baiklah untuk sementara tolong anda menemani anak- anak dan keadaan nona luna.gimana?" dion.


" baiklah tuan kabar ini akan saya beritahu ke tuan edar" kata dion. akhirnya mereka menutup panggilannya.


Dion kembali ke ruang rapat dan menunggu edar menyelesaikan rapatnya.


" kamu mau kemana, luna?" cinta , melihat luna bersiap untuk pergi. " aku harus ke butik larena ada janji dengan seorang" kata cinta.


" baiklah aku ikut denganmu, nanti kamu kenapa dan sikembar marah pada aunty cantiknya" kata cinta, tersenyum. luna dan cinta pergi dari rumah sakit menuju LK butiq dengan selamat.


" nona ada yang mencari anda" kata staf butik. " dimana dia padti itu nona shinta yang menjemput pesannya" kata luna. " nona itu menunggu anda di meja sana , nona" kata staf.

__ADS_1


" baiklah saya akan kesana dan kamu tolong ambil pesanan nona itu" kata luna. stafnya menanggukan kepalanya dan menuju lemari.


" luna sebaiknya aku menunggu di ruanganmu saja sepertinya dia tamu penting" kata Cinta. Luna menanggukan kepalanya.


" maaf menunggu lama nona shinta, saya ada praktek di rumah sakit" kata luna. " saya mengerti nona" kata shinta.


" nah ini dia gaunnya jika ada yang kurang anda bisa bilang sekarang" kata luna. shinta mencoba gaunnya di ruang ganti.


taklama luna kembali ke ruangannya tanpa dia sadari HP nya tinggal di luar. shinta keluar tapi tak melihat luna tapi matanya tertuju pada HP luna.


betapa terkejutnya shinta melihat foto edar bersama luna ketika mereka berfoto di jepang.


" sialan jadi dia wanita yang telah merebut edar dariku, lihar saja luna aku akan membalasmu" kata shinta, menggegam hp luna.


" nona shinta bagaimana dengan gaunnya apakah anda ingin merubahnya" kata luna, datang bersama cinta.


" oh tidak nona luna saya akan membawanya karena sore ini saya harus berangkat" kata shinta, dengan senyuman palsu. diam- diam dia meletakan kembali hp luna di atas meja dan itu terlihat oleh cinta.


" terima kasih nona semoga anda kembali ke butik saya" kata luna, tersenyum manis. tapi shinta hanya tersenyum palsu dan meninggalkan butik dengan amarah yang memuncak.


" sepertinya dia bukan wanita yang baik" kata cinta. luna hanya menggelengkan kepalanya.


luna dan cinta keluar dari butik menuju ke rumah ayu untuk menemui anak kembarnya

__ADS_1


__ADS_2