
Kediaman Perkasa
Setelah mendapat kabar dari Edar mommy dan daddy Edar sangat mengkhawatirkan keadaan menantu dan cucu perempuan mereka yang tengah di kejar oleh penjahat.
" Dad gimana menantu dan cucu perempuan kita" kata Mommy Mayang, menangis dalam pelukan suaminya sedangkan daddy Prabu menenangkan istrinya.
Cinta dan Ayu sedang membujuk sikembar karena menangakan keadaan mommy dan adiknya.
" Aunty dimana mommy dan adikku" kata Aidyen, menangis. " Sayang tenanglah daddy kalian sedang menjemput mommy dan adik Anindira " kata Cinta.
" ya Aunty, Daddy pasti membawa mereka pulang" kata Alfatih, berusaha tenang meski dua sedih memikirkan mommy dan adiknya.
" Sekarang keponakan kesayangan aunty tidur karena hari sudah sore, jangan lupa berdoa untuk mommy dan adik Anin" kata Ayu, menyelimuti dikembar.
Sikembar berdoa untuk keselamatan Luna dan adiknya, kemudian Ayu dan Cinta keluar menemui orangtua Edar.
" Apa mereka sudah tidur nak" kata mommy mayang. " Sudah tante mereka sedangbtidur siang dikamarnya" kata ayu, dengan senyuman.
" Terimakasih nak, untung ada kalian kesini tante dan om sangat cemas" kata Mommy mayang. Ayu dan Cinta menanggukan kepalanya.
__ADS_1
Edar dan Dion terus mencari keberadaan Luna dan Anindira, terlihat jelas Edar sangat marah dan mengkhawatirkan istri dan putrinya.
" Dion minta Zidan melacak mobil yang dibawa Vino karena aku sempat memasang alat pelacak" kata Edar.
" Baik tuan" kata Dion, menghubungi Zidan merupakan orang kepercayaannya dalam hal melacak.
Mereka terus mencari keberadaan Luna dari lokasi yang diberitahu oleh Vino.
Mobil yang dikendarai oleh Vino terus melaju dengan kecepatan di atas rata- rata, dia harus dapat meloloskan dari pengejaran mobil dibelakangny as.
Nandhu yang berada di apartemennya terus tertawa karena anak buahnya berhasil mengejar mobil Luna.
" Kau dengar itu Abi mereka hampir berhasil mendapatkan Luna karena mereka terus mengejarnya, kali ini aku pasti berhasil" kata Nandhu dengan tertawa.
" Semoga kau tidak menyesalinya Nandhu" guman Abi yang melihat kebahagiaan Nandhu.
" Sebaiknya aku hubungi mereka agar cepat membawa Luna" kata Nandhu, menghubungi anak buahnya.
drt, drt, drt.
__ADS_1
" Bagaimana? "
" Kalian kenapa lama sekali hanya melawan satu pria, satu wanita saja, kalian belum berhasil" kata Nandhu marah mendapatkan kabar bahwa anak buahnya masih mengejar mobil yang dikendara oleh Vino.
" Baiklah kalian harus berhasil membawa Luna ke hadapanku" kata Nandhu, melempar HP nya di sebelahnya.
" Apa yang terjadi? " Abi, melihat Nandhu marah. " Mereka, anak buah bodoh sudah lama mereka mengejar Luna tapi belum juga berhasil" kata Nandhu, meminum minumann.
Abimana hanya diam dan tidak berbuat apapun dia hanya berharap temannya sadar.
Luna terus berdoa dan memeluk putrinya. " Mas Edar cepatlah tolong kami" kata Luna ketakutan sambil menyebut nama suaminya.
Vino terus menghindari mibil yang terus merempet pada mobilnya." Hei berhenti serahkan wanita itu pada kami" kata penjahat, yang telah berada di mobil Vino.
Vino dengan tenang tetap fokus pada keselamatan nyonya mudanya. dia terus melajukan mobilnya dan mencoba menghindari suara tembakan.
Dor
Mereka menembak mobil Vino membuat Luna terkejut.
__ADS_1
" Astagfirrah" kata Luna, langsung memeluk Anindira yang terus menangis.
Sehingga Vino menghentikan mobilnya karena mereka telah tiba di hadapan mobilnya.