
Reyhan sangat merasa bahagia karena hari ini adalah hari ulangtahun dari maminya, Reyhan membagikan undangan pada teman sekolahnya.
" Kalian jangan lupa datang ya pesta ulangtahun mamiku" kata Reyhan, membagikan undangan pada Aidyen dan Alfatih.
" Kami pasti datang, kamu sudah mengambil hadiahmu di butik mommy? " Alfatih, menyimpan undangan dalam tas.
" Nanti Reyhan dan papi akan kesana untuk mengambil hadiahnya" kata Reyhan. Kemudian guru masuk pembelajaran dimulai.
Semua siswa mendengarkan penjelasan dari guru sikembar sangat fokus pada pembelajarannya.
Setelah mendapat izin dari Edar dan pihak rumah sakit sudah mengizinkan Luna kembali praktek ke rumah sakit, Luna sangat bahagia karena besok dia sudah bisa kembali bekerja di rumah sakit dan bertemu para pasiennya.
Luna bersiap untuk menjemput putra kembarnya bersama Cinta dan anak-anak mereka.
" Luna, aku tak sabar lagi kita dapat bekerja sama lagi di rumah sakit" seru Cinta, yang kebetulan datang ke rumah Perkasa.
" Ya Cinta, aku tak sabar lagi kita dapat bekerja sama lagi, bagaimana keadaan rumah sakit selama ini? " Luna.
" Semuanya masih sama yang berbeda adalah banyaknya dokter baru yang masuk, tapi temanku ini masih menjadi favorit bagi pasiennya" kata Cinta. Luna hanya tersenyum.
__ADS_1
Oek, oek
Anindira menangis . " Aduh putri mommy, kenapa menangis sayang? " Luna, menggendong putrinya.
" Apa keponakan aunty ini merindukan kakak kembarnya" kata Cinta, seketika Anindira diam sambil menepuk tangannya.
" Apa sebaiknya kita menjemput mereka Lun, bukankah saatnya mereka pulang sekalian kita mengajak mereka ini jalan-jalan" kata Cinta.
Luna tersenyum melihat putrinya yang terus bergerak yang aktif, sambil menunjuk foto si kembar di atas meja.
" Putri monmy ini sepertinya merindukan kakaknya" kata Luna, mencium putrinya dengan gemes.
" Anindira" teriak sikembar, melihat adiknya di gendong oleh Luna, Reyhan juga mengikuti mereka karena jemputannya belum datang.
" Asyik adik yang menjemput kakak" seru Alfatih dengan mencium pipi adiknya. " Kalian tidak menyapa adik Faiz" kata Cinta, keluar dari mobil.
" Maaf aunty kami juga senang dijemput oleh adik Faiz" seru Aidyen, mencium Faiz, Cinta tersenyum mengelus rambut Aidyen.
Lina dan Cinta melihat Reyhan yang berdiri tidak jauh dari sikembar. " Reyhan" sapa Luna.
__ADS_1
" Salam aunty" kata Reyhan, mencium tangan Luna dan Cinta. Luna dan Cinta menyambut Reyhan dengan senyuman.
" Oh ya aunty sampai lupa gaun pesanan Reyhan sudah selesai" kata Luna. " Terima kasih aunty nanti Reyhan sama papi ke sana" kata Reyhan, dengan senyuman.
Terdengar suara klakson mobil berbunyi. Tin, tin, tin.
" Papi" teriak Reyhan, melihat papinya keluar dari mobil. " Nyonya Luna saya tidak menyangka kita bertemu disini" kata Irgi.
" Ya tuan Irgi saya menjemput anak-anak hari ini, oh ya kenalkan ini sahabat saya Cinta" kata Luna.
Irgi dan Cinta saling berkenalan. " Papi kata aunty Luna gaun untuk hadiah mami sudah selesai" kata Reyhan, memegang tangan Irgi, Irgi menwtap Luna.
" Benar tuan gaunnya sudah dapat diambil, tuan dapat menfambilnya di butik saya. Nanti saya beritahu asisten saya" kata Luna.
" Kalau begitu kami permisi dulu, Nyonya" kata Irgi. " Dadah Alfatih dan Aidyen jangan lupa datang ke pesta ulangtahun mamiku" kata Reyhan. Sikembar melambaikan tangannya.
" Nyonya sekarang kita mau kemana" kata Vino, ketika Luna dan lainnya sudah menaiki mobil. " Mommy kita beli es krim ya" kata Alfatih, menatap Luna.
" Baiklah, Vino kita ke kedai es krim" kata Luna. " Baik nyonya" seru Vino. Mereka menuju kedai es krim.
__ADS_1