Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 141


__ADS_3

Hari ini afalah hari ulangtahun mami dari Reyhan sudah banyak tamu undangan yang gadir dalam gedung pesta, bauk dari rekan bisnis atau teman Reyhan.


Di kediaman keluarga Perkasa


Edar dan putra kembar sudah berpakaian rapi terlihat sangat tampan.




Sikembar terlihat lucu dengan pakaiannya mereka turun menemui oma dan opa yang sudah menunggu di bawah.


" Cucu oma terlihat tampan" puji mommy Farah, mencium kedua cucunya. Mereka menunggu Luna yang sedang bersiap.


" Edar, dimana menantu mommy? " mommy Farah, belum melihat kehadiran Luna. " Luna masih bersiap mom" kata Edar, merapikan kencing bajunya.


Taklama turunlah Luna dengan penampilan anggun membuat Edar menatapnya tanpa berkedip, sedangkan orangtuanya hanya senyum.


__ADS_1


Semua orang menanggumi penampilan Luna meski sederhana tetap elegan..


" Mommy cantik " puji sikembar. Edar mendekati Luna dan menariknya dalam pelukannya.


" Sayang kamu hari ini cantik sekali, aku tak rela jika kecantikanmu dilihat orang" bisik Edar, Luna tersipu malu.


" Mas jangan mesum nanti kita terlambat" kata Luna. " Baiklah kali ini mas lepaskan tapi mas tidak janji nanti malam" bisik Edar, Luna bergedik ngeri mendengarnya.


" Daddy, mommy ayo nanti kita terlambat " kata Alfatih, menanggu keromantisan orangtuanya. " Sabar nak lanjutan malam nanti saja" kata Daddy Prabu.


Luna sudah malu mendengar ucapan mertuanya sedangkan mommy Farah hanya menggelengkan kepalanya.


Setelah menempuh perjalanan selsma sejam mobil yang membawa mereka sudah sampai di tempat tujuan, ternyata disana sudah ada Ayu, cinta dan Gilang yang menunggu mereka di parkiran.


" Luna, hari ini terlihat cabtik sekali" kata Ayu, melihat Luna keluar dari mobil. " Ayo kita kesana untung saja orang yang berulang tahun pasien dirumah sakit hingga kita dapat menghadiri acara ini bersama" kata Cinta. Ayu menanggukan kepalanya.


Luna beepegangan tangan dengan Edar terjejut melihat dua sahabatnya ada di pesta.


" Kalian di sini juga" kata Luna. " Ya kebetulan orang yabg berulabg tahun adalah padienku di rumah sakit" kata Ayu.

__ADS_1


" Kalau aku tentu menemani suamiku, nanti para wanita disini menggodanya lagi" kata Cinta, mengayun manja pada Dion, Dion tersenyum dan mengelus hijab Cinta.


" Selamat malam tante, om" sapa Ayu dan Cinta, menyalami orangtua Edar. " Ayu dimana Gilang? " Daddy Peabu, yang tidak melihat Gilang.


" Mas Gilang sedang ada menerima telepon, om" kata Ayu, mereka menanggukan kepalanya. " Aduh keponakan aunty tampan dan cantik" puji Cinta.


Sikembar tersenyum sedangkan Anindira bertepuk tangan membuat yang lainnya tertawa. " Ayu, Cinta dimana putra kalian? " Luna.


" Mereka bersama suster Luna, kami membawanya bersama suster karena kami dari rumah sakit" kata Cinta.


Gilang yang sudah selesai dengan urusannya segera nenghampiri keluarganya.


" Selamat malam tante, om, kak Edar dan lainnya" kata Gilang, menyapa keluarga dan sahabatnya.


" Ayo kita masuk sepertinya acara sudah mau di mulai" kata Edar, mereka masuk ke ruangan pesta.


Mommy Farah memegang tangan Daddy Prabu meski umur mereka tidak muda lagi, keromantisan mereka tidak dapat diragukan lagi.


Ayu dan Gilang masuk bersama dengan putranya Zaki dalam gendongan Gilang, sedangkan Cinta dan Dion juga menyusul dengan putranya dalam gendongan susternya.

__ADS_1


Sikembar berdiri di depan orangtuanya dengan dinginnya sedangkan Anindira terlihat cantik dengan gaunnya.


__ADS_2