Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 146


__ADS_3

Perusahaan Perkada Gruop


Edar sangat sibuk dengan pekerjaannya memeriksa berkas, tiba saha wajah Luna melintas dalam fikirannya membuatnya tidak fokus pada pekerjaannya.


" Ada apa ini" kata Edar memegang dadanya yang berdetak sangat cepat.


Tiba saja pintunya terbuka Dion masuk ke ruangannya dengan tergesa-gesa. " Tuan saya sudah mendapatnya" kata Dion, dengan nafas yang ngongosan.


Edar menatap tajam pada dion. " Cepat buka yang kau temukan" kata Edar, ada perasaan tegang yang dirasakannya.


Dion segera menghubungkan plasdisk ke laptop Edar dan seketika terbukalah rekaman CCTV yang didapatkannya di kampus tempat Luna kuliah.


Meski sudah bertahun lamanya rapi CCTV terekam sangat jelas disana terekam Nandhu terus mengawasi kegiatan Luna disana dia juga melihat beberapa kali Nandhu mengirimkan hadiah.


Meski gambarnya sedikit buram Edar sangat mengenal wajah orang itu, dia sangat emosi ketika istrinya diberi berbagai macam hadiah.


Dia tahu bahwa istrinya tidak bersalah karena sangat jelas bahwa istrinya membagikan hadiah itu ke temannya.


" Tuan ini rekaman dari tuan Irgi" kata Dion, memberikannya hasil rekaman pada Edar. tanpa apapun Edar segera membuka rekaman CCTV itu.


Edar sangat marah sampai dia memukul mejanya sampai barang di atas meja berjatuhan. Edar sangat emosi melihat Nandhu memperhatikan Luna penuh perasaan.


" Beraninya dia menatap istriku dengan tarapan itu" kata Edar.

__ADS_1


taklama terdengar HP nya berbunyi


drt, drt, drt.


Edar menghela nafasnya dengan berat dia melihat panggilan dari istrinya.


" Halo"


Sebelum Edar menyelesaikan perkataannya terdengar syara tangisan


" Sayang apa yang terjadi, kenapa kamu menangis" kata Edar, sakit hatinya ketika mendengar rangisan istrinya.


"hiks hiks mas tolong kami di kejar oleh beberapa mobil" kata Luna, dengan seraknya. " Siapa yang mengejar kalian, apakah Vino ada sayang" kata Edar.


" Sayang apa yang terjadi" kata Edar, syok mendengar suara tembakan. " Mas mobil ditembak, mas Luna takut terjadi sesuatu pada Anindira" kata Luna, melihat putrinya menangis ketika terdengar suara tembakan.


" Baik sayang mas segera kesana sayang trnanglah dan bujuk putri kita untuk tenang, mas akan melindungi kalian" kata Edar, memutus panggilannya.


Dion sudah bersiap karena dia mendengar ucaoan tuannya. " Tuan, saya sudah menghubungi mereka dan melacak keberadaan nyonya. mereka berada di jalan xxx" kata Dion.


" Bagus Duon, ayo kita jalan" kata Edar. Mereka keluar dari perusahaan dengan tergesa tak ada yang bertanya pada mereka, karena raut wajah mereka sangat dingin bahkan wajah Edar merah karena enosi.


Keadaan Luna

__ADS_1


Mobil yang di kendarai oleh Luna terus berlaju sangat kencang menghindari tembakan yang di arahkan pada mobilnya.


" Nyonya berpeganglah sangat erat" kata Vino. Luna menanggukan kepalanya, dia mengikat putrinya dengan kain ke tubuhnya dan tangannya memegang sisi mobil dengan kuat.


Luna terus berdoa dalam hatinya agar mereka selamat.


" Cepat kejar mereka jangan sampai kehilangan" kata ketua penjahat.


" Baik bos" kata anak buahnya. Mereka terus mengejar mobil Luna.


Vino sekali melihat cermin terlihat mobil yang mengejar mereka semakin bertambah.


" Nyonya hubungi tuan muda kita harus mencari pertolongan, karena mereka menambah kekuaran" kata Vino.


Luna menanggukan kepalanya dia berusaha menghubungi Edar. Setelah memberitahu pada Edar, Luna kembali memeluk putrinya.


Anindira kembali tenang setelah dia mendengar suara Edar, karena Luna Loupskers panggilannya.


"Sayang tenang ya daddy akan datang" kata Luna menunjukan senyuman pada putrinya. Anindira seakan mengerti dia tersenyum dan memainkan tangannya di wajah Luna.


Setelah mendapat kabar dari Luna, Edar segera menghubungi monmy Farah untuk menjaga putra kembarnya. Mommy farah sangat mengkhawatirkan menantunya dan cucu perempuannya.


Cinta dan lainnya juga berada di kediaman perkasa karena mendapat kabar dari Dion.

__ADS_1


__ADS_2