Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 142


__ADS_3

Ruangan Pesta terdengar suara musik dengan penyanyi yang merdu, keluarga Perkasa memasuki ruangan membuat suasaba yang tadi ceria dengan diiringi musik menjadi berisik dengan suara bisik


para undangan terpukau dengan penampilan keluarga no 1 di negaranya, Edar dengan dinginnya tapi memeluk pinggang Luna dengan prosesif dan putra kembar mereka yang terlihat lucu dalam pandangan mereka meski dingin.


" Selamat datang ke pesta kami yang sederhana ini tuan, nyonya. Memperkenalkan ini istri saya yang berulang tahun hari ini namanya Gresya Atmadya" kata Irgi setyawan.


Mereka saling berkenalan satu sama lain Reyhan sudah mengajak sikembar untuk menemui teman sekelas mereka.


" Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih karena kalian sudah berkenan menghadiri pesta kami" kata Gresya.


" Sama-sama sama nyonya kami juga senang karena kalian sudah mengundang kami ke pesta anda " kata Luna, dengan senyuman.


" Saya tidak menyangka desainer kesukaan saya menghadiri pesta saya ini.Tuan, nyonya silahkan mebikmati pestanya" kata Greysia. Luna dan lainnya menanggukan kepalanya.


Ternyata dari kejauhan ada Nandhu dan Abhimana yang menatap mereka dengan tajam, rupanya Nandhu dan Irgi juga menjalin kerja sama.


" Nandhu mereka juga di undang, apa itu wanita yang kau sukai? " Abhimana, melihat Luna yang terus di oeluk oleh Edar.


" Ya dia wanita itu" kata Nandhu, menatap Luna dengan kekaguman, Abhimana hanya menanggukan kepalanya.

__ADS_1


" Terus apa yang akan kamu lakukan lihat dia ada di hadapanmu sekarang" kata Abhimana. " Apa sebaiknya kita menyapa mereka apalagi kita menjalin kerja sama dengan tuan Edar" kata Nandhu, meminum minumannya.


MC memulai acaranya membuat Nandhu menghentikan niatnya bertemu Luna.


Mereka menyanyikan lagu ulangtahun bersama dan memotong kue ulang tahun.


" Sekali lagi kami mengucapkan ulang tahun ke 38, semoga anda panjang umur dan sehat selalu" kata Mommy Farah.


" Terima kasih nyonya atas ucapannya" kata Greysia. Nandhu dan Abhimana mendekat ku e arah mereka.


" Tuan Irgi dan nyonya" kata Nandhu dengan senyuman. Mereka membalikan badannya Luna dan kedua sahabatnya terkejut melihat Nandhu.


" Tuan Nandhu, anda juga disini" kata Edar. " Oh tuan Edar ya saya sedang menjalin kerja sama dengan tuan Irgi" kata Nandhu.


" Saya tidak menyangka bahwa kalian sudah saling mengenal: kata Irgi. " Benar tuan, kami juga ada kerja sama" kata Edar.


" Saya tidak menyangka bahwa kita akan berjumpa saat ini, baiklah saya ke sana dulu menemui teman istri saya. Mari" kata Irgi. Mereka menanggukan kepalanya.


" Halo para ladies" sapa Nandhu pada Luna dan kedua sahabatnya, membuat lainnya mengeringit dahinya.

__ADS_1


" Maaf tuan, anda mengenal mereka" kata Gilang. " Tentu mereka adalah junior saya ketika di kampus dulu" kata Nandhu, tersenyum sedangkan Luna dan kedua hanya tersenyum tipis.


" Sayang?" Edar. " Ya mas kak Nandhu senior Luna di kampus" kata Luna.


" Sebaiknya kita mengobrol di sana agar lebih santai" kata Daddy, Prabu. Mereka kembali duduk ke tempat mereka dan Nandhu mengikutinya.


" Ayu, lihat tatapan kak Nandhu pada Luna " kata Cinta, menatap curuga pada Nandhu yang menatap Luna dengan tatapan kagum.


" Aku juga merasakannya sebaiknya kamu bilang ke Dion untuk menyelidikinya, aku khawatir dengan tatapan kak Nandhu pada Luna" kata bisik Ayu.


" Luna kak tidak menyangka bahwa kamu istri dari seorang Edar Perkasa" kata Nandhu. Luna hanya membalasnya dengan senyuman


" Putrimu terlihat cantik, Luna" kata Nsndhu. " Terima kasih kak" kata Luna.


" Tuan Nandhu apakah sudah berkeluarga?" Mommy Farah. " Belum ada yang cocok nyonya, dulu saya pernah menyukai seseorang tapi sekarang saya sudah terlambat" kata Nandhu, dengan senyuman.


" Sepertinya anda masih menyukainya sampai sekarang" kata Gilang, meminum jusnya. " Ya tuan sampai saat ini saya masih menyukainya" kata Nandhu, menatap sekilas Luna.


Ayu dan Cinta melihat tatapan itu sedangkan yang lainnya tidak ada yang menyadarinya. Nereka melanjutkan bicaranya menengai bisnis yang mereka kerjakan.

__ADS_1


Setelah larut mereka pulang karena anak-anak sudah lelah kemudian mereka pamit pada tuan Irgi dan istri. Sikembar juga berpamitan pada Gilang dan teman lainnya.


__ADS_2