Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 78


__ADS_3

Negara Amerika


Sudahh tiga bulan berlalu Shinta saat ini sudah kembali dari pemotretan menjadi uring-uringan, karena sudah tiga bulan berlalu tapi orang suruhannya belum juga menemukan keberadaan Luna dan lainnya.


Prang, terdengar suara gelas pecah. " Dasar orang bodoh menemukan satu orang saja tidak bencus" teriak Shinta, dalam kamarnya. Dia baru saja mendapat kabar bahwa orang duruhannya gagal.


" Sebaiknya kita menunggu salah satu dari mereka keluar dari pesembunyiannya, biarlah kita mengalah dulu sebelum menang" kata Yuni, berdiri di depan pintu.


Shinta membenarkan ucapkan Yuni mungkin saatnya dia mengalah dulu sementara ini. Yuni adalah saudara sepupu Bella, mereka memang jarang bertemu karena komunikasi hanya melalui sambungan telepon. tapi mereka sangat dekat saat itu ketika edar menangkap bella mereka baru saja melakukan kontak dan Bella juga bercerita mengenai Erick.


Di Kota Cochem.


Keadaan Edar sudah membaik meski rasa mual dan ngidam masih dia alami tapi tidak separah kemaren, saat ini Edar dan Dion berada di kantor membahas pekerjaan tidak lupa dia membawa barang kepunyai Luna jika tidak dia akan kembali mual.


Ayu saat ini sedang menemani Luna membuat makanan, tiba- tiba saja ketika Luna memotong ikan Ayu merasakan gejolak dalam perutnya. Dia berlarian menuju toilet membuat Luna khawatir.


" Bibi boleh lihat Ayu sebentar, bibi tolong lanjutan masakannya luna akan menyusul Ayu" kata Luna melepas celemeknya. Keadaan perut luna sudah terlihat bucitnya makanya dia harus berhati- hati.

__ADS_1


Pelayan melanjutkan masakannya dan satu lagi membantu Ayu." Ayu kamu sudah membaik, kok bisa kamu muntah" kata Luna, heran.Membantu Ayu untuk duduk.


" Aku juga tidak tahu luna ketika kamu motong ikan tiba- tiba terbau bau amis" kata Ayu, wajahnya sudah pucat. Luna menatap curiga padanya.


" Ayu,Kapan kamu terakhir datang bulan" kata Luna, menatapnya. Ayu memikirkan ucapannya memang bulan ini dia belum kedatangan tamunya.


" Astaqfirrah, Luna" kata Ayu, dengan bahagianya sampai menutup bibirnya tidak percaya dengan dia alami." Sebaiknya kita hubungi kak Gilang agar kemari bersama Dok Mira dan memeriksamu" kata Luna, menghubungi Gilang.


Gilang berada di Villa sebelahnya dimana tempat itu dijadikan Rumah sakit sementara, saat ini Gilang sedang memeriksa pasien tiba- tiba terganggu dengan bunyi HP dalam sakunya.


" Luna meneleon, apa terjadi sesuatu" kata Gilang, melihat nama Luna dalam panggilannya. " Halo Luna apa kamu sakit lagi kakak akan kesana, jika tidak suamimu itu akan marah" kata Gilang tanpa hentinya. membuat Luna dan Ayu saling memandang.


Luna menatap wajah Ayu yang sudah pucat. " Kak bisa kemari dan membawa Dok Mira bersama kakak, nanti kakak akan tahu sendiri" kata Luna, menutup panggilannya.


Mereka menunggu Gilang Luna terus mengajak Ayu untuk bicara. Gilang yang mendapatkan kabar dari Luna dia segera membawa Dok Mira.Awalnya Dik Mira terkejut ketika dia dipaksa keluar dari ruangan operasi. Setelah diberitahu oleh Gilang dia mengikutinya dengan tenang.


Gilang yang baru saja datang terkejut melihat Ayu yang sudah pucat dalam pelukan Luna.

__ADS_1


" Sayang, Luna apa yang terjadi?" Gilang, dengan lirihnya dan mengusap hijab Ayu. Luna tersenyum penuh arti Dok Mira menangkap senyuman luna dia juga merasa senang.


" Dok Gilang izinkan saya memeriksanya" kata Dok Mira. Gilang memundurkan dirinya dan membiarkan dia memerilsa Ayu.


Edar dengan gelisahnya keluar dari ruangan kerjanya dengan terburu, Pelayan mengatakan bahwa Dok Mira datang bersama Gilang itu membuat Edar khawatir.


Ketika sudah sampai ke bawah dia memencingkan pandangannya dia melihat bukan Luna di periksa tapi Ayu.


" Sayang ada apa ini?" Edar, melihat Ayu pucat dalam pelukan Gilang. Luna hanya tersenyum itu membuat Edar dan Dion heran.


" Dok, Bagaimana istri saya?"Gilang, dengan gemetaran. " Selamat Dok Gilang, Dok Ayu hamil memasuki usia kandungan empat belas hari" kata Dok Mira.


Ayu terharu dengan mengelus perutnya penuh kebahagiaan akhirnya kehidupan yang telah mereka tunggu akhirnya datang. Gilang diam membisu dengan mulut yang berkata- kata.


Edar melihat saudarabya terkejut dia mendekati dan memberikan semangat, dia tahu bahwa mereka sudah menunggu kabar ini dua tahun lalu.


" Gilang selamat akhirnya impianmu terwujud kamu harus menjaga ustrimu" kata Edar. Gilang pun memeluk Edar dan menangis.

__ADS_1


" Kak akhirnya kami berhasil, Tuhan mengabulkan pernintaan kami" kara Gilang. Edar menepuk punggungnya.


" Alhamdulillah" kata Mommy farah dari arah belakang. Mommy Farah dan lainnya berada di halaman ketika mendengar suara ribut mereka segera masuk dan betapa bahagianya mendapatkan kabar yang membahagiakan .


__ADS_2