Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 124


__ADS_3

" Ningsih" selidik mereka, kecuali Edar dan Dion. " Mas kenapa dengan Ningsih" kata Luna, menatap Edar, Edar hanya tersenyum.


Edar menatap tajam Vino agar menjelaskan yang terjadi." Tuan ketika kami memeriksa CCTV tanpa sengaja melihat pelayan ini kabur lewat pintu belakang" kata Vino, mendorong Ningsih ke depan.


" Mas ini" kata Luna khawatir. Edar menggelengkan kepalanya, Ayu sudah duduk di samping Luna dan menenangkannya.


Edar mendekati Ningsih yang ketakutan melihat wajah Edar. " Pak Rudi siapa dia?" Edar. " Dia pelayan baru, tuan baru saja beberapa hari bekerja" kata Pak Rudi.


tok, tok, tok.


" Bi buka pintunya" kata Gilang. Bibi membuka pintunya ternyata orangtua edar yang baru dari rumah temannya.


Tuan dan Nyonya Perkasa masuk dan terkejut melihat keadaan Luna yang lemah. " Oma, opa" kata Alfatih, berlarian dan mencium mereka.


" Cucu oma " kata farah. " Gilang apa yang terjadi ?" kata tuan Prabu. " Opa daddy menangkap orang jahat" kata Aidyen. Tuan Prabu menatap Gilang yang menanggukan kepalanya


" Sayang, kamu tidak kenapa?" mommy Farah. Luna menggelengkan kepalanya. Sebenarnya mommy Farah menanyakan cucu perempuannya tapi keadaan tak memungkinkan.

__ADS_1


" Dion putar CCTV yang kamu temukan di Perusahaan" perintah Edar. " Baik tuan" seru Dion, memutar rekaman CCTV.


Semua orang di sana menyaksikan kedatangan Dilla ke Perusahaan untuk menjalin kerja sama dengan perusahaanya awalnya biasa saja tak lama Dilla mencoba merayu Edar, Dengan sering datang ke perusahaan Edar.


Vino beralihkan ke CCTV restoran, disana Dilla kembali ke marayu Edar ketika Dion keluar, semua mata menatap tajam ke arah rekaman. Luna menangis dalam pelukan mommy farah ternyata selama dia koma ada yang merayu suaminya.


" Dion tunjukan rekaman CCTV di dalam ruanganku ketika Anindira sendirian di dalam" kata Edar, dengan dinginnya.


Gilang memperhatikan gerak gerik Ningsih yang terus menunduk ketakutan, tapi matanya menatap rekaman sangat jelas ada rasa takut dalam matanya.


" Kenapa dia terlihat takut dan matanya melihat arah rekaman dengan sekali, ada hubungan apa dia dengan Dilla, mungkinkah" duga Gilang.


Edar memeluk Luna dan mencium keningnya.. " Mas maafkan kesalahan Luna, mas pasti kesal pada Luna" kata Luna, menatap Edar dengan sayu.


Edar menghapus air mata Luna dengan tangannya dan kembali memeluk Luna, Ayu tersenyum melihat Luna sudah kembali bahagia.


" Edar, masalah salah paham kalian sudah selesai, terus dia kenapa" tunjuk daddy Prabu, pada Ningsih yang duduk di lantai dengan tangan diikat.

__ADS_1


Gilang berdiri mendekati Ningsih atau Dilla. " mas" kata Ayu, menghentikan Gilang. Gilang tersenyum dan menanggukan kepalanya seakan berkata dia baik saja.


" Dion lihat wajahnya dengan teliti apa kamu pernah melihatnya?" Gilang. Dion menatap Ningsih dengan intens.


" Tuan muda" kata Pelayan , belarian membawa kantonng. " Bibi ada apa lagi?" Daddy prabu.


" Tuan besar sebelumnya pak Rudi meminta saya untuk memeriksa kamar Ningsih dan saya menemukan" kata pelayan yang berhenti.


" Katakan bi apa yang kamu temukan" kata Edar. Dengan gugupnya Dion mengambil kantong dan membukanya ternyata itu setelan pakaian Dilla ketika terakhir ke kantor Edar.


" Bukankah ini" Dion, menatap tajam Ningsih. Edar tersenyum sepertinya dia susah menemukan orang yang mereka cari beberapa hari ini.


" Dion sepertinya kita sudah menemukannya, kerja bagus Vino" kata Edar. " terima kasih tuan muda" kata Vino dengan semangatnya.


" Tuan terus apa yang harus kita lakukan" kata Dion. " kita tidak perlu perbuata apa, sepertinya dia ada yang dikatakan bukankah begitu Dilla" kata Edar penuh penekanan.


Semua orang terkejut mendengar perkataan Edar, jadi wanita yang di cari oleh Edar betada fi runahnya.

__ADS_1


" Ha, ha, ha, Prok Prok. Edar ternyata kamu berhasil menemukan keberadaanku" kata Dilla, melepas semua penyamarannya.


" Astagfirrah"


__ADS_2