
" Nandhu lepaskan istriku" teriak Edar. Luna yang awalnya ketakutan terdengar wuara yang dia kenal, dia angkat kepalanya terlihatlah suaminya yang menggendong putrinya.
" Mas" kata Luna dengan senyuman yang terlihat di wajahnya. Edar membalasnya meski hanya tipis.
Luna merasakan tangannya dipegang oleh seseorang dia berusaha untuk melihat sosok yang mengikatnya.
" Kak Nandhu" Luna dengan suara gemetaran. Nandhu tersenyum. " Luna akhirnya kamu melihatku" kata Nandhu.
" Bukankah tadi pintu mobil sudah di kunci oleh Vino dan kenapa sekarang" kata Luna, yang heran mengapa dia berada di luar.
" Baiklah akan ku jelaskan pengawalm itu ceroboh kunci mobil ini terjatuh dari sakunya, hingga aku dapat menemukanmu" kata Nandhu dengan senyuman.
Membuat Luna semakin ketakutan dia beeusaha melepas diri dari Nandhu, tapi sia-sia karena Nandhu takkan melepaskannya.
" Nandhu sudah ku bilang lepaakan istriku" tekan Edar terlihat sangat marah, beruntung saat uni Anindira tertidur dalam pelukan Edar.
Nandhu berjalan mundur dengan senjata diletakan dileher Luna.
" Melepaskannya jangan harap kau Edar, aku sudah berusaha menyusun rencana ini agar Luna dapat kumiliki, ha, ha, ha" Nandhu tertawa, berjalan menuju mobilnya.
__ADS_1
" Kak, kau bicara apa aku sudah menikah kak dan aku sangat bahagia dengan kehidupanku sekarang" kata Luna berusaha membuang rasa takutnya.
" Tapi aku tudak menyukainya Luna melihatnu bahagia bahagia dengan orang lain bukannya denganku, karena hanya aku yang berhak membuatmu bahagia sebab aku mencintaimu" kata Nandhu.
Luna semakin ketakutan sambil menggelengkan kepalanya mulutnya terus menyebut Edar. Edar terus mendekati Nandhu terlihatlah Zidan di belakang Nandhu mereka saling memberi kode.
" Dion" teriak Edar. Dion dan Vino hampir memenangkan pertarungan karena lawannya sudah banyak berjatuhan, terdengar Edar memanggilnya.
" Dion pergilah sepertinya tuan membutuhkanmu, disini biar aku yang urus" kara Vino, melihat lawannya tinggal tiga orang. Dion menanggukan kepalanya dan menuju ketempat Edar.
" Dion bawa putriku jauh dari tempat ini" kata Edar, memberikan putrinya pada Dion. " Bauk tuan saya akan membawa nina kecil ke kediaman keluarga Perkasa karena tuan Gilang berada disana" kata Dion. Edar menanggukan kepalanya karena putrinya harus mendapatkan pemeriksaan.
" Tuan" kata Vino, Edar menanggukan keoalanya. Abumana yang berada dalam mobil nelihat Nandhu terdesak dia keluar.
Edar tersenyum sinis jarena Abi sudah keluar dari mobil karena dia sudah melihatnya dalam mobil dan info tang diberikan oleh Zidan.
Kediaman Perkasa.
Slikembar terus menangakan kabar mommy dan adiknya.
__ADS_1
" Oma, Opa, Aunty dumana mommy dan adik. Kenapa mereka lama?" Alfatih menangis dalam pelukan oma.
" Sayang, gimana kabar Luna sekarang pasti dia ketakutan dan Anindira, hiks hiks" Ayu menangis dan Gilang menenangkan istrinya.
Sedangkan Cinta menangis diam sambil memeluk Alfatih dan daddy Prabu mencoba menahan kesedihannya.
taklama terdengar suara mobil masuk. tin, tin, tin.
" Itu mobil mas Dion" seru Cinta. Membuat mereka keluar dari dalam, terlihat Dion keluar sambil menggendong Anindira yang tertidur, membuat mereka lega.
Mommy Farah menghampiri Dion disusul oleh lainnya. " Cucu oma, oma senang kau sydah kembali sayang" kata mommy Farah, mencium pipi cucunya.
" Om dimana mommy dan daddy?" Aidyen, mencari keberadaan orangtuanya. Dion jongkok agar sama tinggi dengan Aidyen dia mengelus rambutnya.
" Tuan muda kecil sebentar lagi mereka akan kembali" lata Dion. " Dion apa yang terjadi? " Daddy Prabu.
Membuat yang lainnya khawatir. " Tuan Gilang tolong periksa nona kecil tadi dia terlempar dari gendongan nyonya " kata Dion.
" Astagfirrah" seru mereka. Gilang segera membawa Anindira ke kamarnya untuk memeriksa dan tuan Prabu meminta mereka untuk masuk. Dion menceritakan semuanya yang terjadi dari sebelum Edar datang sampai Anindira pulang.
__ADS_1