Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 92


__ADS_3

Sebuah ruangan gelap yang penuh dengan debu terdapat seorang di kurung dengan keadaan diikat tubuhnya, Shinta yang berhasil di tangkap oleh Edar dikurung disana.


Tubuhnya diikat di kursi dan matanya ditutup dengan kain, banyak bawahannya yang menjaganya.Edar dan Dion sudah sampai di sana, Edar dengan tatapan membunuh membuat anak buahnya merinding ketakutan.


" Selamat datang tuan muda, tuan Dion" kata Zein, merupakan ketua disana. " Bagaimana wanita itu" kata Edar, dengan tangannya masuk didalam sakunya.


" Dia masih dalam keadaan tak sadar, tuan muda" seru Zein. " Antarkan kami kesana" kata Dion. Zein menanggukan kepalanya dan mengantar keduanya ke tempat Shinta.


Shinta yang sudah mulai sadar merasakan tangannya diikat dan matanya ditutup.


" Ini dimana, dan ada bau tak enak disini?" Shinta, mencoba melepaskan ikatannya.


Prok, Prok, Prok.


Terdengar suara tepukan tangan dan suara sepatu yang mendekat, Shinta mencoba mencari asal duara tersebut.


Edar tersenyum smirk melihat keadaan Shinta yang berantakan, Zein membawakan kursi untuk Edar sedangkan Dion berdiri di sampingnya.


" Buka tutup matanya" perintah Edar. Zein segera membuka tutup mata Shinta. Shinta terkejut melihat Edar dengan tatapan tajam tubuhnya tiba gemetaran.

__ADS_1


Edar mendekati Shinta dan mencekamnya dengan tatapan tajam membuat siapapun yang melihat ketakutan.


" Cepat katakan tangan mana yang kau gunakan untuk mencelakai istri dan anakku" kata Edar dengan dinginnya, tersenyum smirk. Shinta menggelengkan kepalanya ada perasaan takut yang melandanya saat ini.


" Tuan muda boleh saya ikut bermain dengannya" kata Dion, dengan menahan amarahnya. Edar memahaminya pasti Dion marah besar melihat Cinta terluka.


Plak, plak. Dion menampar Shinta begitu kerasnya. " Inilah balasannya karena kau menyakiti istriku dan lainnya.Sial saja temanmu yang satunya sudah meninggal jika tidak akan ku perbuat seperti ini" kata Dion.


Dion menarik rambut Shinta dan mendorongnya sekeras mungkin hingga dia terbentur meja. Edar berdiri sambil tersemyum. Siapa yang melihat senyumnya pasti ketakutan.


Edar menendang perut Shinta hingga dia jatuh ke belakang, Edar mendekatinya dan duduk diatasnya.


" Zein bawa can masuk, makanan diang untuknya sudah siap" kata Edar, berdiri dan merapikan pakaiannya.


" Sebentar lagi kamu akan tahu sendiri, Dion ayo kita kembali ke rumah sakit" kata Edar.Dion menanggukan kepalanya dan mengikuti Edar.


" Edar maafkan aku, Edar tolong" teriak Shinta ketakutan melihat singa peliharaan Edar mendatanginya. Edar sengaja membawa Can dari Jerman ke Berlin untuk mempersiapkan semua ini.


Zein membawa Can mendekati Shinta dab melepaskan ikatannya. Semua orang disana ketakutan melihat keadaan Shinta dihabisi oleh Can.

__ADS_1


Edar tertawa pulas mendengar teriakan Shinta ketika Can mendekatinya. Kemudian mereka membersihkan diri dan kembali ke rumah sakit.


Berlin Hospital


Orang tua Edar menemani si kembar sejak tadi Alfatih terus histeris, dia ketakutan melihat keadaan Luna du depannya.


" Mommy, hiks hiks. jangan lukai mommy" kata Alfatih terus menerus. " Daddy, cucu kita kenapa dia bisa seperti dan Aidyen juga belum sadar " kata Mommy farah. menangis melihat keadaan cucu kembarnya.


" Dokter bagaimana keadaan cucu saya" kata Mommy farah. Dokter memeriksa dari semua segi.


" Tuan, nyonya cucu anda mengalami trauma karena dia melihat mommy dan saudaranya di lukai" kata Dokter.


Brak


Edar masuk tergesa setelah mendapat kabar dari daddynya agar ke ruangan putranya. " Dokter bagaimana?" Edar dengan seraknya.


" Tuan Edar seperti yang saya katakan Aidyen dia belum sadar karena terlika dialaminya sedangkan putra anda Alfatih dia mengalami trauma sejak menyseeksikan peristiwa yang dialaminya" kata Dokter.


Brug. Edar meninju dinding sehingga tanganjya terluka. Mommy memeluk putranya yang sudah rapuh.

__ADS_1


" Mommy apa yang terjadi pada keluargaku ini salahku seharusnya tidak mengizinkan mereka pergi sendiri, hiks hiks" kata Edar.


Keadaan ruangan bangsal anak menjadi tegang melihat sosok Edar perkasa yang dikenal dengan dinginnya sekarang Frustasi.


__ADS_2