
Luna berada di taman yang sangat indah dengan bunga bermekaran di sekitarnya hingga tercium wangi bunga.
" Aku dimana ini sangat indah" Luna tersenyum meligat banyaknya bunga di sekitarnya.
" Luna" .Luna mendengar suara yang memanggilnya. " Siapa? " Luna. Kembali terdengar memanggil namanya dengan lembut.
Entah dorongan apa Luna mengikuti suara yang memanggilnya, Luna melihat adanya cahaya di depannya dia terus melangkahkan kakinya ke cahaya tersebut karena suara yang memanggilnya semakin dekat.
Ketika Luna semakin dekat dengan cahaya itu tiba saja tangannya di pegang oleh anak perempuan yang cantik. Luna tersenyum padanya tapi suara itu terus memanggilnya, Luna mencoba mendekati suara itu tapi tangan mungil yang memegang tangannya semakin kuat.
" Sayang kamu siapa? " Luna, berjongkok agar sama tingginya dengan anak kecil itu. Anak kecil itu tiba saja memeluknya dan memanggilnya.
" Mommy pulanglah" tangan mungil itu meneluk leher Luna, membuat Luna terpaku karena adanya rasa bahagia yang dirasakannya.
Tak hanya itu saja ada tangan yang mengelus hijabnya Luna membalikan tubuhnya terlihat seorang pria dan anak kembar di belakangnya.
" Sayang pulanglah kami membutuhkannmu. Sayang mas merindukanmu" kata pria tang memeluknya. Membuat Luna merasa sedih dia dapat merasakan bahwa mereka sangat penting baginya.
__ADS_1
Luna memejamkan matanya kembali terdengar suara itu. " Luna kembalilah sepertinya mereka masih membutuhkanmu" suara itu terdengar menjauh darinya.
pria itu menarik Luna menjauh dari sana hingga ada pintu di depannya." Sayang ayo" pria itu membuka pintu.
Alam mimpi Luna.
Terdengar kembali alat yang terpasang di tubuh Luna, Cunta yang dekat Luna terkejut melihat alat kembali berbunyi.
" Kak Gilang Jantung Luna kembali berdetak" teriak Cinta membuat mereka terkejut. Edar tersenyum melihat alat yang terpasang di tubuh Luna kembali berbunyi.
" Sayang, kamu kembali" Edar dengan senangnya mencium wajah istrinya. Sikembar juga merasa bahagia karena mereka mengerti dengan keadaan.
Dion melihat tuannya keluar dari ruang operasi dengan senyum membuatnya khawatir. " Tuan? " Dion.
Edar meneluk Dion, Dion hanya menunggu tuannya untuk bicara.
" Dion Luna kembali pada kami jantungnya kemvali berdetak" Edar melepas pelukannya. " Ya om alat yang di tubuh mommy kembali hidup" kata Aidyen.
__ADS_1
Dion merasa bersyukur mendengarnya karena tuannya kembali tersenyum. Dion segera menghubungi Vino untuk memberi tahu pada daddy Prabu menengai Luna.
" Alhamdulillah sepertinya ikatan antara mereka sangat kuat, hingga Luna kembali" Gilang tersenyum. Ayu dan Cinta juga bahagia karena sahabatnya kembali.
" Aku akan memberitahu pada kak Edar keadaan Luna, kalian bawa Luna ke ruang ICU" kata Gilang. Ayu menanggukan kepalanya karena keadaan Luna masih belum membaik dia harus mendapat perawatan intens.
Edar mendekati Gilang ketika dia keluar dari ruang operasi dan menunggu Gilang untuk bicara.
" Kak meski Luna berhasil selamat dari kematian keadaannya belum stabil" kata Gilang. " Maksudnya? " Daddy Prabu yang kembali bersama mommy Farah ke ruang operasi.
Mendaoat kabar dari Vino mommy Farah yang baru saja sadar dari pingsannya memaksa ke ruang operasi.
" Luna saat ini dalam keadaan koma, om tante" seru Gilang. Edar merasa sedih tapi dia juga bersyukur karena istrinya selamat dari kematian.
" Saat ini kami memindahkan Luna ke ruang UCU untuk mengawasinya" kata Gilang. " Gilang aku ingin melihat Luna" kata Edar.
" Boleh kak suster akan mengantarkan" kata Gilang. Sebelum menemui Luna dua meminta orangtuanya membawa anaknya pulang karena hari sudah sore.
__ADS_1
Awalnya sikembar menolak dengan bujukan Edar mengatakan bahwa mommy mereka membutuhkan istirahat yang cukup. Mereka terpaksa pulang bersama oma dan opa tidak lupa Anindira yang tertidur di gendongan mommy Farah.