Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 96


__ADS_3

Edar sedang membaca laporan yang diberikan oleh Edar sebelum dia pulang, dia juga memeriksa email yang dikirim oleh sekretarisnya.


Sikembar sedang menemani Anindira yang tidur fi atas kasur, Edar menyiapkan kadur yang besar agar anak-anaknya tidur dengan nyenyak.


" hmm hmm" Aidyen terbangun dari tidur melihat disampingnya adiknya masih tertidur. " Daddy belum tidur" kata Aidyen dengan menggarut matanya.


" Daddy harus menyelesaikan laporan ini sayang, agar besok om Dion dapat menjelaskannya pada klien" kata Edar. Aidyen kembali melanjutkan tidurnya karena rasa ngantuk.


Keesokan harinya cahaya matahari telah menyinari ruangan VVIP 1 dimana keluarga kecil tersebut masih bermimpi indah.


Oek, Oek, Oek.


Anindira menangis karena terganggu dengan cahaya yang masuk, dan tangan kecilnya sudah berada di pipi Alfatih. ARl merasakan ada sentuhan lembut di pipinya.


Al membuka matanya melihat adik kecilnya sudah tersenyum padanya. " Adik kakak sudah bangun" kata Alfatih,merasakan ada bau tak enak ternyata itu dari asiknya.


Al bangun dan memanggil Edar. " Daddy bangun adiknya basah" kata Alfatih. Edar tidur di sofa terbangun.

__ADS_1


" Ada apa sayang?" Edar. " Itu dad celana adik ada bau yang tak enak" kata Alfatih. Edar bangun dan memeriksa putrinya ternyata benar, dia menggendongnya dibawanya ketempat yang tersedia untuk membersihkan putrinya.


Alfatih menemani Edar membersihkan adiknya. "Nah adik sekarang sudah wangi" kata Alfatih, mencium pipi Anindira. Kemudian mereka membangunkan Aidyen dan membersihkan diri mereka karena dokter segera datang.


Kret pintu terbuka masuklah Ayu dan Cinta sambil membawa makanan dan pakaian ganti untuk mereka, memang keduanya ada Visit pagi hari ini.


" Selamat pagi kak ini pakaian ganti untuk kalian, tante farah menitipkannya dan ini ada makanan juga" kata Ayu, meletakannya diatas meja.


Cinta mendekati Luna dan memegang tangannya. " Luna bafaumana kabarmu hari ini cepatlah bangun agar kita dapat berkeaktivitas bersama" kata Cinta, menahan tangisannya.


Sikembar menuruti perkataan Ayu padahal dia masih ingin bersama mommy dan adiknya, tapi tidak ingin Edar sedih akhirnya mereka turuti ucapan Ayu.


" Cinta dimana Dion" kata Edar merapikan berkasnya. " Mas Dion ada diluar tuan sedang mengangkat telepon" kata Luna. Edar menanggukan kepalanya.


" Tuan" kata Dion yang baru masuk ke ruang rawat Luna. " Dion sebelum kamu ke kantor antar anak- anakku ke sekolahnya jangan lupa beritahu kepala sekolah bahwa mereka kembali ke sekolah, dan ini bekasnya sudah kuperiksa dan ditanda tangani" kata Edar.


Akhirnya Dion mengantar sikembar kesekolahnya Cinta menemani mereka sampai ke lobi sesudah itu Cinta kembali ke ruangan kerjanya karena jam prakteknya akan tiba, Ayu sudah melakukan Visitnya pemeriksaan pasiennya.

__ADS_1


" Sayang sadarlah jangan tinggalkanku sendiru aku tudak sanggup sendirian sayang, kamu lihat sendiri putra kita sangat membantu dalam merawat adiknya" kata Edar, mencium kening Luna.


Di Perusahaan Perkasa Group


Dion sudah sampai ke Perusahaan karyawan terkejut karena Asistent CEO mereka sudah masuk tapi Edar tidak ada mereka bertanya- tanya.


Dion sudah sampai diruangan Edar dan bertemu dengan sekretaris. " Tuan Dion selamat datang kembali, Tuan besar sudah memberitahu bahwa hari ini tuan sudah masuk kembali" kata Mayang.


" Mayang tolong kamu kumpulkan semua bagia direksi kita akan rapat lima belas menit lagi" kata Dion, memasuki ruangan pribadinya. Mayang segera menghubungi direksi karena rapat akan dilaksanakan lima belas menit lagi.


Ruangan rapat semua orang sudah berkumpul termasuk Dion dan Tuan Prabu.


" Selamat pagi semuanya terimakasih atas kedatangan kalian, kalian pasti sibuk dan menyempatkan untuk datang ke pertemuan kali ini" kata Dion.


" Kalian semuanya pasti sudah tahu bahwa beberapa bulan ini tuan Edar tidak masuk ke kantor, saya tidak dapat memastikan kapan beliau akan hadir kembali. Maka dari itu untuk semua urusan perusahaan masih tuan Prabu yang mengurusnya sampai tuan Edar kembali" kata Dion.


Para direksi menanggukan kepalanya karena mengerti kabar komanya Luna sudah sampai ditelinga mereka.

__ADS_1


__ADS_2