
Setelah mendapat kabar dari Dion, Gilsng segera menghubungi terapis terbaik di Farah Hospital dia sangat mengenal sepupunya dia akan marah jika tidak mendengar ucapannya.
Setelah berdiskusi dengan mereka menengai terapi Luna, Gilang bersama dokter langsung ke Kediaman keluarga Perkasa dia tidak ingin membuat Edar marah.
Keluarga Perkasa
Edar sedang membantu Luna untuk membersihkan tubuhnya karena Edar tidak mengizinkan istrinya melakukan sendiri, dengan lembutnya Edar membersihkan tubuh Luna agar tidak menengai luka di tubuhnya.
" Sayang apakah ada yang sakit" kata Edar, melihat istrinya menahan sesuatu. " tidak mas hanya perih jika terkena air" kata Luna. mengusap wajahnya Edar.
" Maaf sayang mas akan lebih berhati" kata Edar, menyesalnya karena dia terlalu keras membilas tubuh Luna dengan air. Luna hanya tersenyum dan mengusap tangannya.
Kemudian Edar menggendong Luna ke dalam lemari pakaian, Edar sangat berhati agar istri tidak merasa perih lagi.
Selesai dengan menbantu Luba membersihksn tubuh Luna dan membawanya ke kasur, Edar memutuskan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.
Tok,tok,tok.
__ADS_1
" Mommy boleh kami masuk" kata Aidyen. " Boleh sayang" kata Luna, melihat putra kembarnya sudah rapi. " Sekarang putra mommy sudah rapi" kata Luna, mengusasap rambut putra kembarnya.
" Mommy adik sudah mandi?" Alfatih melihat Anindira bermain dengan boneka di samping Luna. " Sudah daddy yang memandikannya karena mommy belum boleh banyak bergerak" kata Edar yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Sikembar menanggukan kepalanya. " Sayang tadi Gilang menghubungi mas, katanya dokter yang akan terapi kamu akan datang nanti siang" kata Edar yang sudah rapi, Luna menanggukan kepalanya.
Mereka sudah berkumpul di meja makan untyk menikmati makanan yang sudah di persiapkan oleh pelayang.
" Hari ini daddy akan mengantarjan kalian ke sekolah" kata Edar. " Asyik, nanti daddy yang menjemput kami" kata Alfatih dengan lucunya. " Ya sayang karena hari ini mommy akan memulai sesi terapinya" kata Edar.Sikembar hanya menanggukan kepalanya.
" Kalian sudah selesai makanannya" Kata Edar." Sudah daddy" kata Alfatih, membersihkan mulutnya dengan tisu. Sedangkan Aidyen menghabiskan susunya.
" Sayang jika kamu bosan hubungi kedua sahabatmu agar menemanimu" kata Edar, mencium kening Luna. Luna yang malu hanya tertunduk orangtuanya hanya tersenyum melihat putranya sudah ceria lagi.
" Bibi tolong ambilkan bekal untuk mereka" kata Luna. Mengingat tadi dia sempat meminta bibi untuk menyiapkan bekal untuk putra kembarnya.
" Sudah saya siapkan nyonya muda" kata Bibi, membawa dua kotak makanan. " Ini untuk kalian jangan lupa dihabiskan" kata Luna.
__ADS_1
" Terima kasih mommy"kata Aidyen dengan semangatnya mengambil bekalnya di atas meja dan diikuti oleh Alfatih.
" Sayang mas pergi dulu ingat jangan keluar sendirian" pesan Edar. Luna tersenyum dan menyalami suaminya, Luna mencium putranya jangan lupa mengatakan berhati.
Edar juga berpamitan pada orangtuanya mereka menuju mobil karena Dion sudah berada di depan.Mobil berangkat dan menuju ke sekolah untuk mengantar putra kembar setelah itu menuju je Perusahaan Perkasa Group.
Kediaman Perkasa
Setelah kepergian suami dan putra kembarnya luna mengobrol bersama mertuanya.
" Luna, kenapa kamu terlihat murung sayang?" Mommy Farah. " Luna menunggu Ayu dan Cinta mom kok belum datang" kata Luna.
" Sebaiknya kamu menghubunginya sayang, daripada murung begitu" kata Daddy Prabu. Luna menanggukan kepalanya kemudian menghubungi Ayu.
" Halo Ayu kapan kalian ke rumahku" kata Luna. " Maaf Luna sepertinya kita tidak dapat ke rumahmu karena dirumah sakit sedang mendapatkan pasien tabrakan bus" kata Ayu, dengan menyesal.
" Iya tidak kenapa Ayu semoga mereka cepat sembuh dan jangan lupa memberikan penangan terbaik " kata Luna. " Baiklah sayang" Cinta tertawa.
__ADS_1