
Sebuah rumah sederhana di dekat hutan yang di jaga dengan ketat oleh banyaknya bodygoard, ada seorang dengan senyuman sambil minuman wine di tangannya.
" Tuan kami kembali" kata bawahannya. " Dimana wanita itu kalian sudah memindahkannya ke kamar" kata seorang.
" Sudah tuan Nandhu kami sudah memindashkannya dan di temani pelayan" kata bawahannya.
Nandhu adalah merupakan teman Luna ketika dia kuliah desainer, Nandhu sangat mencintai Luna ketika dia mengetahui Luna sudah menikah dan bertemu di Jepang waktu itu membuatnya tidak terima.
Kemaren tanpa sengaja dia menuju Perusahaan Perkasa dia menyaksikan petunjukan yang seru.
" Dengan ada wanita itu kebahagiaan mereka pasti terusik dan Luna pasti membencinya" kata Nandhu tersenyum smirk.
Abhimana yang merupakan sahabat Nandhu hanya bisa diam.
" Nandhu, apa yang akan kamu lakukan pada wanita itu?" Abhimana, minum jusnya karena dia tidak menyukai alkohol.
" Aku akan memanfaatkannya untuk menjadikan dia membalaskan dendamku pada Edar" kata Nandhu, menatap foto Luna sewaktu kuliah.
" Bukankah mereka sudah memiliki putra kembar berusia enam tahun, berarti mereka berhubungan masih kuliah atau putus dari erick" kata Abhimana.
__ADS_1
" Aku tidak peduli dengan itu yang terpenting mereka harus merasakan sakit hati yang kurasakan" kata Nandu, melempar gelasnya ke dinding.
Abhimana tidak dapat berbuat apa lagi dengan sikap sahabatnya, Dilla masih belum sadar karena bawahan Nandhu memberinya bius agar tidak sadarkan diri.
Di kediaman keluarga Perkasa.
Luna masih berada di kamarnya masih memikirkan sikapnya pada suaminya, dia tshu bahwa suaminya tidak salah tapi pikirannya seakan bertolak belakang dengan hatinya.
Anindira yang melihat mommynya dia berguling dan berusaha menaiki tubuh Luna.
" Putri mommy ini sedang apa?" Luna, mengangkat putrinya ke pangkuannya.
tret pintu terbuka, masuklah mommy Farah ke kamarnya sambil membawa makanan.
" Sayang mommy tahu kamu marah tapi kamu harus jaga kesehatanmu kasihan anakmu, mereka sedih jika melihatmu seperti ini" kata Mommy Farah.
Luna memikirkan ucapan mertua dan melihat putrinya bermain dengan bonekanya. " Mommy Ai dan Al siapa yang mengantar mereka ke sekolah" kata Luna.
" Kamu tenang saja hari ini daddy sangat ingin mengantar cucunya, ok mommy keluar dulu jangan lupa habiskan makanannya dadah cucu oma" kata Mommy Farah, keluar dari kamar Luna.
__ADS_1
Ketika Mommy Farah akan menuju kamarnya ada pelayan yang memanggilnya.
" Nyonya, tuan muda Edar menghubungi" kata Bibi, memberikan telepon ke mommy Farah. " Kamu kembalilah bekerja" kata Mommy. prlayantersebut menanggukan kepalanya dan meninggalkan mommy Farah.
" Assalamualaikum Edar, apa kabarmu nak?" kata Mommy, berusaha tegar. " Alhamdulillah mom Edar sehat, Mommy bagaimana dengan Luna?" kata Edar dengan lirihnya.
" Nak percepatlah urusanmu itu tadi Luna tidak turun untuk makan pagi, beruntung monmy memaksanya untuk makan" kata Mommy Farah.
" Baiklah mom, mom tolong jaga istriku dan anakku" kata Edar, dengan seraknya. Mommy sedih pasti putranya menangis taklama mereka memutuskan panggilan.
Bel, Bel
" Bibi buka pintunya lihat siapa yang datang?" mommy Farah, melangkahkan kakinya ke ruangan tamu.
Pelayan membuka pintu ternyata Gilang dan keluarganya yang datang. " Selamat datang tuan, nona silahkan masuk Nyonys besar ada di ruang tamu" kata pelayan.
Mereka mengikuti langkah pelatan ke ruang tamu, Gilangg sudah memintanya kembali bekerja dan menyapa mommy Farah.
" Tante" kata Gilang. " kalian sudah datang, bibi tolong bersihkan kamar tamu untuk Gilang" kata Mommy Gilang .
__ADS_1
" Tante Luna dimana?" Ayu, menggendong putranya . " Luna ada di kamarnya tante sedih dengan semua ini bahkan sikembar hanya diam" kata mommy farah, Gilang memeluk tantenya agar tenang.
Taklama sikembar sudah pulang dari sekolah bersama opanya, sikembar langsung ke kamar Luna mereka hanya menghela nafasnya.