Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 105


__ADS_3

" Panggil dokter cepat" kata Daddy Prabu. Gilang segera menghubungi dokter yang merawat Luna. Ayu dan Cinta sudah menangis mendekati ranjang Luna.


" Hiks, hiks luna akhirnya kamu bangun juga kami khawatir denganmu" kata Ayu, menangis. Luna melihat sahabatnya tapi matanya tertuju pada bayi dalam gendongan mereka.


" Anak kalian sudah lahir maaf luna tidak dapat menemani" kata Luna. " Tidak apa yang penting kamu sudah bangun sekarang lihat saja nanti putra putri kita akan menjadi sahabat" kata Cinta. Luna menanggukan kepalanya.


Luna melihat kedua mertuanya dengan senyuman. " Mommy bahagia kamu sudah sadar, sayang" kata mommy Farah, mengelus hijab Luna.


" Maafkan Luna mom pasti kalian sulit menjaga mereka" kata Luna tertunduk sedih. " Sayang kami tidak kerepotan sikembar yang mengasuh adiknya sampai kami dilarangnya" kata Mommy, dengan tertawa.


Tok tok tok. " Permisi tuan dokter yang memeriksa nona Luna sudah datang" ucap Pak Rudi. " Suruh dia masuk sebaiknya kita keluar biar Luna dapat diperiksa, Mommy bawa cucu kita keluar dulu" kata Daddy Prabu.


Mereka keluar dari kamar setelah dokter masuk dan memeriksa Luna, Edar senantiasa berada disamping Luna dia tanpa bergerak sedikit pun dari tempatnya.

__ADS_1


Dokter merasa gugup karena Edar terus mengawasinya, dia memeriksa luna dengan hati- hati." Tuan, saya sudah selesai memeriksa dokter luna" kata dokter dengan gugupnya.


" Bicara saja dengan daddy dan penjelaskan semuanya" kata Edar, tanpa memandangnya. " Baik tuan, dokter Luna saya permisi dulu" kata Dokter.


Edar masih diam setelah dokter keluar. " Mas Luna rindu" kata Luna, menangis. Edar merasa hatinya sakit melihat Luna menangis, dia langsung memeluk istri tercinta begitu eratnya.


" Sayang mas takut sekali melihat keadaanmu seperti kemaren, jangan seperti ini lagi mas dan anak-anak membutuhkanmu sayang" kata Edar, menangis.


Di ruang tengah


Dokter keluar dari kamar pak Rudi mengantar beliau ke ruangan tengah dimana keluarga dan sahabat berkumpul.


" Maaf tuan besar Dokter ingin bicara menengai nona Luna" kata Pak Rudi, memberi hormat. " Silahkan dok katakan bagaimana keadaan menantu kami" kata Daddy Prabu.

__ADS_1


" Alhamdulillah tuan besar keadaan dokter Luna sudah membaik dan stabil, tapi untuk sementara dok Luna harus menggunakan kursi roda untuk sementara karena beliau sudah terlalu terbaring di tempat tidur jadi syaraf bagian kakinya tidak berfungsi" kata Dokter.


" Terus apa yang harus kita lakukan" kata Cinta, dengan khawatir. " Kita harus melakukan terapi tuan, nyonya agar kakinya dapat berfungsi kembali" kata Dokter. Mereka menanggukan kepalanya kemudian Dokter minta izin untuk kembali ke Rumah sakit.


Aidyen dan Alfatih asyik dengan membaca bukunya Anindira bermain dengan anak Ayu dan Cinta sedangkan lainnya membicarakan terapi yang akan dijalani oleh Luna.


" Gilang apa ada terapis yang terbaik kamu kenal" kata Mommy farah. " Ada tante di rumah sakit kita sudah mempunyai terapis yang terbaik, nanti akan kubicarakan dengan Edar.


" Ya kamu harus membicarakannya dengan Edar menengai hal ini" kata Mommy farah. " Dion bagaimana keadaan perusahaan sekarang?" Daddy Prabu.


" Semuanya baik- baik saja tuan, tuan Edar mengurusnya dengan baik" kata Dion. " Untuk sementara kamu urus dulu perusahaan, pasti dia akan menemani Luna untuk menjalani terapi" kata Daddy Prabu.


" Saya mengerti tuan" kata Dion. Mereka kembali mengobrol ringan , tak lama pak Rudi memberitahu bahwa makan siang sudah siap.

__ADS_1


__ADS_2