Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 155


__ADS_3

Karena sikembar terus ingin menemui Luna akhirnya mommy Farah terpaksa membawa ketiga cucunya ke rumah sakit, sebab Anindira juga terus rewel mommy Farah juga harap dengan adanya mereka Luna membaik.


Tak membutuhkan waktu yang lama sekitar sejam mereka sampai di rumah sakit, para dokter dan suster menyambut kedatangan pemilik Rumah sakit.


Setelah bertanya pada suster mommy Farah menuju ruang operasi, dia sangat mengkhawatirkan keadaan menantu kesayangannya mereka segera menuju ruang operasi.


" Daddy" teriak sikembar melihat daddynya yang frustasi duduk di lantai depan ruang operasi. Edar terkejut ketika sikembar memeluknya.


" Momm kenapa bawa mereka kesini?" Daddy Prabu. " Maaf dadd mereka menangakan kavar Luna bahkan anindira terus rewel" sahut mommy. Daddy Peabu meminta susyer agar membawa cucu perempuannya ke kamar VVIP karena anak kecil tidak diperbolehkan disini.


Tak jauh berbeda keadaan di ruang operasi terguncang karena mendengar suara dari mesin. Tinnn......


" Luna" teriak Ayu dan Cinta terkejut melihat garis luruh di alat yang terpasang di tubuh luna. " Luna, hiks hiks" Cinta menangis sambil terduduk di lantai.


Gilang terpaku melihat keadaan Luna tapi dia harus memberitahu ini pada Edar, dia keluar dari ruangan operasi.

__ADS_1


Terlihat Gilang keluar Edar segera betdiri didusul oleh keluarga lainnya. " Gilang gimana keadaan Luna" kata Edar dengan gemetaran. Gilang tak sanggup untuk menyampaikannya hingga dia tertunduk.


" Nak katakanlah" kata Mommy Farah, menangis dalam pelukan suaminya. " Om, tante, kak kami sudah berhasil mengeluarkan peluru dalam tubuh Luna" Gilang menghela nafasnya.


Mereka masih menunggu apa yang disampaikan oleh Gilang. Gilang menatap Edar dengan sendu.


" Kak ketika kami berhasil mengeluarkan peluru tiba saja jantung Luna berhenti, maaf" Gilang tak sanggup untuk melihat Edar.


Edar yang mendengar kabar itu menjadi syok sambil menggelengkan kepalanya." Gilang jangan bercanda denganku" teriak Edar.


Mommy Farah menangis histeris dalam pelukan suaminya sedangkan sukembar mendengar kabar itu memberontak dalam pelukan Dion dan Vino.


" Ini pasti bohong kalian pasti bercanda Luna takkan meninggalkanku" Edar mengacak rambutnya. Mereka yang berada di sana merasa sedih melihatnya.


Edar dengan kasarnya mendorong Gilang masuk dalam ruang operasi disusul oleh sikembar karena pegangannya terlepas. Vino dan Dion membiarkan mereka masuk menemui Luna untuk terakhir.

__ADS_1


Ayu dan Cinta membiarkan Edar juga sikembar masuk, mereka hanya menangis keadaan sikembar yang menangis.


" Sayang jangan bercanda dengan mas ini tidak lucu, sayang" Edar dengan tegasnya. Dia mengusap wajah istrinya yang pucat.


Sikembar berada di semberang Edar sambil menatap Luna. " Mommy bangun ayo kita pulang adik Anindira terus rewel mom" Alfatih menggoyangkan tangan Luna.


Mereka disana tidak ada yang berani menghentikannya, Gilang dan orang tua Edar menatap sedih melihat sukembar di dekat pintu.


" Sayang kau mendengarnya" Edar menggoyangkan tubuh Luna. " Maaf tuan kami harus melepaskan alat yang terpasang di tubuh nona Luna" kata suster.


Edar menatap tajam ke arah suster membuatnya ketakutan, Cinta meminta suster itu untuk menjauh.


" Sayang bangunlah bahkan mereka ingin melepaskan alat ini, mas takkan membiarkannya karena mas yakin kamu masih hidup" Efar memeluk Luna dengan air mata yang mengalir.


Mommy Farah tang tak sanggup melihat kesedihan putra dan cucunya akhirnya jatuh pingsan, hingga Gilang meminta suster membawanya ke ruang UGD.

__ADS_1


__ADS_2