
Edar terus melakukan perlawanan terhadap Nandhu terjadi saling membalas serangan.
" Edar lihat saha akuakan menghabisimu maka Luna akan menjadi miliku bahkan anak-anakmu ikut denganku, hahaha" Nandhu tertawa melihat Edar meng hapus darah dibibirnya.
Edar sangar emosi mendengar ucapan Nandhu dia meluapkan amarahnya dengan memberi Nandhu pukulan yang sangat keras bagian wajahnya hingga Nandhu tersungkur ke bawah.
Melihat Nandhu sudah lemah Edar membalikan tubuhnya karena dia mengkhawatirkan istrinya, tanpa Edar ketahui Nandhu mengambil pistol dari bajunya dan
Dor
Terdengar suara tembakan membuat mereka terkejut melihat Luna berdiri di depan suaminya dengan darah mengalir, ternyata Luna melihat dari kejauhan ketika Nandhu mengeluarkan senjatanya.
Tanpa memikirkan apapun Luna keluar dari mobil tanpa pengetahuan Dion dan menghalangi pistol yang seharusnya ditujukan pada Edar.
" Luna" teriak Edar dengan gemetaran karenaLuna sudah jatuh dalam pelukannya.
Dion terkejut mendengar teriakan tuannya dia segera membalas Nandhu dengan menembaknya tepat di jantungnya hingga dia tewas di tempat sedangkan Abimana yang sudah ditaklukan oleh Vino dan Zidan hanya bisa membisu .
__ADS_1
Vino meminta Zidan juga anak buahnya membawa Abimana ke kantor polisi dan juga mengurus mayat Nandhu.
" Sayang" Edar tercekat melihat tangannya sudah berdarah karena darah yang keluar dari tubuh Luna. " Tuan kita harus membawa nyonya muda ke rumah sakit" kata Dion, menepuk punggung Edar.
Edar sadar dan segera menggendong Luna ke mobil Vino nengendarai mobilnya sangat cepat, Dion yang duduk di samping Vino segera menghubungi Gilang agar mengurus di rumah sakit karena Luna terluka.
Keadaan mobul sangat sunyi Edar hanya menatap sedih melihat wajah Luna yang pucat.
" Tuan tutup tubuh nyonya yang berdarah afar darahnya tidak keluar" kata Dion, menywrahkan kain pada Edar.
Edar segera menutupi luka Luna dengan kain agar mengurangi darah yang terus mengalir dari tubuh Luna.
Setelah mendengar kabar dari Dion, Gilang segera ke Rumah sakit disusul oleh sahabat Luna.
" Sayang disini saja jaga cucu kita biar mas yang ke rumah sakit" kata Daddy Prabu pada mommy Farah. Sebab sukembar dan Anindira sudah tertidur di kamar Luna.
Mommy menanggukan kepalanya sebenarnya dia ingin menemui putra dan menantunya, apalagi setelah mendengar keadaan Luna yang kritis tapi dia tak bisa meninggalkan cucunya.
__ADS_1
" Rapi mas harus memberi kabar menengai menantu kita" sahut mommy Farah. Daddy Prabu menanggukan kepalanya. Kemudian memanggil supir keluarganya untuk berangkat ke rumah sakit.
" Ya Allah selamatkanlah menantu kami " Mommy Farah berdoa dan menemui cucunya di kamar.
Setelah menempuh perjalanan sejam mereka akhirnya sampai di rumah sakit, mereka membutuhkan waktu untuk sampai di rumah sakit karena jaraknya cukup jauh.
Ternyata Gilang dan lainnya sudah menunggu mereka di lobi rumah sakit, Cunta melihat mobil Edar datang segera memanggil suster membawa brankar.
Vino keluar membuka pintu untuk Edar, Edar keluar sambil menggendong Luna yang sydah berumuran darah di pakaiannya.
" Ya Allah Luna" teriak Ayu dan Cinta menangis melihat keadaan Luna. " Suster cepat" tekan Gilang.
Edar segera membawa istrinya ke brankar dan menuju ruang operasi. Daddy hanya menangis diam melihat keadaan menantunya.
Gilang, Ayu dan Cinta nemasuki ruang operasi dengan memakai jybahnya.
" Gilang tolong selamatkan Luna" kata Edar dengan gemetaran.
__ADS_1
" Edar tenanglah kami akan menyelamatkan Luna" kata Gilang kemudian memasuki ruang operasi