
Saat ini luna berada didapur ingin membuat sarapan pagi setelah mendapat izin dari dr mira harus berhati-hati. tapi untuk pekerjaan belum boleh yang berat.
" luna mengapa kamu yang memasak, nak. biar pelayan yang membuatnya" kata daddy prabu, meminta secangkir kopi.
" ini tidak berat dad luna bosan jika hanya duduk saja" kata luna, memotong sayuran." tapi harus hati jika tidak putraku yang prosesif itu bisa ngamuk dia" kata daddy. luna mengiyakannya.
" sayang" teriak edar. " tu kan baru saja dibicarakan dia langsung berteriak, nak cepatlah kesana sebelum dia kesini. kalian cepat lanjutan masakannya. " baik tuan besar" kata pelayan.
luna melepaskan celemeknya segera menemui bayi besarnya.
" mas kok edar berteriak" kata mommy farah, keluar dari kamar si kembar. " putramu mom biasalah jika menantu kita tidak ada disamping kita dia pasti berteriak" kata daddy.
" dad sebenarnya aku kadihan melihat menantu kita sudah seminggu edar begini. menantu kita juga butuh rileks mas apalagi dia hamil" kata mommy.
" nanti mas hubungi dokter maya mungkin ada solusi dengan ini" kata daddy prabu. mereka melanjutkan bicaranya .
luna memasuki kamarnya tapi tidak didapati edar didalam dia melihat kamar mandinya terbuka terdengar suara orang yang muntah.
__ADS_1
luna membulatkan matanya. " Astagfirrah, mas edar. mas kenapa" kata luna terkejut dan menutup mulutnya melihat edar sudah pingsan di closet.
" Daddy, mommy" teriak luna. mendengar teriakan luna mereka segera ke lantai dua tidak hanya mereka tapi juga dion dan lainnya mendengarnya.
" luna apa yang terjadi?" daddy prabu masuk dan diikuti oleh lainnya. " edar" teriak mommy, berlari dan menepuk pipi edar. " luna apa yang terjadi dengan edar" kata mommy.
" mommy ketika luna masuk ke kamar mendengar mas edar muntah di kamar mandi, dan mas edar sudah pingsan ketika luna kesini" kata luna.
" kalian berdua cepat angkat edar ke atas kadur dan panggil dokter" kata daddy. mereka segera memanggil dokter maya. mereka lupa bahwa ada dokter sekitarnya.
" mas bangun jangan membuatku takut " kata luna, menangis . sikembar melihat luna menangis mereka menaiki kasur dan duduk disamping luna.
" mommy jangan sedih nanti daddy marah" kata Aidyen, menghapus air mata luna. " daddy bangun mommy menangis" kata Alfatih, mencium pipi edar. kegiatan sikembar membuat lainnya tersenyum.
tok,tok,tok.
ayu membukakan pintu dan masuklah dokter mira yang diantar oleh pelayan.
__ADS_1
" dokter cepat periksa edar dia muntah kemudian tak sadarkan diri" kata daddy prabu. " baik tuan saya akan memeriksanya" kata dokter mira. dengan bantuan suster dia memeriksa edar.
" tuan edar kekurangan cairan yang disebabkan morning sickness yang dia alami dan keadaan ini berlangsung selama trimmester 1" kata dokter mira.
" terus apa yang harus kami lakukan, dok?" mommy farah. " dokter luna boleh saya bertanya?" dokter mira. luna menanggukan kepalanya.
" apa sebelumnya dok luna sempat meninggalkan tuan edar sebentar?" dokter mira. " luna tadi memasak di dapur dok , tapi apa masalahnya?" mommy.
dokter mira tersenyum." om, tante maksud dari dokter mira kak edar tidak ingin berjauhan dari luna, begitukan dok" kata gilang. dokter mira tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" dok untuk nutrisi mas edar gimana?" luna. " untuk sementara dok luna bisa memberikan bubur dulu sebelum tuan edar sehat. kalau begitu saya permisi dulu" kata dokter mira.
" sayang kepala mas pusing" keluh edar ketika dia sudah sadar. " daddy biar Aidyen yang memijitnya nanti mommy sakit" katanya.
" sayang kamu sakit" kata edar. " kak luna hanya khawatir karena kak tadi pingsan, tenang saja dokter mira sempat memeriksa luna dan dia baik saja" kata ayu.
" sebaiknya kita keluar biar sikembar menemani mereka" kata daddy prabu. mereka pun meninggalkan kamar edar.
__ADS_1