Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 95


__ADS_3

Farah hospital


Kedua orangtua Edar dan para dokter telah menunggu di lobi setelah mendapat kabar dari Gilang bahwa mereka dalam perjalanan. Semua alat untuk pengobatan kembali di periksa kelayakannya oleh orang kepercayaan daddy prabu.


Taklama terdengar suara Ambulans dengan diiringi empat mobil di belakangnya dan tiba di lobi. turunlah Dion dan Cinta membuka pintu keluarlah si kembar.


Gilang dan Ayu keluar membuka pintu Ambulans dengan bantuan suster, Edar keluar dengan putri kecilnya dalam gendongannya.


Mommy Farah menangis melihat keadaan Luna yang koma. " Edar ini cucu mommy: kata Mommy farah, menangis dan menghampiri Edar.


" Mom, dad lihat putriku sangat cantik sangat mirip dengan Luna" kata Edar, menatap Luna yang dipindahkan ke brankar Rumah sakit.


" Cucu opa kalian baik saja?" Daddy Prabu.pada sikembar. Mereka hanya menanggukan kepalanya.


Kemudian mereka membawa Luna ke ruang VVIP 1 yang hanya bisa ditempati oleh pemilik rumah sakit. Gilang membantu dokter untuk memasang alat ke tubuh Luna dan memeriksanya.


Edar duduk disamping luna sedangkan putrinya sudah diletakan di boks bayi.

__ADS_1


" Kalian belum makan ayo kita ke kantin" kata Cinta, pada sikembar. " tapi aunty Al ingin menemani mommy" kata Alfatih dengan cemberutnya.


" Tapi kalian belum makan sejak tadi sayang nanti mommy marah mengetahui kalian belum makan" bujuk Cinta. Setelah berhasil membujuk sikembar Ayu dan Cinta pergi ke kantin rumah sakit.


" Edar sebaiknya isi perut dulu nanti kamu sakit sayang" kata Mommy farah, mengelus punggung Edar. Edar hanya melihat sekilas dan kembali menatap Luna sambil menggelengkan kepalanya.


" Tuan ini makanannya" kata Dion yang baru masuk setelah membeli makanan di kantin .


Daddy Prabu mengambil satu kotak dan memberikannya pada Edar. " Edar sebaiknya makan dulu kasihan Luna dan anak- anakmu siapa yang akan menjaga mereka jika kamu ikutan sakit" kata Daddy Prabu.


Edar memikirkan ucapkan Daddy Prabu itu benar adanya jika dia sakit siapa yang akan menjaga keluarga kecilnya.


Mereka terkejut mendengar tangisan sikembar Edar meletakan makanannya dan mengangkat putrinya dari boksnya.


" Putri cantik daddy kenapa menangis sayang" kata Edar menenangkan Anindira. Mommy farah mendekat mengetahui keadaan cucunya.


" Edar sepertinya putrimu haus, mommy membuat susunya dulu" kata Mommy farah. Edar telah meminta Ayu dan Gilang untuk membeli susu yang terbaik untuk putrinya.

__ADS_1


Kret pintu terbuka masuklah sikembar dengan Ayu dan Cinta, mereka dari kantin setelah mengisi perutnya.


Aidyen dan Alfatih langsung berlarian ke arah Edar mendengar tangisan adiknya. Mereka bsrada di samping Edar. Edar melihat putra kembarnya tersenyum kemudian membawa Anindira duduk di sofa.


" Adik jangan menangis ya nanti kakak Aidyen sedih " kata Aidyen dengan mengelus pipi Anindira. " Cup adiknya kakak diam ya nanti kakak beliin mainan yang banyak" kata Alfatih, mencium pipi Anin.


Edar tersenyum sambil mengelus rambut kembarnya terus menenangkan putrinya.


Mommy farah yang telah selesai membuat susu untuk cucunya dan memberinya pada Edar.


" Edar ini susunya biar cucu mommy tenang" kata mommy farah. Edar memberi susunya untuk putrinya tak lama Anindira diam dan kembali tidur dengan tenang.


Edar kembali meletakan putrinya ke tempat tidurnya sikembar senantiasa berada di sampingnya.


" Mommy, dad sebaiknya kalian pulang biar Edar menemani Luna, sikembar juga harus istirahat" kata Edar.


" Daddy kami ingin disini menemani mommy dan adik" kata Aidyen dengan tatapan sendunya.Edar menanggukan kepalanya.

__ADS_1


" Dion tolong kamu antar mereka pulang dan kamu juga kembalilah bawa juga istrimu pasti lelah dalam perjalanan" kara Edar, tanpa menatap Dion.


" Baik tuan" seru Dion. mengajak Cinta dan orangtua Edar pulang. Gilang dan Ayu juga sudah pulang karena Ayu merasa lelah karena kehamilannya.


__ADS_2