
Semenjak pertemuan mereka di pesta ulang tahun rekan kerjanya hubungan Nandhu dengan Edar semakin erat, itulah yang dimanfaatkan oleh Nandhu agar dapat masuk dalam keluarga Perkasa.
Seperti saat ini Edar mengundang Nandhu dan Abhimana untuk makan malam di kediaman keluarga Perkasa, Luna dan mommy Farah menyiapkan makanan untuk nanti malam.
Sikembar dan Anindira asyik bermain di ruang tengah di temani ole opa mereka sedangkan Edar sibuk dengan pekerjaannya .
" Sayang apa semuanya sudah siap" kata mommy Farah. " Sudah mom tinggal menata di atas meja" kata Luna.
" Sebaiknya kita bersiap biar bibi yang menyiapkannya" kata Mommy Farah. Luna menanggukan kepalanya.
Mereka menuju ke kamar karena sebentar lagi Nandhu akan datang.
" Tuan, mereka sudah datang" kata Pak Rudi, menuambut kedatangan Nandhu, dan Abhimana." Pak panggil Edar katakan bahwa tamunya sudah datang, kami akan menemui mereka " kata Daddy Prabu.
" Baik tuan" kata pak Prabu, kemudian memanggil edar di ruang kerjanya.
tok, tok, tok
" Tuan muda mereka sudah datang sekarang bersama tuan besar" kata pak Rudi. " Baiklah sebentar lagi aku akan menyusul" kata Edae.
" Baik tuan" kata pak Rudi, meninggalkan ruang kerja Edar.
Taklama Edar turun dan melihat Abhimana dan nandhu sedang mengobrol bersama keluarganya.
__ADS_1
" Maaf tuan Nandhu menunggu lama, tadi saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan" kata Edar, menyalami Nandhu.
Nandhu tersenyum. " Tidak apa tuan Edar kami mengerti, bahwa seorang Edar Perkasa pasti sangat sibuk" kata Nandhu.
Akhirnya nyonya Farah mengajak mereka untuk makan bersama. ksrena pelayan sudah menyiapkannya.
Apartemen Cinta dan Dion.
Cinta membuat minuman untuk suaminya yang saat ini berada di ruang kerjanya, sedangkan putranya Faiz tidur di tempatnya.
tok, tok tok.
" Masuk sayang pintunya tidak terkunci" kata Dion. Cinta masuk sambil membawa minuman untuk Dion.
" Nah sekarang cepat katakan sepertinya ini sangat serius" kata Dion, selama ini Cinta tak pernah mengajak suaminya bicara ketika Dion bekerja.
Cinta menghela nafasnya dan menghadap ke arah Dion. " Mas tahukan bahwa kak Nandhu adalah senior kami di kampus" kata Cinta.
" Ya bukankah kemaren kalian sudah mengatakannya" kata Dion, yang heran melihat Cinta.
" Mas Cinta ingin bertanya apakah perusahaan tuan Edar ada kerja sama" kata Cinta, Dion mengiyakan.
Cinta kembali menghela nafasnya. " Sayang sebenarnya ini ada apa hingga kamu bicara hal ini" kata Dion.
__ADS_1
" Mas waktu kita di acara kemaren, mas lihat tidak ada gerakan yang aneh darinya" kata Cinta dengan hati-hati.
" Waktu itu tidak ada yang aneh darinya" kata Dion. " Mas lihat tidak tatapannya pada Luna" kata, Cinta menatap suaminya.
Dion menjadi memikirkan ucapan Cinta dia sempat melihat cara pandang Nandhu pada Luna, seperti seorang kekasih.
" Sayang" kata Dion, dengan syoknya. " Ya mas itulah yang ku dan Ayu fikirkan, kami takut kak Nandhu menanggu kebahagiaan Luna" kata Cinta.
" Mas harus mengawasinya atau perlu menyelidikinya ketika kami masih kuliah dulu" kata Cinta, dengan khawatir.
" Sayang tenanglah mas akan menyelidikinya" kata Dion. Cinta merasa lega dan memeluk Dion.
Taklama terdengar suara tangisan.
" Mas, Cinta ke kamar dulu sepertinya Faiz menangis " kata Cinta, Dion membelai hijab Cinta dan menangggukan kepalanya.
" Sepertinnya besok aku harus memberitahu pada tuan Edar" kata Dion.
Kembali kediaman Perkasa
Selesai makan malam Edar, Nandhu dan Abhimana berbicara menengai proyek mereka, sedangkan Luna juga anak-anak sudah masuk kamar.
Orangtua Edar juga sudah masuk kekamar untuk istirahat, taklama Nandhu dan Abhimana juga pulang.
__ADS_1
Edar masuk kedalam kamarnya dia tersenyum melihat putrinya sudah tertidur nyenyak sebelah Luna, dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya kemudian istirahat disamping Luna.