
Setelah selesai dengan hadiahnya tidak lupa Luna menyiapkan makanan siang untuk di bawa ke perusahaan Perkasa Group.
" Luna sudah siap?" Cinta, menggendong putranya Faiz. " Sudah dan Anindira juga sudah siap, aunty" kata Luna, memegang kereta bayinya.
" Nyonya muda ini bekalnya" kata Pak Rudi. " Terima kasih pak, Pak tolong bawa ke mobil" kata Luna.
" Baik nyonya" seru Pak rudi. " Ayo kita berangkat karena mereka tak sabar untuk menanggu daddy mereka bekerja, hahaha" kata Cinta.
Mereka menaiki mobil Cinta ke Perusahaan Perkasanya, setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit mobil Cinta memasuki perkarangan perusahaan.
Satpam membuka pintu dan terkejut melihat nyonya muda mereka sudah sehat. " Selamat nyonya kami senang karena anda sudah sehat" kata Satpam.
Luna menyambutnya dengan senyuman dan melanjutkan perjalanannya para karyawan menyapanya. Luna menemui resepsionis untuk menanyakan keberadaan Edar.
" Mbak apa mas Edar ada di tempat" kata Luna. " Sekarang tuan Edar sedang rapat nyonya, apa nyonya ingin saya mengantar anda ke ruangannya" kata resepsionis dengan sopan.
" Tidak perlu mbak kami bisa sendiri" kata Luna, tersenyum ramah. Luna dan Cinta memasuki life menuju lantai lima belas.
Para karyawan memuji Luna yang ramah dan sopan." Tuan muda sangat be4untung memiliki nyonya Luna sebagai istrinya" kata karyawan A.
" Kelihatannya nyonya Luna sudah sehat sepenuhnya, semoga saja tuan tidak marah lagi" kata Karyawan B.
__ADS_1
" Ayo kita melanjutkan pekerjaan kita jika tuan Edar atau tuan Dion mendengar kita bisanya kita kena marah" kata karyawan C.
Semenjak Edar meninggalkan rumah sikapnya kembali ketika Luna koma, Edar sering marah dan tidak mengampuni siapa pun yang melakukan kesalahan walau itu kecil.
Luna dan cinta keluar dari Life melewati ruangan sekretaris, Mira sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak menyadari kedatangan Luna dan Cinta.
" Maaf nyonya saya tidak melihat kedatangan kalian" kata Mira, yang gugup. " Mira jangan gugup kami hanya mengantar makanan siang, mas Dion dan tuan Edar sudah selesai dengan rapatnya?" Cinta.
" Belum nyonya rapatnya sekitar lima belas menit lagi selesai, mari nyonya" kata Mira membuka pintu ruangan Edar.
Luna meletakan makanannya di atas meja Cinta melepaskan gendongannya pada Faiz dan bermain bersama Anindira.
Ruang rapat.
" Saya tunggu dua hari lagi kalian harus mengganti semua bahan bangunan dengan yang terbaik" tekan Edar. para manager hanya tertunduk karena ketakutan.
Edar keluar dari ruangan rapat dengan marah." kalian jangan lupa untuk mengganti semuanya" kata Dion, mengikuti Edar yang keluar duluan.
Para manager merasa lega karena nafasnya sudah beratur dengan benar.
Edar langsung membuka pintu ruangannya secara kasar, sehingga Mira belum sempat menberitahu bahwa Luna ada di dalam.
__ADS_1
" Mira ada apa sepertinya ada yang ingin di katakan?" Dion. " Itu tuan nyonya Luna dan nona Cinta ada di dalam" kata Mira.
Dion terkejut segera masuk dan kaget melihat Edar diam di depannya, Dion menoleh ternyata Anindira dan putranya menangis.
Oek, oek, oek.
Anindira dan Faiz menangis karena kaget ketika Edar membuka pintu secara kasar. " Sayang diam ya daddy tidak marah kok dengan Anin" kata Luna, menimang putrinya.
Dion segera membantu Cinta untuk mendiamkan putranya, Edar mendekati putrinya ada rasa bersalah karena kemarahannya membuat putrinya menangis.
" Sayang maafkan daddy, daddy tidak marah dengan putri daddy yang cantik ini" kata Edar, mencium pipi putrinya, sehingga Anindira tersenyum.
" Mas kenapa tadi Luna lihat mas marah atas sesuatu" kata Luna. " Tidak kenapa sayang, habya karyawan membuat kesalahan. Terus kenapa kamu kesini bukannya kita nanti ke ruma sakit" kata Edar.
" Makanya Luna membawakan mas sarapan siang untuk Dion juga kita makan siang bersama" kata Luna. Mereka menikmati makanan yang dibawa Luna dan Cinta.
Cinta terus memberi Luna kode." kalian berdua kenapa dari tadi hanya saling tatap?" Edar. Dion menutup berkasnya dan melihat istrinya menatap Luna.
" Om Edar, aunty Luna ingin memberi sesuatu untuk om" kata Cinta, meniru suara anak kecil. " Sayang" kata Edar, memegang tangan Luna.
Luna memberikan kotak yang dia hias dari dalam tasnya.
__ADS_1
Suprise