
Seminggu kemudian keadaan Aninfira putri perkasa sudah stabil, Edar memibdahkan perawatan putrinya keruangan Luna agar istrinya merasakan kehadiran putrinya.
Sikembar yang mengetahui bahwa adik kecilnya sudah mulai menampakan kemajuan dalam penyembuhanny, Meski mereka harus menjalani pengobatan karena Edar tidak mau sikembar masih merasakan sakit.
Begitu pun Ayu dan Cinta keadaannya sudah stabil dan dudah diperbolehkan untuk pulang, keadaan janinnya juga sehat Edar memerintahkan para dokter untuk memberikan pengobatan terbaik untuk mereka.
" Dion, aku ingin perawatan Luna dipindahkan ke jerman, mungkin dengan berkumpul dengan keluarga keadaannya mulai membaik" kata Edar.
" Baik tuan"seru. Dion, segera menemui dokter yang merawat Luna adar dapat memberi izin agar Lina dapat dipindahkan ke kota asal mereka.
Sudah seminggu Luna koma tapi belum juga kelihatan kemajuan, Karena Edar sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan Perkasa Group akhirnya memutuskan untuk memindahkan Luna.
Kedua orang tua Edar sudah kembali ke Jerman karena ada masalah dalam perusahaan.
" Tuan, saya sudah bicara dengan dokter bahwa kita bisa memidahkan nona Luna esok" kata Dion
mereka merasa lega karena kabar ini karena mereka harus kembali dengan kegiatan mading- masing.
Oek, oek
__ADS_1
" Adik abang jangan memangis nanti mommy terganggu tidurnya " kata Aidyen, membelai pipi adiknya.Anin tersenyum melihat Aidyen.
"Aunty sepertinya adik Al haus " seru Alfatih pada Ayu yang kebetulan berada disana. " Baiklah ayo aunty ajari membuatnya".
Edar hanya melihat kegiatan putra kembarnya dia bersyukur ketika putrinya diperlihatan pada mereka tiba- tiba keadaan Aidyen membaik dan bangun saat tangan kecil menyentuh pipinya.
Alfatih mendengar tangisan adiknya membuat respon kesadarannya dan trauma yang dialaminya mulai menepis.
" Adik minum susunya dulu baru tidur lagi" kata Alfatih.Sejak kesembuhan mereka tiga hari yang lalu tidak pernah meninggalkan adiknya itu membuat Edar merasa senang.
Tok, tok
" Dokter bagaimana keadaan isrti saya?" Edar, yang tidak melepas tangannya dari Luna. " Semuanya stabil tuan ajaklah nona untuk bicara agar dia mendengarnya dan keadaannya juga stabil dalam perjalanan jauh" ucap Dokter. Esar hanya menanggukan kepalanya.
" Sayang dengarkan kata dokter besok kita dapa pulang, sadarlah Luna aku sangat merindukanmu" kata Edar, mencium kening Luna.
Dion mengurus kepulangan mereka besok dia menghubungi orang di mansionnya untuk mrnyiapkan semuanya. Ayu dan Cinta juga melakukan perawatan kandungannya karena perjalanan cukup jauh.
Gilang mengurus perawatan Luna di pesawat selama perjalanan.
__ADS_1
Di Jerman.
Orang tua Edar mempersiapkan semuanta di Farah Hospital mereka menyispkan dokter terbaik untuk merawat menantunya.
" Dalam beberapa jam lagi menantu dan lainnya akan datang, ingat kalian harus memberikan perawatan yabg terbaik untuk menantu" kata daddy prabu, dengan dinginnya. Para dokter dan suster menanggukan kepalanya.
Mereka mengerti hampir setahun lamanya Edar dan Luna meninggalkan Jerman, sekarang malah mengalami cobaan yang cukup besar.
Orang kepercayaan Daddy Prabu mengawasi para dokter yang akan merawat Luna dalam peralatan maupun keamanannya.
Hari ini keberangkatan Edar dan lainnya untuk kembali ke Jerman ada rasa senang karena dapat kembali ke negara mereka.
" Sayang biar Anindira bersama mas kadihan kamu lelah" kata Gilang, pada Ayu yang menggendong Anindira.
" Kak biarlah Anindira bersama Ayu. tolong bawa ini " kata Cinta menunjuk barang milik Anindira. Gilang hsnya bisa pasrah setelah melihat Ayu menatap tajam padanya.
" nggk istri maupun sahabatnya hanya bisa menyuruh saja" kata Gilang yang kesal. Ayu dan Cinta hanya tersenyum tanpa dosa.
" Tuan jet pribadinya sudah siap kita dapat berangkat sekarang" kata Dion. Edar berada fi samping brankar Luna yang di dorong oleh suster memasuki jet pribadi.
__ADS_1
Ayu meketakan Anindira diatas kasur samping Luna. Ayu tersenyum dan menatap sedih pada sahabatnya itu. Kemudian jet pribadi meninggalkan Berlin menuju Jerman.