
Setelah melepas kerinduan Edar pergi ke markas untuk menyelesaikan masalah Dilla, Luna sudah istirahat dengan putrinya di sampingnya.
Edar sangat marah sampai tak ada yang berani menatapnya. " Selamat datang tuan". " Dimana?" Edar, tanpa menatap anak buahnya.
" Mereka berada di ruang biasa tuan " seru anak buahnya. Merasa bergugit nyeri melihat kemarahan Edar di wajahnya.
" Kurasa wanita itu takkan habus dengan semudah itu". " Sudahlah ayo kita pergi sebelum tuan muda melihat kita."
Edar menuju ke tempat Dilla dimana diia di kurung dengan dinginnya Edar masuk sebuah ruangan setelah pintu di buka oleh anak buahnya.
" Tuan" seru Dion dan Vino. Edar menatap Dilla yang telah berantakan. " Bagaimana kalian mendapat info tentang siapa yang menolongnya?" Edar.
" Belum tuan dia tutup mulut" kata Vino. " Berikan aku air garam" kata Edar. Vino segera mengambil apa yang di minta Edar.
Edar menyiram air itu ke wajah Dilla yang penuh dengan lukq. " Aw perih" kata Dilla, kesakitan.
__ADS_1
" Akhirnya bangun juga kau" kata Efar. Dilla berusaha membuka matanya, ketakutan melihat Edar sudah berada di hadapannya.
" Wdar maafkan aku" kata Dilla dengan memohon. Edar tersenyum seringai. " Memaafkanmu setelah kau menyakiti istriku jangan harap" kata Edar.
" Sekarang katakan siapa yang menolongmu waktu itu ?" Edar. Dilla menggelengkan kepalanya. " Cepat katakan " teriak Edar, menampar Dilla hingga berdarah.
" Aku tidak tahu siapa dia Edar, dia hanya mengatakan akan membantuku dalam balas dendamku" kata Dilla dengan gemetaran.
" Dia pasti menyebutkan namanya kan, sekarang katakan siapa namanya?" Edar, mencengkram pipi Dilla.
" Dia" . Dor, dor. Dilla terkena tembakan sehingga meninggal karena tembakan tepat di kepalanya. Membuat mereka terkejut wajah Edar di penuhi oleh darah Dilla.
Vino dan Dion segera mengejar pria yang menembak Dilla. " Kalian cepat cari " teriak Dion. Mereka mencarinya sekitar markas dan di luar.
" Tuan Dion kami menemukan mayat di balik pohon" kata salah satu anak buahnya. " Dimana?" Vino.
__ADS_1
" Itu tuan" katanya." Ternyata orang dibalik semua ini tidak dapat diremehkan, dia sudah mempersiapkan semuanya" kata Edar, datang dari lantai atas.
" Ternyata dia di tembak dari jarak jauh" kata Edar. " Sekarang apa tang harus kita lakukan tuan?" Dion.
" Vino selidiki apakah masih ada mata- mata disini dan perketatlah keamanan disini agar tidak mudah di masuk oleh orang lain" perintah Edar.
" Baik tuan" kata Vino. " Dion, carikan bodygoard untuk putra kembarku dan istriku, aku yakin pria ini pasti mengawasi kami" kata Edar.
" Baik tuan aku akan mencarikannya" kata Dion. " Ayo kita pulang mereka pasti menunggu kita" kata Edar.
Edar dan Dion kembali ke keluarga Perkasa, karena hari sudah larut, Vino segera melakukan perintah Edar memperketat keamanan markas.
Edar dan Dion sudah sampai di kediaman keluarga perkasa, hari sudah larut. " Dion pergilah ke kamarmu besok kita akan bicara" kata Edar.
" Baik tuan" kata Dion, meninggalkan Edar, menemui Cinta dan putranya. Edar membuka pintu kamarnya terlihat istrinya tidur diapit oleh anak-anaknya.
__ADS_1
Edar tersenyum menatap keluarga kecilnya. " Aku akan menemukanmu dimana pun itu, aku takkam membiarkan keluargaku terluka lagi"bisik Edar.
Edar masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah itu dia merebahkan tubuhnya di sofa karena tempat tidurnya sudah penuh, tidak lupa mencium Luna dan anak- anak