Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 144


__ADS_3

Perusahaan Perkasa Group


Dion berada di ruangannya masih memikitkan ucapan istrinya menengai Nandhu.


" Sebaiknya slu langdung bicara pada tuan hingga kita dapat apa yang harus dilakukan" guman Dion, Dion keluar dari ruangannya menuju ruangan CEO sebelahnya.


" Mira, jika ada yang mencari tuan suruh besok kembalinya " kata Dion. " Baik tuan" kata Mira.


Tok, tok, tok


" Masuk" seru Edar. Dion membuka pintunya dan melihat Edar sibuk dengan berkasnya.


" Tuan, maaf jika saya menanggu. Saya ada yang ingin dibicarakan dengan, anda" kata Dion dengan Hati-hati.


" Bicaralah" kata Edar, tanpa memandang Diom. Dion menghela nafasnya secara kasar. Edar mendengarnya dia menutup berkasnya dan menatap Dion secara tajam.


" Sekarang bicaralah" kata Edar. Akhirnya Dion menceritakan semuanya yang di beritahukan oleh istrinya.


Brak


Edar memukul mejanya sambil memejamkan matanya. " Jadi maksud istrimu tuan Nandhu menyukai istriku" kata Edar, dengan dinginnya.


" Benar tuan, makanya istriku memintaku untuk menyelidikinya ketika mereka masih masa kuliah, istriku curiga bahwa dia menyukai nona Luna sejak kuliah" kata Dion.

__ADS_1


Edar memejamkan matanya kembali menatap tajam pada Dion. Dion menyadari tatapan Edar yang marah besar sepertinya akan mendapat perintah.


" Dion, aku beri kamu waktu seminggu untuk menyelidikinya perginya ke Jerman tempat ustriku kuliah sebelum itu temuilah tuan Irgi untuk mendapatkan rekaman CCTV acara kemaren" kata Edar.


" Baik tuan saya permisi" kata Dion, keluar dari ruangan dan segera menemui tuan Irgi Setyawan.


" Jadi inilah maksudnya dia mencoba mendekati keluargaku, Nandhu aku takkan menganpumimu jika kau melukai keluargaku" ka5a Edar.


Edar menghubungi Vino untuk menangakan keadaan istrinya, dia sangat mengkhawatirkan keadaannya. Dia takut jika Nandhu mendatangi istrinya di rumah sakit.


Farah Hospital


Ayu dan Cinta berada di kantin untuk istirahat, Ayu melihat Cinta terlihat sangat gelisah.


" Ayu sudah memberitahunya pada mas Dion, Ayu hanya cemas jika tuan Edar tidak mempercayainya" kata Cinta.


" Tidak mempercaya pasa apa, Cinta" kata Gilang, datang tiba-tiba. Ayu dan Cinta terkejut sambil mengelus dadanya.


" Mas Gilang, kakak. Bikin orang kaget saja" kata Ayu dan Cinta. Gilang tersenyum dan meminta penjelasan dari apa yang dia dengar.


" Apa tadi dia itu? " Gilang. " Apa mas" kata Ayu, teekejut mendengarnya begitu pun Ayu.


" Begini tadi mas dan Luna selesai operasi pasien yang mengalami jantung kronis, ketika kami keluar dan menuju ke ruangan masing mas tidak sengaja melihat ada yang mengintip Luna dari kejauhan untung saja ada Vino. Ketika Luna memasuki ruangannya orang itu sudah kabur" kata Gilang.

__ADS_1


" Nah kan itu pasti orang suruhan kak Nandhu" kata Cinta, khawatir dan Ayu menanggukan kepalanya.


Ketika mereka asyik dengan mengobrolnya tanpa mereka sadari Luna sudah berada di samping Cinta.


" Kalian kenapa melamun sampai tak sadar aku sudah disini" kata Luna, sambil mengetok meja dengan jarinya.


" Astagfirrah Luna$ pekik mereka. " Kalian ini kenapa sih siang sudah melamun" kata Luna. " Tidak ada kami hanya memikirkan pasien" kata Ayu dengan gugup.


Luna menanggukan kepalanya. " Luna, dimana Vino? " Gilang. Luna menatap Gilang. " Tadi dia izin mau ke toilet, nah itu dia " tunjuk Luna melihat Vino datang.


" Kalian disini saja jangan jemana sampai kami kembali, mas ingin bicara sama Vino" kata Gilang, mereka menanggukan kepalanya. Luna tanpa curiga sedikitpun sedangkan sahabatnya sudah cemas.


" Vino, ada yang ingin saya bicarakan, ayo kitakesana" kata Gilang, menunjuk lorong rumah sakit" bauk tuan, tapi nyonya" kata Vino.


" Tidak usah khawatir Luna aman ini lebih penting" kata Gilang, menarik Vino.


" Vino dengarkan saya apa beberapa hari ini ada tang mengikuti kalian tepatnya Luna" kata Gilang. Vino memikirkannya.


" Benar tuan sata merasa sepeeti asa tang mengikuti kami, tadi juga saya sempat melihatnya di balik dinding, ketika saya membalikan badan orangnya sudah pergi" kata Vino.


" Ini harus dibicaeakan ke ksk Edar sepertinya ada tang ingin mencelakai Luna, sejarang kamu ke ruang kontrol ambil rekaman CCTV ketika orabg itu mengikuti kalian akan kita tunjukan pada kak Eda" kata Gilang.


Vino segera ke ruangan kontrol sedangkan Gilang kembali ke kantin

__ADS_1


__ADS_2