
Orangtua Edar terburu ke rumah sakit yang diantar oleh Dion, setelah luna menghubungi bahwa Alfatih terjatuh. cinta yang kebetulan mendapat jadwal praktik malam segera keruangan edar setelah prakteknya selesai.
saat ini semua orang sedang menunggu dokter memeriksa Alfatih dan edar senatiasa menemani Alfatih melakukan pemeriksaan
"Dad, mengapa dokternya lama keluarnya? mommy, khawatir. "tenanglah mom, dokter sedang memeriksanya " kata daddy.
kret pintu terbuka. " dokter bagaimana keadaan putra saya" kata luna, bersedih. " tuan, nyonya, dr luna, apa yang kita khawatirkan benar terjadi putra anda mengalami geger otak. dan dia sudah mengalami gejala dari geger otak itu sendiri" kata dokter, dengan wibawa.
" Dokter terus kapan pengobatan putraku akan dimulai " kata luna, mencoba untuk mengustkan dirinya. " sebaiknya secepatnya dr luna, lebih cepat lebih baik. maaf nyonya apa kalian masih berniat melakukan pengobatan ini di rumah? dokter, pada mommy farah.
" ya dokter, kami akan melakukan pengobatsn dirumah, dengan adanya kami Alfatih lebih nyaman" kata mommy.
" baiklah saya akan mengatur semuanya, semua alat terapi untu tuan muda kecil akan segera dikirim ke kediaman anda" kata dokter, dengan sopan.
setelah dokter pergi mereka memasuki ruangan, mereka menjadi sedih melihat Alfatih kesusahan dalam berjalan. tapi tersenyum melihat edar bermain dengan putranya.
" apa yang kalian mainan hingga cucu oma terlihat bahagia" kata mommy, menahan kesedihan. " kami sedang bermain ular tangga oma, mainan ini diberikan oleh suster " kata edae, meniru suara anak kecil.
__ADS_1
" daddy Aidyen juga mau ikut main ini?" Audyen, duduk di samping Alfatih. Edar tersenyum. "ok sekarang putra kembar daddy bermain berdua, daddy msu bicara dengan opa" kata edar, mencium kedua putranya. mereka menanggukan kepalanya.
" daddy bagaimana?"Edar. " Gilang dan dokter yang merawat putramu sedang mengurusnya dan besok Alfatih dapat pulang ke rumah kita" kata daddy.
" mom kita ke rumah kita dulu kan" kata Aidyen, dengan gemesnya. " memangnya kenapa sayang? mommy farah.
" oma, Aidyen ingin bawa barang Ai dan Al sendiri " kata Aidyen, menatap mommy farah dengan manyun bibirnya." nanti biar om Dion yang mengurusnya sayang" kata mommy farah.
" tapi Aidyen ingin mengambilnya sendiri oma" kata Aidyen, menunduk sedih. karena tidak ingin putranya sedih akhirnya mereka ke rumah luna.
" sepertinya cinta mengetahuinya lihat itu dia malah tersenyum sambil mendorong kursi roda Alfatih"bisik Ayu pada gilang.
Aidyen segera berlarian menuju kekamarnya setelah tiba di rumahnya. " mommy bingung ed apa sih yang sangat berharga bagi putramu itu? " mommy, herannya.
"sayang disini saja biar mommy yang mengurus barangnya Al" kata luna. Al menatap luna dengan sedihnya membuat luna menghela nafasnya.
" apa Al mau mengajak daddy ke dalam kamarnya Al" kata luna. seketika Alfatih menjadi ceria. dengan bersusah payah Al meraih tangan edar dengan senyuman.
__ADS_1
" putra daddy ingin mengajak daddy" kata edar, tersenyum.Al membalasnya dengan senyuman. " Daddy, mau kemana bersama Al" kata Aidyen membawa tas kecil ditangannya dan bibi membawa tiga koper.
" Al mengajak daddy ke kamarnya" kata edar, tercengang melihat bawaan putranya yang banyak. dia tidak menyangka bahwa putranya Aidyen memiliki barang yang banyak walau dia masih kecil dan sekarang Alfatih, apakah barangnya juga banyak.
mommy dan daddy edar juga terkejut dengan barang cucunya." Ayu sebaiknya kita bantu luna memberes barangnya, jika kau tanya seberapa banyak barang sukembar kau pasti pusing" kata cinta, penuh arti. dan menarik tangan ayu ke lantai dua.
" ya Allah, semua ini barang punya Alfatih" kata mommy farah, terkejut melihat isi kamar Alfatih seperti perpustakaan mini hanya kasur kecil tempat dia tidur.
" daddy dikamar Ai juga sama seperti Al" kata Aidyen, duduk dipangkuan edar. edar mengelus rambut Aidyen. " ternyata putra daddy sangat menyukai buku" kata edar, mencium tangan mubngil Alfatih.
" benar daddy, kami sangat menyukai buku, bahkan mommy sempat marah karena kami lebih membeli buku dari pada beli mainan, daddy lihat itu mainan dibeli mommy dan aunty cinta tapi kami tak pernah memainkannya, benarkan Al" kata Aidyen, memeluk leher edar.
Edar tersenyum. " apa perlu nanti daddy bangun perpustakaan mini di rumah kita nanti? Edar.
" hore , terima kasih daddy.Al nanti kita simpan buku kita di perpustakaan yang diberi daddy" kata Audyen, bersorak ria. Alfatih tertawa walau kesulitan.
luna menangis di balik pintu melihat kebahagiaan putra kembarnya. tadi ketika dia ke kamarnya cinta dan ayu melarangnya tapi malah meminta luna keadaan putranya. ternyata dia melihat permandangan yang menyejutkan hatinya.
__ADS_1