
Sudah tiga hari sejak Luna sadarkan diri dari koma sering juga dia meminta suaminya bahwa ia ingin pulang.
" Mas Luna ingin pulang" rengek Luna. Edar yang sedang memotong apel hanya tersenyum. " Mas ihh" Luna sebal dan memalingkan wajahnya, itu membat Edar gemes.
" Sayang bukankah kau menyukai rumah sakit berlama, tapi sekarang malah cepat ingin pulang" kata Edar mencubit hidung Luna.
" Tapi itu beda mas Luna di rumah sakit sebagai dokter bukan pasien. Bahkan Luna sangat trindu butik Luna seakan ide banyak yang ingin Luna tuang dalam desain selanjutnya" kata Luna, dengab manjanya.
" Kita tunggu periksaan dari Gilang dan apa yang akan di jelaskan tentang kesehatanmu" ksta Edar, memberikan potongan apel pada Luna.
Luna yabg kesal hanya memakan pemberian suaminya tanpa bicara lagi.
Setelah pemeriksaan Gilang ternyata kondisi Luna sudah membaik dan di perbolehkan pulang siang nanti. Luna sangat bahagia dapat pulang.
" Mas hubungi Vino di depan dulu agar mengurus kepulangan Luna" kata Edar.
" Halo Vino urus bagian admintrasi kepulangan Luna siang nanti" seru Edar, memutuskan panggilsn sepihak membuat Vino kesal.
__ADS_1
" Uh dasar si bos memutuskan panggilan sepihak, padahal aku belum bicara" Vino tetap melakukan perintah Edar.
Kemudian Edar menghubungi keluarganya rentang kepulangan Luna siang ini.
Di kediaman Perkasa.
" Mas Luna siang ini pulang, kita harus merayakannya" kata Mommy Farah, memanggil para pelayan untuk mempersiapkan kejutan untuk menantu kesayangannya.
Daddy Prabu memanggil pak Rudi untuk menjemput cucunya karena istrinya takkan sempat untuk menjemput mereka. Pak Rudi yang diantar oleh supir menjemput sikembar di sekolah.
" Cucu opa yang cantik lihat omamu sangat bahagia dalam menysmbut mommmymu" kata saddy Prabu, mencium pipi cucunya membuat Anindira tersenyum.
Taklama Ayu, Cinta datang ke rumah keluarga Perkasa di susul oleh sikembar yang dijemput oleh pak Rudi.
" Opa Oma apakah benar yang dikatakan oak Rudi bahwa hari ini mommy pulang" kata Aidyen terlihat bahagia.
" Benar sayang sekarang mommy kalian sudah boleh pulang tadi daddy kalian yang memberitahu oma dan opa, sekarang kalian membersihkan diri setelah itu kita beri mommy kejutan" kata Mommy Farah dengan senyuman.
__ADS_1
" Baik oma" seru Alfatih, mereka berlarian menuju kamar mereka untuk membersihkan diri. Ayu dan Cinta juga pergi ke kamar tamu selain untuk mrmbersihkan diri mereka juga menidurkan putra mereka, Ayu memanggil salah satu pelayan untuk menjaga anak mereka.
" Tante apa yang bisa kami bantu? " Cinta datang ke dapur bersama Ayu. Mommy Farah tersenyum dan meminta mereka membuat cake dan minuman untuk pesta kecil nanti.
" Opa kami tak sabar lagi menunggu mommy, opa kami ingin beri mommy kejutan" kata Alfatih. Memang tuan Prabu meminta pak Rudi menjemput cucu kembarnya lebih awal dari jam pulang sekolahnya
"Ok kita pergi ke mall dekat sini dan kalian dapat memilih hadiah apapun untuk mommy, sebelum itu minta izin pada oma" kata tuan Prabu memanggil supir.
" Oma" teriak Al. " Al jangan berteriak" kata Aidyen menutup telinganya. " Maaf Ai" seru Alfatih.
" Kalian ini ada apa sayang mencari oma" kata Mommy Farah yang juga terkejut mendengar teriakan Al, dia berjongkok agar sana tinggi dengan cucunya.
" Maaf oma kami minta izin ke mall memberi kejutan untuk mommy" kata Alfatih dengan imutnya, membuat oma gemes dan ysng lainnya jufa merasa lucu dengan ekspresi tuan muda kecil keluarga Perkasa.
" Baiklah tapi ingat jangan lama sebentar lagi mommy akan pulang" kata mommy Farah. " Terima kasih oma, kami sayang oma" seru Audyen, mencium pipi omanya diikuti oleh Alfatih.
Ayu dan lainnya di dapur menggelengkan kepalanya melihat cara sikembar membujuk nyonya besar keluarga Perkasa. Mereka pergi ke mall dengan supir pribadi.
__ADS_1