
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit mereka sampai di Perusahaan Perkasa Group, satpam melihat kedatangan mobil CEO segera mendekat dan membuka pintu untuk Edar.
Dion membuka pintu bagasi belakang mengeluarkan barang bawaan Anin.Edar yang menggending Anin membuat para karyawan heran dan bertanya.
" Bayi siapa yang digendong oleh tuan Edar terlihat cantik sekali" bisik Karyawan A.
" Apa itu putrinya tuan Edar kabarnya istrinya sudah melahirkan" kata Karyawan B. Para karyawan sibuk membicarakan Edar membawa putrinya ke kantor.
Sedangkan Edar, Dion melanjutkan perjalanan ke ruangan Edar, Dion membuka Life dan menekan lantai lima belas.
Maya terkejut melihat bosnya membawa bayi ke kantor ini sangatlah langka. " Selamat pagi tuan Edar, tuan Dion" kata Maya.
" Maya jika ada tamu jangan biar masuk aku tidak mau putriku terganggu, suruh saja dia temui Dion" kata Edar. " Baik tuan. Tuan ini ada laporan keuangan beberapa bulan terakhir" menyerahkannya pada Dion
" Sekarang putri daddy tenang disini, daddy akan bekerja" kata Edar, merebahkan Anindira di Boks bayi yang telah dipersiapkan.
__ADS_1
" Dion letakan saja tasnya di sofa sana" kata Edar, " Baik tuan" kata Dion. Meninggalkan Edar sibuk dengan berkasnya.
Di luar Perusahaan terjadi keributan karena wakil dari Pertama Group dilarang masuk karena Edar telah memerintahkan agar melarang siapapun menemuinya.
" Maaf nona Delia, tuan Edar sudah memerintahkan kami jika ada tamu yang datang harus menemui tuan Dion" kata Resepsionis.
" Apa kau tidak menengalku aku adalah wakil dari perusahaan Pertama Group kami ada urusan bisnis" kata Delia.
" Nona biar kami bicara dulu dengan tuan Dion" kata Resepsionis. Dengan kesalnya Delia pergi begitu saja menuju ke ruangan Edar, membuat resepsionis terkejut.
" Nona jangan pergi ke ruangan CEO kami akan kena marah nantinya" kata Resepsionis mengejar Delia tapi telat karena Life sudah tertutup.
Delia keluar dari life dengan sombongnya dia berjalan menuju ke ruanga Edar. Maya terkejut melihatnya sudah didepannya.
" Nona ada yang perlu saya bantu" kata Maya. " Saya mau bertemu tuan Edar dia ada didalam bukan" kata Delia.
__ADS_1
" Maaf nona tuan Edar tidak bisa diganggu, jika soal pekerjaan bicara saja dengan tuan Dion" kata Mata, menghalangi pintu.
Dengan kasarnya Delia mendorong Maya hingga terjatuh. Delia membuka pintu tapi Edar tidak ada matanya tertuju pada bayi yang sangat cantik di depannya.
" Dimana tuan Edar, bayi siapa ini cantik juga" kata Delia. " Aduh lucunya jika mommymu meninggal maka aku menjadi mommy barumu" kata Delia, mencoba menggendong Anindira.
Oek, Oek tangisan Anindira begitu kerasnya karena tidurnya terganggu." Hei bayi diamlah " kata Delia memukul bongkong Anin bukannya diam malah semakin keras tangisannya.
" Nona Delia apa yang kau lakukan pada nona Anindira, berikan padaku" kata Maya, ketakutan. " Bicara apa kau ini sebentar lagi aku skan menjadi mommy baru untuknya" kata Delia.
Karena ketakutan Maya mencari keberadaan Dion untuk mengatasi ini.
Brak terdengar pintu terbuka pintu begitu keras, Edar menatap tajam pada Delia yang berani menyentuh putrinya dan menyebabkannya menangis.
" Adik kecil diamlah" kata Delia yang terus memukul Anindira di bongkongnya, hingga Edar menahan amarahnya mendengar tangisan putrinya.
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan pada putriku" kata Edar dengan dingin, bersamaan dengan Maya dan Dion masuk.
" Maya bawa nona Anindira keluar ini tidak baik untuknya" bisik Dion. Maya mematuhinya segera mengambil Anindira dari tangan Delia.