Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 87


__ADS_3

Waktu terus berlalu saat ini usia kandungan Luna sudah memasuki Fase terakhir, Ayu memasuki enam bulan dan Cinta baru memasuki tiga bulan.Saat ini ketiga ibu hamil bersantai di halaman .


" Tidak terasa usia kandunganmu sudah delapan bulan luna" kata Ayu, memandang bunga. " Oh ya kita belum belanja kebutuhan untuk bayimu" kata Cinta.


" Sebaiknya kita hubungi mas Edar" kata Luna. " Itu harus yang ada tuan Edar marah, kalau kita pergi tidak memberitahunya" kata Ayu.


Akhirnya ketika menemui para suami di ruang kerja.


Tok, tok, tok.


" Masuk" kata Edar. Dion membukakan pintu dan mempersilahkan mereka masuk.


" Mas sibuk maaf apa luna menanggu" kata Luna. Edar yang sedang membaca email kiriman daddynya, menutup emailnya dan tersenyum melihat Luna di depannya.


" Tidak sayang sepertinya kalian ada yang dibicarakan sehingga bersamaan kesini"kata Edar, menatap ketiga ibu hamil yang terlihat gelisah.


Edar memencingkan matanya membuat keadaan sedikit tegang.

__ADS_1


" Sayang bicaralah, apa ada yang diinginkan " seru Gilang, mencium buncit Ayu. Ayu tersenyum masam.


"Luna ingin membeli perlengkapan bayi mas dan kita belum memilikinya" kata Luna, tersenyum .Edar memikirkan memang beberapa bulan ini hanya memikirkan keselamatan keluarganya.


" Sikembar dimana?" Edar. " Mereka sedang belajar bersama gurunya, mas" seru Luna. Edar menghela nafasnya entah kenapa dia merasakan hal yang buruk yang akan terjadi.Melihat keinginan istrinya membuatnya tidak tega dengannya.


" Baiklah kalian boleh pergi tapi ingat harus dengan dikawal oleh pengawal, setelah membeli yang kalian butuhkan segera pulang" kata Edar.


" Terima kasih mas" kata Luna , memeluk Edar. Cinta menatap Dion yang masih ragu karena istrinya hamil baru memasuki tiga bulan.


Edar memerintahkan Dion untuk menyiapkan pengawal, jika pekerjaannya selesai dia akan menyusul ke mall.


Sikembar yang telah menyelesaikan belajarnya berlarian melihat mommynya akan pergi.


" Mommy mau kemana?" Aidyen. " Mommy dengan siapa perginya" kata Alfatih. Akhir- akhir ini sikembar sangat cerewet terhadap Mommy mereka.


Luna tersenyum berjongkok didepan mereka. " Mommy pergi ke mall sayang membeli kebutuhan adik bayi dan mommy pergi bersama aunty Ayu dan aunty Cinta" kata Luna.

__ADS_1


Aidyen menatap Luna dengan tajamnya dan menarik Luna kembali ke dalam, membuat mereka bingung.


" Mommy tidak boleh pergi" kata Aidyen, dengan gaya coolnya. Luna hanta tersenyum dia tahu bahwa putranya khawatir.


" Mommy boleh pergi asal kami ikut" kata Alfatih, berdiri di samping Aidyen. Cinta dan Ayu tertawa melihat sikap si kembar sangat lucu melihat mereka bicara seperti ini.


Akhirnya sikembar ikut ke mall dengan pengawalan beberapa orang.


Di apartemen Shinta.


Sudah beberapa bulan ini Shinta berusaha mengecoh mata- mata Edar menyibukan dirinya dengan pemotretan.


Orang suruhan Shinta masih mencari keberadaan Edar dan lainnya.Ketika Yuni ada pekerjaan di Berlin tanpa sengaja dia melihat Gilang dan Dion mencari ngidam istri mereka.


Kesempatan itu digunakan oleh Yuni untuk mengetahui keberadaan Luna. Seminggu kemudian dia menemukan keberadaan Luna dengan mengikuti pelayan yang sedang berbelanja.


Dia menyuruh salah satu anak buahnya menyamar menjadi supir online. Sekarang Shinta dan Yuni sudah berada di Berlin dan menyewa sebuah apartemen.

__ADS_1


__ADS_2