
Berlin Mall.
Luna dan lainnya dudah berada di mall bahkan sikembar tidak melepaskan pegangannya dari Luna. Banyak pengunjung merasa kagum dengan aura yang diperlihatan oleh sikembar sangat dingin dan cuek.
" Sekarang kita kemana?" Cinta. " Lebih baik kita membeli tempat tidur dulu baru yang lainnya" kata Luna
Mereka menuju ke toko penjualan tempat tidur khusus untuk bayi, setelah memilih yang sesuai kemudian mereka membeli yang lainnya.
Tidak jauh dari mereka ada sepasang mata yang terus memantau kegiatan mereka sejak awal masuk mall.
" uh selesai juga membelinya tinggal yang ringan saja" kata Luna. Cinta dan Ayu juga membeli bahan rajutan karena mereka ingin membuat rajutan untuk anak mereka nanti.
" Mommy ayo kita duduk" kata Alfatih, melihat kursi kosong di depan toko. ketika mereka akan duduk tiba- tiba ada seorang yang mendorong Luna hingga terjatuh.
Brak
" Astagfirrah Luna" teriak Ayu dan Cinta, terkejut melihat Luna sudah terjatuh dan menahan rasa sakit di perutnya.
" Paman cepat tangkap otang itu" kata Aidyen dengan dinginnya. pengawal yang sebelumnya juga terkejut dengan yang terjadi dan kembali terkejut mendengar perintah Aidyen.
__ADS_1
Mereka segera mengejar orang yang menabrak Luna.
" Akhirnya kamu merasakan akibatnya, Luna" kata Shinta, tersenyum smirk. ternyata dia dan Yuni sudah berada di mall dan mengawasi Luna dari kejauhan.
" Yuni inilah saatnya kita tangkap wanita itu" kata Shinta, tersenyum.mereka segera melaksanakan rencana selanjutnya.
Dengan liciknya Yuni sudah memerintahkan bawahannya untuk menkosongkan lantai dimana Luna berada.
" Cinta, Ayu sakit mas Edar" ucap Luna dengan lirihnya. " Mommy, hiks.hiks" Sikembar sudah menangis.
" Luna coba tarik nafas pelan" kata Ayu, terkejut melihat Luna pendarahan.
Prok, prok
" Shinta lebih baik kamu jelaskan saja, lihat dia sudah kesakitan sepertinya dia mau melahirkan" kata Yuni, dengan sombongnya.
Shinta menggarut keningnya. " Luna serahkan Edar padaku dan pergi dari hidupnya maka anakmu selamat" kata Shinta, menatap tajam.
" Tidak mas Edar adalah suami dan ayah anakku, tidak akan kuberikannya pada wanita sepertimu" kata Luna.
__ADS_1
Cinta mencoba menghubungi Dion untuk menolong mereka, tapi sebelum itu HP Cinta di rebut oleh anak buah Shinta.
" Oh ada juga yang berani melawan, Plak" Yuni menampar Cinta. " Cinta kamu tidak kenapa " kata Ayu, membantu Cinta untuk duduk.
Sikembar menatap Shinta dan Yuni dengan tajamnya, mereka terus disamping Luna. Luna berusaha untuk tenang agar bayinya tidak terluka.
" Kalian bawa putranya kesini" kata Shinta. " Baik nona" kata anak buah Shinta. " Nona sebenarnya apa masalah kita sehingga kamu menginginkan suamiku" kata Luna.
" Karena Edar adalah miliku seorang" teriak Shinta, Ayu mengingat sesuatu Gilang pernah bercerita menengai mantan Edar.
" Pantas saja kak Edar meninggalkanmu selain berselingkuh juga kejam" tekan Ayu. Lun terkejut ternyata orang yang pernah dia tolong dan mendesain gaun adalah mantan suaminya.
Dengan kasarnya Shinta menampar Ayu dan mendorongnya hingga dia tak sadarkan diri. " Ayu" Teriak Cinta dan Luna.
kedua bawahan Shinta mencoba membawa sikembar dari Luna. " Kalian menjauhkah dari putraku, jangan kesini" teriak Luna, dengan nafas tersengal.
Sikembar tanpa rasa takut dia menatap tajam mereka.Ketika mereka semakin dekat Aidyen berdiri di depan Luna.
" Sayang kesini dekat mommy"kata Luna dengan lirihnya. " Al jaga mommy" seru Aidyen. Alfatih menanggukan kepalanya.
__ADS_1
" Aidyen, sayang ayo bersama aunty" kata Cinta, sedang memeluk Ayu. Aidyen tersenyum dan kembali menatap orang di depannya dengan tajam.
Brug, Brug.