Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 111


__ADS_3

Masih di perusahaan Perkasa Group Luna masih sedih perkataan Dilla sangat melukai hatinya, dia tahu bahwa suaminya sangat mencintai tidak munglin mengkhianatinya tapi melihat keadaannya sekarang seperti putus asa.


" Sayang jangan begini membuat mas takut" kata Edar, memeluk Luna. Tapi Luna menambah histeris dia memukul dada suaminya, Edar membiarkannya untuk melepas emosunya.


Anindira sudah tidur di boxnya setelah meminum susunya. " Mas pasti ada pemikiran untuk mencari yang lain untuk melayani mas" kata Luna, menangis.


" Astaga sayang apa yang kau bicarakan" kata Edar, dengan kerasnya." Hiks hiks hiks bahkan mas sekarang berteriak di hadapanku" kata Luna, melepas pelukannya. Edar mengudap wajahnya secara kasar dia harus menjelaskan semuanya agar istrinya tidak salah paham.


Wdar menceritakan siapa Dilla dan bahkan pernah membuat putri mereka menangis, sekarang dia sudah memberinya pelajaran yang sepantasnya.


" Mas tidak bohongkan" kata Luna . sebelum Edar menjawab. Brak pintu terbuka secara kasar Edar terkejut putra kembarnya masuk dengan tatapan tajam dan Cinta dan Dion dibelakang mereka sambul menggendong putranya Faiz putra Firmansyah.


" Daddy, mengapa mommy menangis" kata Aidyen menatap tajam pada daddy. " Sayang daddy minta maaf telah membuat mommy kalian menangis" kata Edar, menyesal menatap pada Dion


" Maaf tuan tadi para karyawan membicarakan masalah tadi sehingga tuan muda mendengarnya" kata Edar tertunduk.

__ADS_1


Edar menghela nafasnya. " Sayang dengarkan daddy" kata Edar, menatap lembut pada putra kembarnya. " Daddy siapa wanita itu membuat mommy menangis" kata Alfatih.


" Dia sudah daddy urus sayang pergi yang jauh" kata daddy, tersenyum. Sikembar hanya diam membuat Edar menghela nafasnya melihat sikap putranya yang diam saja.


Alfatih melihat adiknya yang bermain dengan bonekanya. " Adik kakak sedang apa sekarang lihat kakak bawa apa" kata Alfatih dengan menunjukan bando. " Lihat adik kakak sekarang cantik sekarang" kata Alfatih.


Aidyen masih berada di samping Luna bahkan dia melarang daddynya mendekat, membuat Edar meminjat keningnya.


Cinta dan Dion dari tadi hanya diam melihat semuanya. " Luna lihat aku bawa makanan kesukaanmu" kata Cinta membawa nasi goreng udang. Meletakannya diatas meja.



" Tuan ini untuk anda" kata Dio, meletakan makanan diatas meja.


__ADS_1


" Kalian makan juga" kata Edar, tapi matanya tertuju pada Luna menikmati makanannya begitu lahap. Sikembar juga menikmati makanannya.


" Aunty letakan saja adik Faiz di Box Anin" kata Aidyen, melihat Cinta kesusahan karena putranya sudah aktif. Cinta tersenyum membaringkan putranya di dekat Anin karena tempatnya cukup besar.


Setelah makan Cinta memutuskan ke ruangan suaminya karena dia tahu bahwa sahabatnya membutuhkan waktu berdua.


Tok, tok, tok.


" masuk" kata Edar. Masuklah Mira sekretarisnya. " Selamat siang tuan, nyonya" kata Mira, memberi hormat. Luna tersenyum sedangkan Edar dengan dinginnya.


" Tuan tadi dokter Gilang menghubungi katanya dokter untuk terapi nyonya sudah siap dan sekarang dalam perjalanan ke rumah anda. Tadi dikter Gilang telah menghubungi anda dan tuan Dion tapi tidak aktif" kata Mira.


Edar memeriksa HPnya ternyata mati. " Baiklah kamu kembali ke tempatmu , satu lagi minta pada Dion untuk mengurus kantor saya akan pulang" kata Edar.


Mira menanggukan kepalanya dan menghubungi Dion. Edar mengajak krluarganya pulang karena dokter dalam perjalanan.

__ADS_1


Aidyen mendorong kursi roda Luna Alfatih berjalan di samping Luna, sedangkan Edar menggendong putrinya dan bejalan di belakang Luna.


Mereka akhirnya pulang ke kediaman keluarga Perkasa meski suasana dalam mobil masih canggung karena Luna hanya melihat luar.


__ADS_2