
Luna berada dii taman di temani oleh beberapa pelayan, dia sedang memikirkan sikapnya pada Edar yang seperti kanak-kanak.
Aidyen dan Alvfatih barusaja baru dari sekolahnya. " Bibi mommy ada dimana?" Aidyen.bibi mengambil tas sikembar dari tangannya.
" Nyonya muda sedang di taman, tuan muda" kata pelayan. Si kembar berlarian ke taman, kevetulan saat ini tuan dan nyonya Perkasa sedang pergi ke tempat sahabatnya.
" Assalamualaikum mommy" kata Aidyen. Alfatih sudah duduk di samping Luna. " Walaikumsalam, sayang kalian sudah pulang" kata Luna.
tok....tok...tik....
" Nona Ayu sulahkan masuk" kata pelayan, mempersilahkan Ayu masuk. Ketika melewati taman terdengar suara tertawa Ayu pergi ke taman dan tersenyum melihat Luna tertawa katena tingkah lucu Alfatih
" Nona, nona muda Anindira terbangun" kata bibi, Anindira terlihat cemberut dengan gemesnya. Ayu tersenyum.
" Keponakan aunty satu ini kenapa hidungnya merah, melihat mereka ya tertawa tapi tidak mengajak kita ayo kita ganggu dia, bibi tolong jaga Zaky dulu " kata Ayu, karena putranya tidur di kereta bayinya. Bibi menanggukan kepalanya dan membawa Zaky ke kamar Ayu di kamar tamu.
__ADS_1
" Sayang lihat mereka tertawa tidak mengajak kita" kata Ayu, Anindira merentangkan tangannya. Sikembar dan Luna membalikan badannya dan tersenyum.
" Adik ayo ke sini kita bermain bersama karena mommy dan Aidyen curang bermainnya" kata Alfatih memajukan bibirnya katena kesal, mereka tertawa melihatnya.
Markas Edar.
Brak, Edar sangat emosi sudah seminggu mencari keberadaan Dilla tapi belum juga ketemu keberadaannya.
" Sialan dimana wanita itu bersembunyi " kata Edar, menatap tajam ke arah depan.
tin... ada pesan masuk di HPnya Edar tersenyum seketika amarahnya redup karena mendapat kiriman videobyang di kirim oleh Pak Rudi, ketika Luna bermain bersama anak- anaknya.
Sebuah rumah sederhana di dekat hutan.
Nandhu, Abimana dan Dilla sedang duduk bersama, mereka sedang memikirkan rencana untuk balas dendamnya.
__ADS_1
" Tuan apa anda sudah menemukan rencana untuk memulai balas dendam kita" kata Dilla. " Untuk itu anda harus menyamar, nona" kata Nandhu. Dilla menatap Nandhu dengan tatapan tidak mengerti maksudnya.
" Untuk masuk ke dalam rumah itu tentu anda harus menyamar" kata Nandhu, dengan menatap selidik Dilla. " Anda keberatan dengan ini kamu tenang saja Abimana akan membantu dalam penyamaran ini" kata Nandhu.
Akhirnya Dilla setuju dengan rencana ini, entah darimana Nandhu mendapat kabar bahwa ada seorang pelayan dari keluarga Perkasa mengundurkan diri karena orangtuanya sakit.
" Pak Rudi, apakah sudah mendapatkan penggantinya" kata Gilang, saat ini mereka sedang berkumpul diruang tengah.
" Belum tuan rencananya besok akan du umumkan" kata pak Rudi. " Pak ingatkan kata om dan tante carilah yang terbaik, kita tahu sendiri bagaimana sikap kakak sepupu seperti apa. Dia akan marah jika tidak benar dengan rumah ini" kata Gilang.
Pak Rudi menanggukan kepalanya sejak Edar memutuskan tinggal di apartemennya, dia memerintahkan bodygoard untuk menjaga kediamannya.
Abimana mendatangkan ahli kecantikan terkenal untuk mendadani Dilla untuk rencananya, Dilla akan menyamar menjadi pelayan baru di rumah kediaman Perkasa.
" Sialan kalau tidak demi balas dendam ini aku tudak sudi melakukan ini" kata Dilla, melihat wajahnya di cermin.
__ADS_1
" Kau sudah siap nona, ini ada beberapa alat penyadap ingat jika ada kesempatan sembunyikan ini sekitar rumah itu tapi ingat jangan ada yang mengetahuinya" seru Abimana.
Dilla mengambilnya dan menyimpannya dalam tas. Kemudian mereka pergi ke rumah Edar dan memulai reaksi balas dendamnya