Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 83


__ADS_3

Sudah seminggu mereka di Berlin tapi belum juga boleh keluar itu membuat para wanita bosan hanya dalam mabsion mewah ini dan tanpa melakukan apapun.


" Mas Luna bosan sudah seminggu kita disini kami ingin jalan- jalan mas, anak- anak juga bisan mas" kata Luna, membujuk Edar. Edar memikirkannya dan melihat wajah Luna penuh harap.


" baiklah besok kita jalan" kata Edar. Mereka bersorak karena dapat liburan. dan menikmati kota Berlin.


Keesokan harinya mereka pergi untuk menikmati kota Berlin.


Bradenburg Gate.


Merupakan ikon kota Berlin yang dulunya iatlah tembok yang menjadi dua wilayah jerman saat perang dingin.


Edar membawa keluarga dan sahabatnya pergi kesini agar sikembar dapat mengetahui cerita dibalik tembok ini.


" Dad ini tempat apa?" Aidyen dengan keingintahuannya. Edar berjongkok dan menjelaskan pada sikembar.


" ini namanya gerbang Brandenburg merupakan bekas gerbang kota dan salah satu simbol utama Berlin.Terletak antara Pariser Platz dan Platz des 18. Marz dan merupakan satu-satunya gerbang yang tersisa yang sebelumnya pintu masuk ke Berlin, Satu blok ke utara berdiri Reichstag, apakahkalian sudah paham" kata Edar.

__ADS_1


" Sudah dad, tapi kita dapa berfoto dan lainnya" kara Alfatih, yang tidak sabar lagi.


" Mas ayo kita berfoto disana " kata Ayu, menunjuk keberadaan Patung Quadriga yang dibuat pematung Johann Gottfried Schadow tahun 1793.


Gilang hanya menuruti keinginan istri yang hamil mereka mengambil beberapa gaya disana.


Dion menatap Cinta yang sedang menatap Kereta kuda, dia tersenyum paham betul yang diinginkan oleh istrinya.


" Sayang tunggu sebentar disini" kata Dion. Dion menemui Edar untuk meminta izin mengajak Cinta. " Mas biarlah mereka pergi berduaan" kata Luna dan Edar menanggukan kepalanya.


" Mas terimakasih aku mencintaimu" kata Cinta, sambil mencium pipi Dion.Dion hanya menggelengkan kepalanya melihat antusias cinta.


" Mas ayo kita pergi dan mengelilingi Brandenbrug dengan ini" kata Cinta, menepuk kursi sebelahnya.Dion pun menaikinya dan mereka mengelilingi dengan menggunakan kereta kuda.


Edar dan keluarga kecilnya masih mengelilingi sekitarnya tiba - tiba terdengar suara musik itu membuat Luna terbinar.


" Mas ayo kita kesana dan mendengarnya" kata Luna mengelus perutnya yang sudah terlihat buncit. Edar menatap sikembar dan mereka hanya menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Edar hanya menghela nafasnya walau dia tidak menyukai musik tapi demi Luna, dia rela melepaskan egonya.


Sikembar berlarian saling memegang tangan menuju ke tempar orang bermain musik, banyak pengunjung yang mendengar suara musik yang merdu.


Luna sangat menikmati musiknya sekali dia bersenandung kecil itu membuat Edar tersenyum.Mereka menghabiskan waktu disana selain berfoto juga mendengar musik.


Sekarang mereka pergi ke restoran untuk menikmati makan malam karena telah melewatkan jamnya.


Gaffel Haus Berlin - Das Kolsche Konsulat itu adalah tujuan mereka untuk menikmati makan makan malam.


Para suami memesan makanan sehat untuk istri masing- masing apalagi Luna dan Ayu sedang hamil harus memakan yang sehat untuk kandungannya.


Kemudian mereka kembali ke mansion hari sudah larut bahkan sikembar sudah tertidur dalam pangkuan Edar dan Dion.


Mereka merebahkan tubuhnya ke kasur rasa lelah sudah datang, hari ini mereka bersenang dengan keluarga dan sahabat.


Sikembar juga merasa senang karena dapat menemukan hal baru bahkan mereka memvideokannya dan mengirimkan ke oma dan opa di Jerman.

__ADS_1


__ADS_2