Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 61


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang luna masih cemberut membuat edar frustasi atas luna mendiaminya sedangkan sikembar asyik dengan membaca buku yang baru mereka beli.


luna dan kedua temannya masuk kedalam rumah dengan wajah yang diketuk, edar, dion dan gilang memanggil istri mereka tapi diacuhkan .


mereka masuk kedalam kamar luna tanpa menghiraukan keberadaan orang tua edar menatap mereka.


" oma, opa mommy dan aunty sedang marah sama daddy dan om" kata Aidyen, aidyen dan alfatih menikmati minumannya yang diberi oleh pak rudi.


" apa yang kalian lakukan hingga membuat istri kalian marah" kata daddy, menatap curiga. " mereka cemburu tuan, kami sedang ada rapat dengan penjual peralatan yang dibutuhkan oleh rumah sakit" kata dion.


daddy prabu melihat mereka dengan tatapan curiga, edar dan gilang menanggukan kepalanya.


" pasti rekan kerja kalian itu wanita yang genit menggoda kalian dan istri kalian melihatnya" kata mommy.


mereka hanya menghela nafasnya dan menanggukan kepalanya.


" lebih baik kalian menenangkan diri dan biarlah istri kalian meredakan marahnya" sahut daddy prabu. mommy hanya tersenyum melihat wajah frustasi anaknya.


dalam kamar luna dan lainnya malah tertawa melihat keadaan suami mereka frustasi.


" kamu kenapa luna mengapa terlihat murung" kata cinta. " kamu jangan cemaskan pasti mereka ngerti, yang salah itu wanita genit itu beraninya merayu suami kita" kata cinta.


" sekarang kita harus bagaimana?" luna. " kita lihat saja yang akan dilakukan para suami kita untuk membujuk kita" kata ayu.


" sekarang apa yang harus kita lakukan agar istri kita tidak marah lagi" keluh gilang. edar dan dion sama- sama memijat keningnya.

__ADS_1


" om buatkan saja cake aunty dan mommy sangat suka cake, apalagi cake rasa strowberry" kata Aidyen.


perkataan Aidyen membuat mereka bahagia karena sudah menemukan cara untuk membujuk para istri.


" apa ada yang kami bantu, tuan" kata pak rudi. " apa afa bahan untuk membuat cake?" edar, dengan mengasingkan lengan bajunya.


" semua bahan untuk nembuat cake ada tuan, apakah tuan ingin kami membuatkan cake" kata pak rudi, memanggil salah satu pelayan.


" tidak perlu pak biar kami yang mengurusnya, kami sedang membujuk istri kami sedang marahan" kata gilang, mantap.


" kalau begitu baiklah tuan jika ada yang kalian butuhkan saya berduri tak jauh dari sini" kata pak rudi. tersenyum melihat usaha tuan edar dan sahabatnya.


" Dion, apa yang harus kita lakukan " kata edar " tunggu tuan saya cenging di google dulu " sahut dion.Dion mencari bahan membuat cake di internet. edar dan gilang menatap semua bahan didepan mata dengan menghela nafas.


" ini tuan sudah saya temukan cake rasa strowberry dan cara membuatnya" kata dion memperlihatan pada edar dan gilang.


mereka memulai kegiatannya membut cake para pelayan tidak jauh berdirinya, mereka takut nanti tuan muda dan sahabatnya membutuhkan bantuan mereka.


mommy farah dan daddy prabu menitip kegiatan putra dan lainnya, mereka tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" daddy apa yang kalian buat?" Aidyen. edar tersenyum terus mengocok bahan cake.


" keponakan om yang ganteng mau bantu kami membuat cake untuk mommy dan aunty kalian" seru gilang.


"hm,hm. ayo Ai kita bantu daddy, Al juga ingin membuat cake buat mommy" kata Alfatih , menarik tangan Aidyen.

__ADS_1


akhirnya mereka membuat cake rasa strowberry bersama- sama.


" luna, cinta. kalian mendengar suara ributdari arah dapur tidak? " ayu. " kami juga mendengarnya ayo kita lihat apa yang terjadi" kata luna.


" mommy, ada apa mengapa ada suara ributdi dapur?" luna, melihat mommy farah menitip ke arah dapur.


" ups, kalian ayo kita ke ruang tengah biar mommy beritahu kalian nanti" kata mommy farah. menarik luna agar ke ruang tengah .daddy prabu dan sahabat luna hanya mengikuti mereka.


" sebenarnya ada apa aunty, hingga kami tidak boleh melihatnya" kata ayu, penuh penasaran.


" suami kalian itu dan cucu mommy sedang membuat cake untuk kalian" kata mommy, tersenyum.


" ayo kita lihat nanti dapur berantakan" kata luna, dengan cemas. " luna jangan mencemaskan keadaan dapur, kita lihat saja apakah usaha suami kalian itu berhasil " kata daddy prabu.


yang lainnya menanggukan kepalanya luna hanya berdoa agar edar berhasil dalam kejutannya.


tak lama cake yang dibuat oleh para suami selesai, mereka tercengang melihat wajah suami mereka di penuhi oleh tepung.


" sayang, ayo coba cakenya" kata dion, memberikan cake pada cinta. cinta menatap tajam dion kemudian mencoba cakenya.


" sayang bagaimana rasanya?" dion, hati- hati. luna dan ayu memperhatikan wajah cinta.


" enak sayang, terima kasih cakenya" kata cinta, memeluk dion.


melihat cinta makan cakenya dengan lahap membuat mereka memcoba makan cakenya ternyata rasanya enak.

__ADS_1


para suami merasa lega karena istri mereka tidak ngambek lagi.


__ADS_2