Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 89


__ADS_3

Di Ruangan Edar.


Edar merasakan gelisah dalam hatinya wajah Luna dan sikembar selalu membayanginya. Gilang sedang mengambil air tiba saja gelasnya terlepas dari tangannya.


" Ayu" kata Gilang, dan memegang dadanya berdebar sangat kencang. Dion juga merasakan hal yang sama jantungnya berdetak dengan kencang bahkan dia tak bisa menulis.


" Kita ke mall sekarang" tekan Edar, berlarian menuju mobil dan diikuti oleh Gilang dan Dion.


Brug.


Aidyen melukai senjata orang ingin menangkapnya dengan kaki kecilnya, membuat mereka terkejut dengan keberanian Aidyen.


" Kalian apa yang dilihat cepat tangkap anak kecil itu" kata Shinta. Semakin ingin menatap Aidyen, akhirnya salah satunya berhasil menangkap Sidyen.


Luna melihat putranya tertangkap dengan sekuat tenaga dia berdiri dan menolong Aidyen. " Lihat dia berani juga melawan mereka" kata Yuni, mengejek Luna.


" Sudah kubilang lepaskan putraku" kata Luna, melepaskan tangan putranya dari tahanan mereka. Aidyen terlihat tenang tanpa ada rasa takut dedikit pun dalam hatinya.

__ADS_1


Salah satu dari mereka menarik hijab Luna hingga wajahnya terangkat. " Lepaskan mommyku" kata Aidyen, menggigit tangannya.


" Aw,," kata bawahan Shinta. Dia pun menampar pipi Aidyen dan mendorongnya hingga terjatuh terkena kursi. " Aidyen" teriak Luna dan lainnya melihat kening Aidyen berdarah.


Alfatih yang melihat kejadian itu menjadi gemetaran mengingat yang dia alami. Luna sudah menangis histeris melihat keadaan putranya.


" Mas edar, tolong" kata Luna dengan lirihnya. Edar masih dalam perjalanan tiba saja jantungnya berdetak dengan cepat.


" Dion percepat jalannya" teriak Edar. Edar baru saja mendapat kabar bahwa orang suruhamnya kehilangan jejak Shinta. Itu semakin membuatnya takut dan mengepal tangannya.


Luna menatap tajam ke arah Yuni. " Apa yang kamu lihat nona, sepertinya anda melupakan wajah ini baiklah kita berkenalan lagi. Saya Yuni saudara sepupu Bella yang suamimu habisi" kata Yuni.


" Hei wanita gila apa yang kau lakukan, Ha" teriak Cinta. " Hampir saja aku melupakannya Shinta kamu bisa membereskannya" kata Yuni.


" Dengan senang hati jadi kamu istrinya Dion, Dengan sengaja memblokir namaku dari model sejak itu" kata Shinta.


Cinta berjalan mundur yang ada dalam fikirannya dia harus menghubungi suaminya, tiba saja dia melihat HP Ayu dilantai dengan secepatnya dia menghubungi Dion tapi ada dua orang berbadan besar sudah di belakangnya.

__ADS_1


" kamu mau kemana sekarang" kata Shinta, dia menampar Cinta dan mendorongnya ke dinding hingga jatuh pingsan.


Luna melihat sahabat dan putramya sudah tak sadarkan diri membuatnya ketakutan. Darah terus saja keluar dan sepertinya dia akan melahirkan.


" uh, uh sakit, mas Edar" bisik Luna, memejamkan matanya. " Sepertinya dia akan melahirkan " Yuni. " Sekarang apa yang harus kita lakukan" kata Shinta.


Melihat Luna kesakitan membuat mereka senang. Dengan liciknya Shinta kembali mendorong Luna hingga terjatuh untung dia menahannya dengan tangannya.


" Sepertinya ini kurang " kata Yuni.Ketika dia akan menusuk perut Luna.


Dor, Dor. Terdengar suara tembakan dari arah belakang, mereka terkejut dan menjadi menciut melihat Edar datang dengan tatapan pembunuh.


" Mas Edar" kata Luna, dengan setengah sadarnya. Edar terkejut melihat keadaan Luna. Dion dan Gilang juga terkejut melihat keadaan istrinya yang sudah pingsan dengan luka.


" Oh ini tuan Edar, suami dari wanita ini" kata Yuni, meremas perut Luna.


" A, A mas Edar, anak kita" kata Luna, dengan bersusah payah agar matanya tetap sadar." Sayang kamu datang lihatlah keadaan istrimu sangat lemah" kata Shinta.

__ADS_1


" Bahkan kedua sahabatnya sudah pingsan" Shinta tertawa. Edar dan kedua sahabatnya sangat marah melihat keadaan istri mereka.


__ADS_2