Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episide 163


__ADS_3

Farah hospital.


Edar menyusun barang milik Luna dalam tas, dia tak membiarkan yang lain melakukannya padahal suster sudah menawarinya.


" Mas biar Luna membantu" kata Luna, mencoba untuk turun. " Sayang biar mas yang melakukannya" kata Edar. Luna hanya menghela nafasnya melihat suaminya memasukan barang Luna dengan tak rapi.


Kret pintu terbuka.


Masuklah Gilang untuk melakukan pemeriksaan terhadap Luna sebelum pulang.


" Selamat pagi Luna" kata Gilang, tapi matanya melihat Edar menyusun barang Luna secara asalan.


" Kak apa yang kau lakukan? " Gilang, Edar hanya menatapnya sekilas dan kembali mengerjakan pekerjaannya. Gilang menatap Luna seakan dia bertanya.


" Kak lakukan saja pemeriksaannya biarkan dia melakukannya" kata Luna menanggukan kepalanya. Gilang melakukan pemeriksaan sebelum pulang.


" Semuanya sudah stabil tapi ingat jika sudah di rumah jangan bekerja terlalu berat dulu" kata Gilang, Luna menanggukan kepalanya.


Kret pintu terbuka


" Tuan urusan kepulangan nona sudah selesai" kata Vino. Edar menanggukan kepalanya. " Gilang bagaimana keadaannya? " Edar, mencium kening Luna. Sedangkan Luna malu di cium didepan orang.

__ADS_1


" Semuanya sudah stabil kak tapi Luna belumboleh melakukan pekerjaan berat, talutnya berpengaruh pada jantungnya" kata Gilang.


" Baiklah kita pulang mereka pasti sudah menunggu kita di rumah" kata Edar. Gilang meminta suster untuk mengambil kursi roda.


Kemudian mereka bersama ke kediaman keluarga Perkasa, Gilang juga ikut karena Ayu duberitahu bahwa ada pesta penyambutan Luna.


Kediaman Perkasa


Semua orang sudah menunggu kedatangan Luna dan Edar, sikembar terlihat mobdar mandir yang tak sabar menunggu mommynya, sedangkan Anindira sangat tenang dengan permainannya.


Tin, tin, tin.


" Hore Daddy Mommy datang" sikembar berlarian menyambut orangtua mereka. Edar tersenyum melihat putra kembarnya menunggu di luar di susul oleh orangtua dan sahabat.


Luna menyambut pelukan putra kembarnya. " Mommy kami senang melihatmu pulang" kata Luna. Orangtua Edar mengelus hijab Luna sambil tersenyum.


" Ayo masuk mommymu sudah memberikan kejutan untukmu" kata Daddy Prabu.


" Momm tidak perlu seperti ini" kata Luna, melihat rumah keluarganya dihias sangat indah. " Sayang ini semua kami lakukan untukmu" kata Mommy Farah.


" Sayang biarkan saja paling ini oelayan yabg menyiapkannya, mommy tak lelah sayang" kata Edar.

__ADS_1


Plak.


" Anak ini bikin mommynya kesal saja" kata Mommy Farah, memukul kepala putranya. Edar hanya tersenyum masam di samping istrinya.


" Mommy kami ada hadia untuk mommy" lata Aidyen memberikan paper bag pada Luna.


Ini apa sayang? " Luna. " Kami membelinya di mall mom bersama opa" kata Alfatih, tersenyum. Luna membuka hadiahnya terkejut melihat gaun yang indah, Luna merasa sedih bahagia dan sikembar menghapus air matanya.


" Nyonya makanan siangnya sudah siap" kata Pak Rudi. " Baiklah hari ini mommy sudah mempersiapkan makanan kesukaanmu" kata mommy Farah.


Luna merasa bahagia melihat keluarganya dalam menyambutnya. Semua orang duduk di tempatnya bahkan Dion duduk di samping Cinta.


" Vino duduklah mari makan bersama" kata Daddy Prabu, melihat Vino berdiri di belakang Luna. " Tapi nyonya" ucapannya terputus oleh tatapan Edar.


" Om duduk disini" kata Aidyen tersenyum. " Terima kadih tuan muda kecil" sahut Vino.


Edar menyuapi Luna makanannya karena tangannya masih sakit jika di gerakan. Orangtuanya tersenyum melihat keromantisan mereka.


" Bagaimana nanti malam kita barbeque? " Mommy Farah. " Setuju" teriak Ayu dan Cinta.


" Aduh kedua wanita ini semangat sekali" kata Gilang.

__ADS_1


" Aw sakit sayang" kata Gilang. " Makanya jangan asal bicara" kata Ayu dengan kesalnya.


Sedangkan Cinta membantu Dion makan karena putranya tidak mau berpisah dengan papinya.


__ADS_2