
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih sepuluh menit mereka sudah sampai di tempat tujuan. Luna dan lainnya sampai di kedai es krim sikembar tidak sabar lagi untuk menikmati es krim kesukaan mereka.
" Mommy cepat nanti es krimnya habis" kata Alfatih, Luna dan Cinta hanya bisa menggelengkannya, sedangkan Aidyen sysah memesan es krimnya.
" Al duduk ini eskrimnya" kata Aidyen, Al membalikan badannya dan terkejut melihat Ai sudah menikmati es krimnya.
" Ih Aidyen kok memesan es krimnya dulu Al kan belum pesan, Ai" kata Alfatih dengan cemberut. " Kamu lama Al" kata Aidyen.
" Sudah ayo duduk nanti esnya cair" kata Luna, Luna kembali memanggil pelayan untuk memesan untuknya dan Cinta.Mereka menikmati es krim sambil tertawa karena Alfatih masih dengan kekesalannya.
Perusahaan Perkasa Group.
Edar sedabg marah besar karena terdapat karyawan yang melakukan korupsi. Barang yang digunakan untuk pembangunan proyeknya di ganti dengan barang murahan, sehingga pembangunan bermasalah dalam pengerjaannya.
Brak
" Apa yang telah kalian lakukan Ha sehingga terjadi masalah sebesar ini kalian tidak tahu, jika Dion tidak ke lapangan kalian pasti menyembunyikan masalah ini" teriak Edar.
Para pekerja ketakutan melihat kemarahan Edar ini juga kesalahan mereka yang tidak melaporkan terjadinya masalah terbesar ini, sehingga proyek yang sydah berjalan separoh terpaksa diberhentikan.
__ADS_1
" Dion segera selidiki siapa yang melakukan ini dan segera masukan ke penjara" kata Edar, pergi begitu saja.
" Baik tuan muda " kata Dion, memberi hormat. Dion segera menghubungi anak buahnya untyk menyelidiki permasalahan ini.
Setelah menghubungi anak buahnya Dion segera mengikuti Edar yang telah menunggunya di mobil.
" Dion, kita pulang" kata Edar, memejamkan matanya. " Baik tuan muda" seru Dion, mengendarai mobilnya ke kediaman keluarga perkasa.
Luna dan lainnya langsung pulang setelah makan es krim, sedangkan Cinta juga putranya memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena putranya sudah rewel.
Edar sudah pulang di sambut oleh pelayan. " Bi dimana istriku dan anak-anakku? " Edar. " Nyonya muda ada di dalam kamar tuan, tuan muda Aidyen dan Alfatih juga berada dalam kamarnya" ucap Pelayan.
Edar menyusul istrinya istirahat dalam kamar, tret. Edar membuka pintu dan tersenyum melihat putrinya tidur di sebelah Luna.
Edar masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah mandi dia membaringkan tubuhnya di sebelah Luna.
" Sayang mas merindukanmu" kata Edar, memeluk Luna. Luna yang tidur merasa terganggu karena Edar memeluknya begitu erat.
Luna bangun merasakan ada tangan yang memeluknya. " Mas, sudah pulang" kata Luna, membalikan tubuhnya.
__ADS_1
" Sayang" kata Edar, dengan lirihnya, merebahkan kepalanya dileher Luna. Luna menatap wajah suaminya yang kelelahan.
" Mas lelah" kata Luna, mengusap wajah Edar. Edar menanggukan kepalanya dan mempererat pelukannya dan Luna membalasnya.
Siang hari mereka hanya tidur saling berpelukan dan melepaskan rasa lelah yang meranda.
Apartemen Nandhu.
Nandhu sedang menatap luar dari jendela apartemennya sambil meminum kopi.
tret
Pintu terbuka masuklah Abhimana dengan membawa beberapa mskanan ringan.
" Nandhu, apa rencanamu selanjutnya ini sudah sebulan sejak kerja sama kita dengan Edar?" Abhimana, duduk di kursi sambil meminum yang dia bawa.
" Sepertinya aku harus menemui Luna di rumah sakit" kata Nandhu. " Luna!. Apa yang kamu lakukan padanya? " Abhimana, yang heran.
" Aku harus menemui teman lama sebelum rencana kita dimulai" kata Nandhu. Abhimana menanggukan kepalanya.
__ADS_1
Mereka menikmati makanan yang di bawa oleh Abhimana, sambil menyusun rencananya.