
cinta mengajak luna dan ayu pergi ke Mall membeli kebutuhan oernikahannya yang seminggu lagi akan dulaksanakan.
" luna lihat teman kita satu ini dia yang mau menikah malah meminta kita untuk menemaninya memilih pernak- perniknya" kata ayu dengan candanya.
" habisnya suami sahabat kita ini sangat sibuk sehingga dion juga sibuk dengan pekerjaannya" kata cinta.
luna hanya menggelengkan kepalanya dia juga merasa heran pada suaminya, mengapa mereka sangat sibuk akhir ini.
" luna bagaimana keadaan Alfatih" seru ayu, memilih tas. " alhamdulillah keadaannya sudah membaik, walau suaranya pelan tapi Al sangat berkembang dalam pengobatannya" kata luna.
cinta dan ayu menanggukan kepalanya, ketika mereka menuju toko lainnya luna tak sengaja bertabrakan dengan seorang.
" luna tidak kenapa kan, tidak ada yang terluka, hei" kata cinta, terkejut melihat bella dengan sombongnya sengaja menabrak luna.
" ups sorry saya sengaja" kata bella. " ini orang selalu saja menanggu ketenangan orang" kata ayu ,membantu luna.
" kalian yang menanggu dari pandanganku, kalian hanya orang miskin tidak pantas di mall" kata bella.
" siapa yang menanggu, siapa" kata cinta. membuat bella marah sehingga dia mendorong cinta.
__ADS_1
" hei apaan kau mendorongku" kata cinta. terjadilah keributan antara cinta dan bella membuat penunjung menonton kehebohannya bahkan ada yang merekamnya.
" kalian sudahlah " kata luna. melihat cinta lengah membuat ada kesempatan bella melukai luna.
Brug, bella mendorong luna sehingga luna terkena kaca toko di sampingnya, sehingga luna mengeluarkan darah di kepalanya.
" luna " teriak ayu dan cinta.ha,ha,ha." itulah akibatnya menghalangiku dan membuat aku kehilangan erik" kata bella.
" apa maksud pembicaraanmu bella? luna, menahan kesakitan." sepertinya kamu tidak tahu ketika temanmu bertemu dengan erik, erik menemuimu di butik milikmu kan? teriak bella.
" tapi kami tidak pernah bertemu bella" kata luna, membicara sebenarnya. " kau kira aku percaya dengan yang kau bilang" kata bella, pergi begitu saja.
" dasar orang gila, ayo luna kita ke rumah sakit mengobati lukamu" kata ayu.
tok tok tok.
" masuk" kata edar. " tuan saya dapat kabar dari ayu menengai nona luna" kata dion, penuh hati- hati.
edar menghentikan pekerjaannya dan menunggu dion untuk bicara. " tuan mereka bertiga pergi ke Mall dan disana da yang menyerang nona" kata dion.
__ADS_1
edar mengusap wajahnya secara kasar." ayo kita ke rumah sakit, dion nanti kamu yang menjemput anak- anak " kata edar, debgan terburu- buru meniggalkan kantor. " baik tuan " seru dion.
farah hospital
luna sudah mendapatkan perawatan dari gilang, ayu segera menghubungi suaminya yang berada di rumah sakit untuk mengobati luna ketika mereka dalam perjalanan.
edar berlarian menuju UGD dan menghiraukan sapaan dokter yang menyapanya.
" cinta, ayu dimana istriku? edar, dengan nafas yang bersengal- sengal. " tuan luna sedang diperiksa oleh dokter gilang" kata cinta.
edar menghela nafasnya dengan berat dan duduk di kursi tatapan matanya terus mengarah je pintu UGD.
" gilang bagaimana istriku?"edar melihat gilang keluar dari ruangan UGD. " luna hanya mengalami luka sedikit di kepalanya dan mendapatkan tiga jahitan, sekarang luna sudah dipindahkan ke ruang rawat" kata gilang.
" terima kasih gilang" ucap edar. gilang tersenyum. " sebaiknya kalian menunggu di ruang rawat luna sudah dibawa kesana" kata gilang. edar menanggukan kepalanya.
" sayang sebenarnya apa yang terjadi? gilang, pada ayu. ayu dan cinta saling menatap. " jika ini sangat penting sebaiknya kalian cerita pada edar, dari kalian khawatir kejadian ini pasti disengaja" kata gilang.
cinta dan ayu sama menanggukan kepalanya." ayo kita ketempat edar nanti dia tudak dapat mengontrol dirinya, sebaiknya aku hubungi om dan tante" kata gilang. cinta dan ayu menuju ke ruangan luna, selesai menghubungi orangtua edar gilang mengusul ayu
__ADS_1
edar menatap sedih luna yang belum sadar dari pengaruh obat biusnya . edar memegang tangan luna sekali dia menciumnya dengan tatapan sedih.
mommy.